DIJUAL CEPAT VILLA

DIJUAL CEPAT VILLA

Lokasi : Jln . Raya Uluwatu No. 2B, Kuta Selatan

Denpasar Bali – (Lokasi sebelum GWK)

Luas Tanah : 700 M2

Luas Bangunan : 400 M2

SPECC : 1. 3 Kamar Tidur + Kamar Mandi

2. Ruang Makan

3. Ruang Keluarga

4. Dapur

5. Tempat Jaga

6. Kolam Renang

Listrik : 10.000 Watt

Harga : Rp. 10.000.000.000,- (Sepuluh milyar rupiah)

Bisa nego langsung pemilik

Status : SHM

Regards

Made L. Wijaya

HP. 0812 949 9049

HP. 0813 1102 2449

Informasi Lengkap silakan Klik :

http://olx.co.id/iklan/villa-dijual-cepat-IDoDbbL.html

Senin, 26 Mei 2014

Indu dan Windhu

windhu
Matahari diatas Kepala
INDU dan WINDHU. Pada tanggal 20 Maret 1996, bertepatan dengan Tilem Caitra (tilem kesanga) Karya Agung Eka Bhuwana digelar di kaki Gunung Agung. Ada peristiwa penting yang patut kita catat yang terjadi pada saat itu.
Pada saat itu sesungguhnya terjadi peristiwa alam yang jarang terjadi, yaitu bhumi, bulan (Indu) dan matahari (Windhu) dalam satu garis lurus tegak di atas khatulistiwa, garis tengah bhumi. Sebagaimana diketahui pada tanggal 20 Maret pada tahun Kabisat (angka tahun habis dibagi empat) Matahari tepat berada di atas garis Khatulistiwa, dimana waktu siang dan malam menjadi sama 12 jam (pada tahun biasa matahari tegak di atas Khatulistiwa pada tanggal 21 Maret).

Peristiwa alam seperti ini menjadi sangat penting bagi penentuan Subhadiwasa, hari baik penyelenggaraan sebuah karya agung yang didasarkan atas wawasan kesemestaan. Peristiwa alam seperti itu, dimana bhumi, bulan (Indu) dan matahari (Windhu) dalam posisi lurus dan tegak, adalah bagaikan Omkara ngadeg (aksara suci OM yang tegak berdiri).


Omkara disuratkan sebagai aksara suci yang menyimbulkan bhumi (Okara), bhulan / candra / Indu, matahari / Windhu dan bintang-bintang, naksatra atau nada. Oleh karena itu OM sebagai pranawa mantra disebut juga sebagai lagu Brahma (nada Brahma) atau lagu alam semesta. Baca artikel Om, is the most inportant symbol in Hinduism
Alam Semesta yang terdiri atas benda-benda bersinar di langit, disebut sebagai Brahmanda (Brahma-anda) atau "Telor Brahma". Benda-benda bersinar tersebut adalah telor-telor atau bulatan-bulatan yang memancarkan sinar, dan sinarnya berasal dari sinar Surya. Oleg karena itu Surya / Aditya disebut-sebut sebagai sumber kehidupan, sumber cahaya.

Selasa, 20 Mei 2014

Selamat Hari Raya Kemenangan Dharma

Kuningan
Galungan Day
DHARMA tidak mempunyai prasangka atau sikap berat sebelah; ia sarat dengan kebenaran dan keadilan. Karena itu, manusia harus taat mengikuti Dharma; ia harus waspada agar  jangan sampai berjalan bertentangan dengannya. Salahlah bila manusia menyimpang dari Dharma. Jalan Dharma menghendaki agar manusia melenyapkan rasa benci kepada sesamanya dan memupuk kerukunan serrta hubungan yang bersahabat. Melalui kerukunan dan persahabatan, dunia akan tumbuh dari hari ke hari menjadi tempat yang diliputi kebahagiaan. Bila hal ini tetap mantap, dunia akan bebas dari kemelut, kekacauan, ketidakterikatan dan ketidakadilan.

Apa pun juga yang kau kerjakan, terlebih dahulu engkau harus memahami makna yang sebenarnya. Kemudian, usahakanlah setiap hari demi kebaikanmu. Dengan cara ini, kebijaksanaan akan tumbuh dan engkau akan memperoleh sukacita dan karma. Orang yang bijaksana, yang tidak berat sebelah dan tidak berprasangka, yang berpegang teguh kepada Dharma, menempuh jalan kebenaran sebagaimana diperintahkan oleh Weda. Itulah jalan bagi umat manusia sekarang ini.
 Baca Artikel Sudahkah Dharma Mengalahkan Adharma?

Pengetahuan Dharma diperoleh melalui tiga tahap sebagai berikut :

Minggu, 11 Mei 2014

Nama-nama Tuhan : Kunci Menuju Keabadian

hindu banten
Ishvara Sarva Bhuutanam
NAMASMARANA. Dalam jaman spiritual ini, mengulang-ulang nama Tuhan merupakan sebuah latihan yang cukup untuk memberkati kita dengan kebebasan spiritual. Walaupun jaman sekarang ditandai dengan kemerosotan spiritual, namun jaman sekarang adalah jaman yang paling mudah untuk bisa lepas dan bebas dari lingkaran kelahiran dan kematian. Naskah-naskah Hindu menjelaskan ada empat jaman atau yuga yang mana setiap yuga berlangsung selama ribuan tahun. Jaman sekarang disebut dengan nama jaman kali yang ditandai dengan kurang adanya kebajikan di dalam masyarakat dan kehidupan perseorangan. Bagaimanapun juga, karena begitu luasnya penyebaran kejahatan diantara orang-orang sehingga sedikit orang dari kita yang mendapatkan rahmat Tuhan.

Jaman sekarang yang dijelaskan oleh naskah-naskah suci merupakan jaman yang mendukung untuk mendapatkan kebebasan, sedangkan pada jaman sebelumnya adalah dengan melakukan olah tapa yang keras, sedangkan di jaman kali dimana kalian berada sekarang hanya dengan Namasmarana (mengingat nama Tuhan) adalah sarana untuk mendapatkan kekebasan !
 

Senin, 05 Mei 2014

Upakara untuk Hari Raya Galungan

kuningan
Ngaturang Bhakti
Umat Hindu Bali dimanapun berada dalam waktu dekat akan melaksanakan hari Raya Galungan yang menurut Kalender Bali jatuh pada Budha Kliwon Dunggulan. Upacara pada hari ini bertujuan untuk memohon kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, Ida Bhatara-Bhatari dan para Leluhur agar kita diberikan keselamatan jiwa, raga, murah sandang pangan, papan dan murah rejeki. Di Samping itu kita pula menghaturkan terima kasih atas anugerah yang telah kita terima yang berupa; makanan, minuman, pakaian, keselamatan dan sebagainya, untuk memelihara hidup kita. Lihat hari raya lain di Kalender Bali.

Adapun upakara-upakaranya :

  1. Untuk dipelinggih utama : Tumpeng Penyajan, tumpeng wewakulan (Jerimpen Dewa), Ajuman, Canang meraka, Pasucian, Canang burat-wangi atau yang lain. Upakara ini ditaruh pada suatu tempat pengayatan dan banyaknya tiga soroh, denganperlengkapannya berwarna tiga Merah, Putih dan Hitam.
  2. Pada pelinggih yang kecil seperti Ulun Sawah (ladang), Tugu dan sebagainya; Tumpeng Penyajan, Ajuman, Canang Meraka, Pesucian dan Canang Genten
  3. Untuk para gumatat-gumitit seperti rayap, semut, alat perlengkapan untuk bekerja sehari-hari (disawah, dirumah, dan sebagainya) ; Tumpeng Penyajan dan Canang Genten
  4. Untuk di peparuman; Sesayut, Pengambyan, Peras, Penyeneng, Dapetan, Jerimpen, Gebogan, Pajegan, Pesucian dan lain-lainnya, serta sedapat mungkin memakai daging babi (be celeng ;red)