Selamat Datang

PHDI Provinsi Banten

Ida Bagus Alit Wiratmaja terpilih menjadi ketua PHDI Provinsi Banten Lokasabha IV  provinsi Banten telah terlaksana kemarin, 2...

Selasa, 21 Oktober 2014

PAMANCANGAH DALEM KRAMAS (BENDESA MAS)

Putih Kuning
TEDUNG JAGAT
Sri Aji Dalem Kramas yang berkuasa di wilayah Kramas adalah keturunan Sri Dalem Wira Kesari, ksatria dari Kediri. Beliau berputra I Dewa Kramas yang kemudian pindah dan menetap di desa Taro. Beristrikan putri Pangeran Bandesa Taro, yang kemudian melahirkan tiga orang putra dan putri. Yang sulung bernama Pangeran Gading Warni, menjadi pemuka desa di desa Gading Wani, adiknya bernama Pangeran Bandesa Mas menjadi penguasa di desa Mas, dan si bungsu bernama Ni Luh Ayu Rukmi yang diperistri oleh Ki Gusti Pasek Pasar Badung dan berputrakan Ki Pangeran Bandesa Manikan dan I Gusti Pasek Manik Mas. 

Selasa, 14 Oktober 2014

Mengapa Kita Perlu Sorga ?

misteri kematian
Mengungkap Misteri Kematian
 Sorga. "Di surga sama sekali tidak ada ketakutan. Engkau, O Kematian, tidak di sana. Di tempat itu pikiran menjadi tua tidak membuat gemetar. Di sana, bebas dari lapar dan haus, jauh dari jangkauan kesedihan, semua bahagia dan gembira"

Teks diatas dengan jelas menyatakan Sorga itu bersifat rohani. Yang hidup di Sorga adalah Jiwa, tanpa badan. Jiwa itu kekal, tidak menjadi tua, mati. Tidak lapar atau haus. Tidak sedih. Karena Jiwa adalah kenyataan, kesadaran dan kebahagiaan murni. Jiwa mencukupi dirinya sendiri (subsistent spirit), ia tidak memerlukan apapun dari luar dirinya, dan tidak apapun dari luar dirinya yang mempengaruhinya. Jadi Sorga Hindu bukanlah tempat untuk memperoleh semua kenikmatan badan tanpa batas. Baca Aku Hanya Minta Kwangen


Mengapa kita perlu Sorga ?


Sabtu, 11 Oktober 2014

Tutur Bhuwana Mareka

TUTUR BHUWANA MAREKA 

dupa
Bunga Dupa dan Tirtha
Tutur Bhuwana Mareka adalah lontar yang memuat ajaran tentang Siwa. Bahasa yang digunakan adalah bahasa campuran antara Bahasa Jawa Kuno dan Bahasa Sansekerta yang disajikan dalam bentuk sloka. Adapun materi pokok yang diajarkan dalam Lontar Bhuwana Mareka ini adalah pengetahuan tentang “ilmu kadyatmikan” yang dapat dijadikan oleh para yogi atau para jnanin untuk mencapai kalepasan/kamoksan. 



Sang Hyang Mareka sesungguhnya adalah awal dan akhir segala yang ada. Ia adalah Sunya, pokok ajaran Bhuwana Mareka. Ia adalah Sang Hyang Utama yang sesungguhnya tidak diketahui oleh siapapun. Rahasia diantara yang rahasia. Ia yang misteri ini selalu dirindukan oleh orang-orang suci, maka selalu direnungkan dalam sanubari. Ialah tujuan dan hakekat ajaran kamoksan. 


Sabtu, 04 Oktober 2014

BABAD BULELENG, BABAD ARYA GAJAH PARA, BABAD KI TAMBYAK

sidhakarya
Topeng Sidhakarya

BABAD BULELENG, BABAD ARYA GAJAH PARA, BABAD KI TAMBYAK

TEKS DAN TERJEMAHAN (2000)


BABAD BULELENG
Diceritakan setelah kalahnya Raja Bedahulu di Bali, akhirnya keadaan Bali pada saat itu menjadi tenang, sedangkan Patih Nirada Mada menjadi tidak senang. Disebutkan ada seorang pendeta yang sangat sempurna bernama Dang Hyang Kepakisan. Beliau berputra tiga orang laki-laki dan seorang wanita. Salah satunya dimohon menjadi raja oleh Gajah Mada di Bangsul (Bali) bernama Sri Dalem Kresna Kepakisan. Baginda beristana di Samprangan, dan setelah beberapa generasi terakhir digantikan oleh Dalem Sagening. Diceritakan pula Arya Kepakisan menjadi mahapatih di daerah Bali. Beliau berputra dua orang yaitu Arya Nyuh Aya dan Arya Asak.