Selamat Datang

STATUS DAN KEDUDUKAN DIKSITA

STATUS DAN KEDUDUKAN DIKSITA Seseorang  yang telah di Diksa diberi status dan kedudukan sebagai seorang Sulinggih di masyarakat....

Selasa, 11 Juni 2013

Planet-planet Neraka

Prosesi Ngaben Bali **

Neraka Bagi Roh-Roh Berdosa. Neraka adalah tempat bagi roh-roh yang berdosa mendapatkan hukuman demi mempertanggungjawabkan hasil-hasil perbuatan semasa hidupnya. Orang yang bodoh akibat dipengaruhi oleh 3 sifat alam material, yaitu satvam (kebaikan), rajah (kenafsuan) dan tamah (kebodohan/kegelapan) sendrung berpikir dirinya sendiri adalah pelaku dari kegiatan-kegiatan. 

Mereka beranggapan bahwa tidak ada Tuhan yang mengatur dan menyaksikan apa yang mereka lakukan sehingga mereka sibuk dalam bermacam-macam kegiatan berdosa dan akibatnya mereka ditempatkan dalam neraka yang berbeda-beda setelah meninggal.

Planet-planet neraka terletak di angkasa pertengahan, di antara 3 dunia dan lautan Garbhodaka. Pitraloka juga terletak di daerah ini. Penduduk Pitraloka dikepalai oleh Agnisvatta yang bersemadi dengan khusuk kepada Tuhan agar keluarga mereka selamat. Planet Neraka (nerakaloka) terletak di antara Patalaloka dan lautan Garbhodaka, dengan rajanya bernama Yamaraja. Pembantu Yamaraja disebut Yamaduta, bertugas membawa roh orang-orang berdosa untuk diadili. Yamaraja sangat adil memberi hukuman pada roh yang berdosa. Semuanya didasarkan pada karma, vikarma dan akarma.
Planet-planet Neraka :


  1. Tamisra; Planet gelap di mana roh dipukul, kehausan dan kelaparan. Roh orang yang mencuri uang, anak dan istri atau hak orang lain.
  2. Andhatamisra; Roh disiksa seperti sebatang pohon yang akarnya sedang dipotong-potong. Roh orang yang memperdaya atau menipu orang lain. Roh orang yang menikmati istri dan anak-anak orang lain.
  3. Raurawa; Neraka penuh dengan mahluk yang dulu pernah disakiti (disebut ruru), yang akan menggigitnya. Roh orang yang bekerja siang dan malam demi memelihara badang sendiri dan keluarganya, bahkan hingga melakukan kekerasan pada mahluk lain. Rong orang yang terikat pada istri dan anak-anaknya, tanah airnya dan lain-lain.
  4. Maharaurawa; Ruru di neraka ini bernama kraviada, yang akan menggigiti roh berdosa. Roh orang yang memelihara badannya sendiri dengan menyakiti mahluk-mahluk hidup yang lain.
  5. Kumbhipaka; Roh dimasak dalam minyak mendidih. Rong orang yang membunuh dan memasak binatang-binatang lemah dan burung-burung untuk memelihara badan dan kepuasannya.
  6. Kalasutra; Roh dibakar di neraka seluas 80.000 mil terbuat dari tembaga yang dipanaskan dari bawah dengan api dan dari atas dengan matahari. Rong orang yang membunuh Brahmana. Rong orang yang tidak peduli pada orang tua atau orang yang lebih tua umurnya.
  7. Asi Patravana; Roh dipecut dengan cemeti. Roh orang yang menyimpang dari jalan Veda. Roh orang yang membunuh orang tuanya.
  8. Sukaramukha; Roh diremukkan seperti memeras tebu. Roh raja/pejabat pemerintah yang berdosa karena menghukum orang yang tidak bersalah.
  9. Andhakupa; Roh diserang oleh burung, binatang buas, binatang melata, serangga dan lain-lain yang dulu pernah disakiti. Roh orang yang menyakiti atau membunuh mahluk-mahluk yang tidak berarti/rendah, padahal manusia sudah dibekali wiweka.
  10. Krmibhojana; Roh berubah menjadi ulat di danau selebar 800.000 mil dan memakan ulat-ulat lain di sana yang juga balik memakannya. Roh orang yang tidak membagi makanannya pada tamu, orang tua dan anak-anak, tapi memakan makanan itu sendirian. Roh orang yang tidak melakukan 5 macam korban suci (ber Yadnya)
  11. Sandamsa; Roh dikuliti dan dikoyak dengan bola dan jepitan besi panas membara. Roh orang yang mencuri permata dan emas dari Brahmana atau orang lain.
  12. Taptasurmi; ROh laki-laki dipaksa memeluk besi panas membara berbentuk perempuan, dan roh perempuan dipaksa memeluk besi panas membara berbentuk laki-laki. Roh lelaki dan perempuan yang melakukan hubungan seks tidak sah (berzina). Roh laki-laki yang berhubungan seks denga istri orang lain, ibu, saudara perempuan dan putrinya.
  13. Vajrakantaka Salmali; Roh digantung di pohon kapas sutra penuh duri setajam petir. Roh orang yang berhubungan seks dengan binatang.
  14. Vaitarani; Roh dilempar ke sungai penuh kotoran, air kencing, nanah, darah, kuku, ramput, lemak, daging, tulang sumsum, dan di sana ia dimakan oelh binatang-binatang air. Roh orang yang lalai dengan kewajibannya, roh raja atau pejabat yang diktator dan lalim.
  15. Puyoda; Roh dilempar ke laut penuh nanah, kotoran, ludah dan air kencing. Roh orang yang hidup seperti binatang, yaitu tidak berkelakuan baik, hidup kotor dan tidak teratur.
  16. Pranarodha; Roh dijadikan sasaran perburuan dan ditusuk dengan anak panah oleh pembantu Yamaraja. Roh orang dari golongan Brahmana, Ksatrya dan Waisya yang gemar berburu dan membunuh binatang-binatang secara sia-sia di hutan, bahkan ada yang menggunakan anjing kesayangannya, bagal atau keledai.
  17. Wisasana; Roh disiksa, lalu dibunuh oleh pembantu Yamaraja. Roh orang yang sangat bangga kedudukannya yang tinggi dan membunuh binatang-binatang dengan mengatasnamakan Yajna demi mendapat penghargaan di masyarakat.
  18. Lalabhaksa; Roh dilempar ke sungai air mani yang mengalir dan dipaksa meminum air mani itu. Roh orang dari golongan tinggi yang memaksa istrinya untuk meminum air maninya.
  19. Sarameyadana; Roh dimakan oleg anjing-anjing neraka bergigi setajam petir sebanyak 720 ekor. Roh orang yang memaksa dengan cara membakar rumah orang lain atau meracuni mereka, Roh raja atau pejabat pemerintah yang merampas para pedagang agar mau membayar pajak di luar batas.
  20. Avicimat; Roh dilemparkan berulang-ulang dari puncak gunung setinggi 800 mil dengan kepala menghadap ke bawah. Roh orang yang memberikan kesaksian palsu atau berdusta dalam usaha transaksi atau memberikan sumbangan.
  21. Ayahpana; Wakil-wakil Yamaraja berdiri diatas dada roh berdosa dan menuangkan besi panas cair ke mulut mereka. Roh orang yang kecanduan minuman keras, apalagi bagi mereka yang berasal dari golongan Brahmana, Ksatria dan Waisya.
  22. Ksarakardama; Roh disiksa dengan beraneka siksaan yang dahsyat. Roh orang yang tidak hormat pada orang yang lebih tua atau yang lebih tinggi golongannya karena keangkuhannya.
  23. Raksogana bhojana; Roh dipotong-potong, dimakan dagingnya dan diminum darahnya oleh raksasa yang dulu semasih hidupnya menjadi korbannya. Roh orang yang mengorbankan manusia kepada Bhairawa, lalu memakan daging korbannya, Orang yang mempersembahkan manusia sebagai tumbal.
  24. Sulaprota; Roh ditusuk dengan jarum-jarum tajam seperti tombak, menderita kelaparan dan kehausan, dan dikoyak oleh burung-burung berparuh tajam. Roh orang yang membunuh binatang-binatang yang dulu pernah disayanginya, Roh orang yang membunuh hewan piaraan.
  25. Dandasuka; Roh digigit oleh ular-ular berkepala 5 atau 7, seperti sedang memakan tikus. Roh orang yang memberikan penderitaan kepada mahluk-mahluk hidup lain karena selalu merasa dengki dan marah.
  26. Avata Nirodhana; Roh didorong ke dalam sumur gelap penuh asap beracun yang mencekik leher. Roh orang yang mengurung atau menahan mahluk hidup lain di dalam gua di gunung, lumbung, sumur gelap dan sangkar.
  27. Paryawartana; Roh disambar oleh burung-burung ganas dan dicongkel matanya. Roh orang yang marah dan kasar tanpa alasan kepada tamu, khususnya bagi orang yang telah berumah tangga.
  28. Sucimukha; Roh dijahit seluruh badannya dengan benang seperti menenun kain. Roh orang yang sangat bangga akan kekayaannya, sampai-sampai dia takut kehilangan hartanya sehingga ia mencurigai semua orang. Ia akan melakukan apa saja demi menambah hartanya, walaupun dengan jalan yang tidak benar.
  29. Karambhawaluka; Roh dipaksa berbaring di atas pasir panas membara. Roh orang yang membunuh mahluk lain dengan cara membakarnya.

Sumber bacaan " Dosa Menurut Hindu " Batasan Umat Dalam Bertingkah Laku Demi Mencapai Moksha, Oleh Ayu Rini. Ditulis dalam blog oleh Rare Angon Nak Bali Belog.

4 komentar:

  1. suport your blog teman, please visit me back on http://fasionkendal.blogspot.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks kawan Ninir Solfiyanti atas kunjungannya

      Hapus
  2. Szia köszönöm szépen a látogatást további szép napot kívánok :)

    BalasHapus

Buku Tamu