Rabu, 17 Juli 2013

Bhakti Kepada Lima Ibu, Dewa, Deha, Weda, Bhumi dan Desa

DADONG BALI nenek orang bali
Kasih Sayang Ibu

Bhakti kepada " Lima Ibu " memiliki pengertian yang amat luas yaitu " Ibu " sebagai tempat berteduh dan memperoleh rasa kasih sayang.  Menurut Swami Satya Narayana, umat Hindu hendaknya selalu berbhakti kepada " Lima Ibu " atau " Lima Mata " yang selalu mencurahkan rasa kasih sayangnya kepada kita . " Mata " dalam bahasa Sanskerta berarti " Ibu ". Adapun yang dimaksud dengan " Lima Ibu " adalah :



DEWA MATA atau Ibu Illahi adalah "sosok" pertama kepada siapa kita harus berbhakti. Ibu Illahi itu adalah Tuhan dalam manifestasinya sebagai Dewa Mata. Orang yang selalu berbhakti kepada Tuhan akan memperoleh curahan kasih sayang-Nya. Mengapa harus berbhakti kepada-Nya ? Brahman adalah Maha Pencipta, Maha Pemelihara dan Maha Pelebur. Tuhan telah menciptakan alam semesta termasuk bumi sebagai tempat tinggal kita dan kemudian melindunginya. Juga telah menciptakan hewan, tumbuh-tumbuhan, air, api dan lain-lain agar kita dapat hidup dengan wajar. Karena itu sebagai umat manusia, kita banyak sekali hutangnya kepada Tuhan. Hutang itu tentu harus dibayar. Salah satu cara pembayarannya adalah dengan berbhakti kepada-Nya.

DEHA MATA. Bhakti kepada ibu yang melahirkan kita. "Deha" dalam bahasa Sanskerta berarti badan. Deha Mata yang dimaksud adalah ibu yang melahirkan kita. Sebab ibu kita itulah yang melahirkan kita dari badannya. Sebagai anaknya, kita tentu juga mempunyai banyak utang  kepada ibu. Sejak dalam kandungan, kemudian dilahirkan, dipelihara, dibesarkan, diberikan susu dan berbagai macam makanan, disamping pembinaan, pendidikan dan lain-lain, semuanya mengakibatkan kita mempunyai banyak hutang yang harus dibayar kepada ibu. Caranya adalah dengan berbhakti kepadanya. Artikel Pengabdian seorang Ibu



WEDA MATA. Weda disini diartikan sebagai ilmu pengetahuan. Sebagai Kitab Suci, Weda juga melahirkan berbagai macam ilmu pengetahuan. Karena itu Kitab Suci Weda lalu dipandang sebagai ibu, yang harus dihormati, harus dipuja. Artinya rasa bhakti umat Hindu pun hendaknya ditujukan kepada Kitab Suci Weda sebagai Ibu Ilmu Pengetahuan, sebagai Weda Mata. Apalagi karena Weda merupakan himpunan wahyu atau sabda Tuhan Yang Maha Esa. Disamping itu Weda dinyatakan pula sebagai yang melahirkan dua macam ilmu pengetahuan, yaitu :
  • Para Widya atau ilmu pengetahuan ketuhanan
  • Apara Widya atau ilmu pengetahuan tentang ciptaan Tuhan ( Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit )

BHUMI MATA. Bhumi yang dimaksud adalah alam semesta, dimana umat manusia hidup dan berkembang. Alam semesta yang diciptakan oleh Tuhan itu telah memberikan berbagai kenikmatan kepada kita. Alam semesta memberikan kepada kita makanan, memberikan kepada kita hewan dan tumbuh-tumbuhan serta berbagai macam barang lainnya yang pada dasarnya menyebabkan kita semua dapat hidup dengan layak. Karena itulah umat manusia sepatutnya menyampaikan juga rasa bhaktinya kepada alam semesta sebagai Bhumi Mata atau Ibu Alam Semesta. Baca Bangga Beragama Bhumi.

DESA MATA. "Desa" artinya petunjuk menurut konsep Kitab Suci Weda. Petunjuk ini adalah kerokhanian, petunjuk bagaimana semestinya kita hidup agar dapat memperoleh kebahagiaan. Baca Kebahagiaan Bukanlah Reaksi. Petunjuk kerokhanian ini merupakan Ibu bagi umat manusia, karena dengan mengikuti petunjuk itu kita dapat hidup dengan aman, damai dan sejahtera. Karena itu sudah sewajarnyalah kalau umat manusia mewujudkan rasa bhaktinya kepada Desa Mata sebagai Ibu yang telah memberikan petunjuk yang baik, sebagai pedoman bagi kita untuk hidup bahagia.

Sumber bacaan buku Brahman, Eksistensi, Perwujudan dan Sifat-Sifat Tuhan Menurut Kita Suci dan Susastra Hindu Lainnya, oleh Drs.K.M. Suhardana. Ditulis dalam blog oleh Rare Angon Nak Bali Belog (RANBB)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Buku Tamu

Artikel Umat Hindu