Selamat Datang

Blog Pribadi Blog Yang Bermanfaat

Ayoo Nge-Blog Hello Blogger, Apa khabarnya guys ? So pasti tetap semangat yaa... , kita ga boleh lemes apalagi malas dalam update B...

Jumat, 23 September 2011

Bade | Nagabandha

Nagabandha

Bade adalah sarana Pitra Yajnya dan tidak tergolong bangunan suci, namun bangunan tersebut beserta perlengkapannya mengandung makna simbolis yang dalam. Bangunan lainnya adalah Bade, Wadah, Petulangan sarana upacara ngaben, Bukur atau Madhya digunakan pada upacara Nyekah, Mamukur, Maligya atau Ngeroras. 

Bade bentuknya menyerupai Meru, namun terbuat dari kayu dan dilapisi dengan kertas warna-warni utamanya kertas emas. Seperti halnya Meru, maka Bade menggunakan atap tumpang, yakni yang tertinggi beratap tumpang 11 ( Solas ), atap tumpang 9 ( Sanga ), atap tumpang 7 ( Pitu ), atap tumpang 5 ( Lima ), atap tumpang 3 ( Telu ) dan atap tumpang 1 ( terdiri dari 2 atap tumpang ).
Bade adalah lambang " Bhuwana Agung " dengan puncak-puncak gunung yang disimbolkan dengan atap tumpang tersebut. Dengan ditempatkannya jenasah pada menara yang disebut Bade ini, diharapkan Roh ( Atma ) orang yang diupacarakan Ngaben tersebut segera mencapai alam Sorga ( Kadevataan )
Nagabandha. Berkaitan dengan upacara Ngaben dalam tingkatan yang besar (uttama) dan umumnya digunakan bagi para raja ( mantan raja ) dan juga pandita Hindu dari warga Brahmana Budha ( Budakeling ) adalah Nagabandha.


Jumat, 16 September 2011

DOA bertentangan dengan KARMA?

dalam kegagalan kita tetap punya harga diri

dalam keberhasilan kita tetap rendah hati

Doa dan Karma

Tetapi bukankah di dalam agama Hindu, hidup kita sepenuhnya ditentukan oelh perbuatan kita atau KARMA ? Andaikata kita mengajukan permohonan kepada Tuhan, dan Tuhan mengabulkan permohonan kita, bukankah ini berarti Tuhan campur tangan atau bahkan melanggar HUKUM KARMA yang diciptakannya ?. Mari kita lihat dulu manfaat Sembahyang .



Ketenangan Pikiran
Mengetahui Tujuan
Isi Ulang Energi
Terhubung dengan Diri yang Lebih Luas
Membuat Kita Rendah Hati
Harapan Tanpa Kecemasan

Rabu, 07 September 2011

Vahana Devata | Binatang Suci Hindu

Visnu - Garuda
Dalam kitab suci Veda kita jumpai informasi tentang binatang suci seperti garuda, angsa, naga dan lain-lain. Binatang-binatang tersebut ada yang merupakan gambaran perwujudan-Nya, ada juga yang berfungsi sebagai Vahana para devata. 

Vahana Devata dapat berupa binatang dan burung, dimana para Dewa dan Dewi duduk mengendarainya, seperti Visnu diatas garuda, Brahma diatas angsa, Devi Durga di atas seekor singa, Kartikeya atau Kumara menggunakan burung merak sebagai kendaraannya, Ganapati kendaraannya seekor tikus, Indra atau Sasta di atas gajah (Airavata), Sani berupa burung merak, Yama berupa seekor kerbau, Dewi Ganga kendaraannya seekor buaya, Yamuna seekor kura-kura, Vayu kendaraannya seekor kijang, Surya keretanya ditarik oleh 7 ekor kuda, Dewi Candi kendaraannya seekor harimau, Nirrti kendaraannya seekor anjing, Varaha seekor ular, Rati, burung kakak tua, Gauri seekor biawak, Kubera kendaraannya manusia dan Revanta seekor kuda.

Beberapa Devata menggunakan benda-benda mati sebagai kendaraannya, antara lain seperti Sankhanidhi terompet kerang, Kurukulla perahu, Yoganidra pelbet, Kubera mahkota, Usnisavijaya petir dan lain-lain ( Ramachandra, II,1992:115)