DIJUAL CEPAT VILLA

DIJUAL CEPAT VILLA

Lokasi : Jln . Raya Uluwatu No. 2B, Kuta Selatan

Denpasar Bali – (Lokasi sebelum GWK)

Luas Tanah : 700 M2

Luas Bangunan : 400 M2

SPECC : 1. 3 Kamar Tidur + Kamar Mandi

2. Ruang Makan

3. Ruang Keluarga

4. Dapur

5. Tempat Jaga

6. Kolam Renang

Listrik : 10.000 Watt

Harga : Rp. 10.000.000.000,- (Sepuluh milyar rupiah)

Bisa nego langsung pemilik

Status : SHM

Regards

Made L. Wijaya

HP. 0812 949 9049

HP. 0813 1102 2449

Informasi Lengkap silakan Klik :

http://olx.co.id/iklan/villa-dijual-cepat-IDoDbbL.html

Selasa, 15 Januari 2013

Parerasan dan Panca Suda

Kalender Bali 2013 __

Parerasan dan Panca Suda dipakai memperkirakan (nengerin) tabiat atau perwatakan menurut kelahiran.

 Aras Kembang : mudah memecahkan masalah, tidak beranak banyak, banyak kawan, laki dan wanita tertarik hati padanya, setelah berkeluarga cepat/tangkas menyelesaikan pekerjaannya.

Aras Tuding : senang dan berani bepergian di malam hari, gagah dan berani, suka menjual barang miliknya, suka pada milik orang lain, kadang kala tangan panjang, keinginannya sukar dikendalikan.
Bumi Kapetak : malas bepergian, bertahan pada prinsip. rajin sebarang kerja, teguh/mantep melakukan tugasnya, punya keinginan bertapa.

Laku Api : suka marah, panas bara, tutur katanya asal mengucap saja, tidak memperhatikan air muka orang, gagah sendaguraunya, keinginannya lekas mengendap.

Laku Air : lemah lembut budinya, sopan santun budi pekertinya, banyak angan-angan, sejuk perintahnya, kelak akan mampu menjadi pemimpin, kencang budinya bila berbantahan, tak puas kalau kehendaknya dihalangi, bila berkeluarga sering bertengkar.
Laku Angin : tidak suka bicara, pikirannya tak suka diam, gemar berlaku sebagai pendeta, suka mengembara, senang dipuji orang, pikirannya agak jarang-jarang aman, bila memasang japa mantra kurang mandinya/manjur.
Laku Bintang :  pendiam, lemah lembut hatinya, tak tahan melek, bicaranya berharga, kehendaknya sukar di cegah, tidak punya saudara, mempunyai gagasan berdagang.

Laku Bulan : lekas mengerti dan pandai, sembarang pekerjaan bisa, dicintai masyarakat, luas budinya, kadang kala dihinggapi malas, sebentar saja akan bisa hidup senang.

Laku Bumi : pendiam, singkat hati, suka bertengkar pikiran / berdialog, kalau hendak mengucapkan tutur kata ada kalanya diurungkan, sekali waktu kata-katanya, sungguh nyata.
Laku Matahari ( Laku Surya ) : cerdas banyak weruhnya, suka memberi penerangan, banyak ide, berbahasa sopan, manis segala nasehatnya, terang budinya, mempunyai wibawa.
Laku Pandita Sakti : tenang/kalem, enteng perasaannya, cerdas/pandai, senang dengan ilmu dukun, kadang kala agak sombong, suka dipuji, dengan perantaraan sastra ia menjadi terkenal.
Lebu Ketiup Angin : hati sering goncang, gampang terombang ambing, suka menetapkan arah, kehidupannya kurang, sering gelisah bila duduk.
Satriya Wibawa : suka berterus terang berhadapan, beroleh penghidupan yang menyenangkan, serta kedudukannya luhur.
Satriya Wirang : pemarah, kadang-kadang punya hati dingin/tentram, kemalu-maluan, sekalipun ia berbuat baik akhirnya menjadi buruk, kurang pengendalian diri.
Sumur Sinaba : suka memberi pertolongan, lemah lembut budinya, penyayang, dermawan, ikhlas beryadnya dan mepunia.

Tunggak Semi : angkuh, suka akan pertikaian, meski telah disalahkan masih tetap melawan.

Wisesa Segara : suka dan banyak memberi ampun, lurus budinya, dalam perasaannya, besar pengaruhnya.

PERTITI / PRATITI SAMUTPADA DAN EKAJALARESI
Dipakai memperkirakan (ngengerin) tabiat atau perwatakan / kemalangan menurut kelahiran dan sebagai pedewasan.

Kamis, 03 Januari 2013

Rumus Kedamaian

* Cahaya Brahman *

Rumus Kedamaian. Hukum alam bekerja secara kolektif, demikian pula secara individu. Dalam pernyataan singkat tetapi tegas berikut ini, Srila Prabhupada menjelaskan bahwa jika kita ingin memutus jaring ikatan KARMA-kolektif yang menyebabkan kekacauan pada masyarakat dewasa ini, jika kita menginginkan kedamaian baik secara kolektif maupun secara individu, kita perlu menjalani kesadaran Krsna dengan serius.


Kesalahan besar peradaban modern adalah pelanggaran atas kepemilikan pihak lain seolah itu adalah milik sendiri dan dengan demikian menciptakan gangguan yang tak perlu atas hukum-hukum alam. Hukum alam ini sangatlah tegas. Tidak satu mahluk hidup pun dapat melanggarnya. Hanya orang yang sadar akan Krsna yang dapat mengatasi hukum alam yang kuat ini dengan mudah dan dengan demikian menjadi bahagia dan damai di dunia.


Seperti halnya negara dilindungi oleh departemen hukum, begitu juga pemerintahan alam semesta, dimana bumi ini hanyalah sebuah bagian sangat kecil, dilindungi oleh hukum-hukum alam. Alam material ini adalah salah satu diantara berbagai potensi Tuhan, yang merupakan pemilik tertinggi segala sesuatu yang ada. 


Karena itu, bumi ini adalah milik Tuhan, tapi kita para mahluk hidup, terutama yang disebut-sebut manusia beradab, mengklaim hak milik Tuhan sebagai milik kita sendiri dengan konsep keliru baik secara individu maupun secara kolektif.  

Jika Anda menginginkan kedamaian, Anda harus menyingkirkan konsep keliru ini dari pikiran Anda dan dari dunia ini. Klaim keliru atas kepemilikan oleh ras manusia di dunia ini sebagian ataupun keseluruhan adalah penyebab segala gangguan kedamaian di bumi. ( termasuk klaim kiamat 21 12 2012 - red )

Yang disebut-sebut manusia beradab yang bodoh mengklaim hak kepemilikan atas hak milik Tuhan sebab mereka telah menjadi tidak Berketuhanan. Anda tidak bisa bahagia dan damai di tengah sebuah masyarakat yang tidak Berketuhanan. Di dalam Bhagavad-gita Sri Krsna bersabda bahwa  


Dia-lah penikmat sejati segala kegiatan mahluk hidup, bahwa Dia-lah Tuhan Yang Mahakuasa bagi seluruh alam semesta, dan  bahwa Dia-lah kawan yang mengharapkan hal ini sebagai rumus kedamaian, maka baru kedamaian akan terwujud.


Karena itu, jika Anda benar-benar menginginkan kedamaian Anda harus mengubah kesadaran Anda menjadi kesadaran Krsna, baik secara individu maupun secara kolektif, dengan proses sederhana pengucapan nama suci Tuhan. Ini adalah proses yang standar dan diakui untuk mencapai kedamaian di dunia. 


Karena itu kami menganjurkan agar setiap orang menjadi sadar akan Krsna dengan cara mengucapkan Hare Krsna, Hare Krsna, Krsna Krsna, Hare Hare, Hare Rama, Hare Rama, Rama Rama, Hare Hare.


Hal ini dapat diterapkan secara nyata, dan ia sederhana dan mulia. Lima ratus tahun yang silam rumus ini diperkenalkan di India oleh Tuhan Sri Caitanya, dan sekarang ia tersedia di seluruh dunia. Terimalah proses sederhana pengucapan nama suci Tuhan sebagaimana disebutkan di atas ini, insafi kedudukan sejati Anda dengan membaca Bhagavad-gita Menurut Aslinya, dan tegakkan kembali hubungan Anda yang telah terlupakan dengan Krsna, Tuhan. 


Kedamaian dan kesejahteraan akan segera menjadi hasilnya secara mendunia.
Sumber bacaan " KARMA KEADILAN TERTINGGI " oleh Sri Srimad A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupada, Acarya Pendiri International Society for Krishna Consciousness.