Selamat Datang

Gowes Menyan Gunung Bunder Halimun

GOWES GUNDER MENYAN SAH BERSEPEDA kini menjadi kebutuhan manusia, kesadaran akan kesehatan semakin diperhatikan, mengingat pola ke...

Minggu, 25 Agustus 2013

Wisata Keliling Dunia

TARI TENUN
Tersenyumlah
Salam Senyum. Sekelompok orang kaya melakukan wisata berlayar keliling dunia. Sebelum berangkat, mereka berpesan pada keluarganya masing-masing. "Tolong jangan mematikan handphone, supaya mudah menghubungi dikala aku butuh bantuan darurat." Mereka berucap sambil melambaikan tangan perpisahan.

Menjelang berangkat, keluarganya sudah menyiapkan orang-orang, jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Karena sebelumnya sudah mendapat firasat buruk.

Dikumpulkan tiga kelompok orang: pertama, teman-temannya sesama orang kaya, pejabat dan pengusaha. Kedua, profesional idealis yang ahli dalam metode dan cara penyelamatan di laut. Ketiga, rohaniawan yang kegiatannya mendoakan orang.

Dalam perjalanan, tiba-tiba kapalnya dihantam badai yang sangat ganas di samudera lepas. Sebelum kapal tenggelam, dia sempat menghubungi keluarganya dan mengabarkan bahwa dia dalam keadaan bahaya. Cuaca amat buruk, badai mengamuk, gelombang sangat dahsyat di laut lepas. "Tolong, tolong, kapal segera tenggelam !" Begitu kalimat terakhir terdengar sebelum Hp-nya tidak bisa dihubungi lagi.

Tanpa berpikir panjang, keluarganya segera mengumpulkan ketiga kelompok yang telah disiapkan. Kemudia menanyakan, "Siapa diantara Bapak-bapak yang bisa menyelamatkan saudara kami yang tertimpa bahaya di laut lepas ?"

Kelompok orang kaya menjawab, "Kami bisa mengirimkan alat-alat yang paling canggih ke sana, Tapi kami tidak tahu lokasinya, dan kami tidak mampu melawan badai sedahsyat itu walaupun dengan kapal dan peralatan yang tercanggih sekali pun."

Kelompok profesional idealis menjawab, "Kami tahu metode dan cara-cara menyelamatkan diri, akan tetapi pesawat dan kapal yang kami tumpangi tidak bisa melawan badai dan menembus cuaca terburuk ini. "


Kelompok spiritual menjawab, "Kami hanya bisa membantu dengan doa, sekarang mari kita lakukan doa bersama secara khusuk, agar Tuhan menyelamatkan saudaramu yang tertimpa bencana, karena semua kehidupan ini diciptakan, dipelihara, dan juga dimusnahkan oleh Beliau."

Dalam keadaan sangat panik dihempas badai, dia bingung kepada siapa harus meminta pertolongan. Merasa tidak berdaya lagi, kemudian dia secara ikhlas menyerahkan dirinya kepada Tuhan dengan terus menyebut keagungan-Nya. Saking khusuknya berdoa sambil berusaha menyelamatkan diri, ia akhirnya tidak sadarkan diri.

Saat sadar kembali, dia sudah berada di sebuah gubuk nelayan dengan didampingi keluarga, teman-teman dan masyarakat sekitar. Beberapa wartawan juga langsung meliput kejadian yang mustahil tersebut. Orang bisa seamat dari amukan badai terdahsyat sepanjang jaman.
Kemudian wartawan dengan sangat heran bertanya kepada orang yang selamat dari bencana, "Bagaimana saudara bisa selamat dari bencana ini ?"

Dengan penuh syukur korban yang selamat menjelaskan, "Saya selamat karena kebesaran Tuhan yang menolong saya lewat doa-doa yang kami panjatkan saat menghadapi bencana."

Salam Senyum
Hanya dengan doa kita bisa selamat dari bencana di luar kemampuan manusia.



Sumber bacaan buku Senyum Ya, Tersenyumlah oleh Arsiawan Adi. (RANBB)

6 komentar:

  1. Info Yang Bagus,Jangan Lupa Mampir Lagi Yah

    BalasHapus
  2. Keren artikelnya... salam kenal sob

    BalasHapus
  3. Thanks atas kunjungan dan supportnya, goodlucky all

    BalasHapus
  4. waaah keren nih infonya :D
    jangan lupa kunjung balik yaaa :D

    BalasHapus
  5. Salam sukses.. Semoga Bali selalu membawa harum Indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih buat, kawan Lexo, sobat Tugas 1596357 dan Sahabat Andy Feisal yang telah berkunjung dan memberikan supportnya,

      Hapus

Buku Tamu