Kamis, 17 Desember 2015

Paribasa Bahasa Bali

Basa Bali iraga naler medue Peribahasa utawi paribasa. Paribasa Basa Bali sekedi Sesonggan, Sesenggakan, Bebladbadan, Sesawangan, Wewangsalan, utawi Seloka, kantun becik ring semeton Bali sane mayusa petang dasa tibanan. Puniki dados uratian para janane sami mangdane Paribasa Basa Bali kantun ajeg ngantos mangkin kauningan olih alit-alit druwene, punapi antuk mangda budaya lan warisan leluhur nenten kegentosin antuk basa-basa gaul sane nenten manut. 

Ring galahe sane becik puniki, titiang Rare Angon Nak Bali Belog, jagi ngewehin akidik parindikan Paribasa Basa Bali, melarapan antuk gambar JPEG, mangdane prasida ke sharing ring semetone sami.

 
paribasa basa bali
Satak Kuang Selawe - Nyebak

Selasa, 01 Desember 2015

Musuh; Jauh Dekat Sama Saja

Apakah Anda memiliki Musuh ?. Sebaik-baiknya orang memiliki musuh, musuh yang sangat dekat bahkan tidak ada yang membatasinya. Musuh yang berasal dari dalam diri adalah musuh yang paling dekat. Musuh jauh dekat sama saja, sama-sama musuh yang dapat menjadi penghalang setiap manusia untuk mencapai tujuan, lebih-lebih tujuan mulia hidup di bumi ini. Selalu akan dihalangi oleh musuh-musuh kita, baik musuh dari luar diri kita maupun musuh yang berasal dari diri kita. Bagaimana kita memahami musuh yang berasal dari dalam diri ? Bagaimana cara menanggulangi musuh sendiri ?

Selasa, 17 November 2015

Lowongan Drafter 3D


jasa 3d
Design Denah Warna
Perkembangan pembangunan perumahan untuk memenuhi kebutuhan hidup primer memang tidak dapat dihindari. Setiap keluarga membutuhkan tempat tinggal, rumah idaman dan rumah yang nyaman. Rumah sebagai tempat tinggal yang nyaman dan idaman ini tidak terlepas dari para Arsitek-arsitek yang mendesgn nya.  arsitek, bangun rumah, biro arsitek, desain arsitektur, desain interior, desain rumah, gambar 3D, gambar kerja, konsultan arsitek, konsultan property, , real estate, arsitektur, biro arsitek, desain arsitek, desain rumah tinggal, fee desain rumah, gambar kerja, harga desain rumah, rumah tinggal.

3dimpressions
3d impressions

Saya sebagai penyedia jasa 3d, 3d artist impressions http://eben3d.blogspot.com memberikan jasa pembuatan perspektif 3d dengan cepat,murah dan berkualitas.


 

Senin, 28 September 2015

Sanghyang Rare Angon, Pengembala Pikiran

ciledug
Pura Dharma Sidhi
Sanghyang Rare Angon, Pengembala Pikiran. Setelah tiang menyelesaikan menyusun buku sejarah Berdirinya Pura Dharma Sidhi Ciledug Tangerang, yang tiang susun berdasarkan fakta sejarah berupa dokumentasi, literatur, dan yang utama dari hasil wawancara kepada para pelaku sejarah, sekaligus sesepuh serta pendiri. Buku tersebut telah pula dicetak yang hanya bersifat intern banjar Ciledug saja. Buku ini merupakan buku pertama tiang dalam menulis, dan menjadi kebanggaan tersendiri. Tiang mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pandita, Pinandita, Pendiri, Umat di wilayah Ciledug dan Sekitarnya yang telah membangun sebuah Pura yang sangat megah dan berperan sangat penting bagi umat Hindu di wilayah ini.

Kembali ke Sanghyang Rare Angon, Pengembala Pikiran. Blog yang tiang buat sejak tahun 2010 ini memiliki nama Rare Angon. Namun terus terang tiang baru menyadarinya sekarang, setelah membaca buku Sakti Sidhi Ngucap, karya Putu Yuliantara. Kita adalah sebagai perwujudan sanghyang rare angon. Ini merupakan salah satu nasehat yang sangat kaya dari lontar-lontar Bali, dimana kita disebut sebagai perwujudan sanghyang rare angon, atau bocah pengembala, yang mana tugas kita adalah mengembalakan pikiran, perasaan, perilaku dan kesadaran kita agar bisa secara bersama-sama dan beriringan mengantarkan kita pada kehidupan yang membahagiakan (jagathitta) dan kesadaran spiritual (moksartam). (buku Sakti Sidhi Ngucap, hal 30)

leak bali
Sakti Sidhi Ngucap
Sebagai seorang rare angon, sebagai seorang yang sedang mengembalakan diri, mengembalakan pikiran, perasaan dan perilaku dan mengarahkannya pada tujuan yang ingin dicapai. Ilmu yang menjaga kita agar ada di ladang-ladang "yang sesuai", bukan malah tersesat dalam kehilangan arah dalam kehidupan sehingga kita bahkan menjadi "santapan" berbagai keliaran yang ada di dalam diri dan kehidupan.

Sebagai seorang rare angon kita tentu memiliki batasan seluas apa padang pengembalaan kita. Namun, pagar pembatas tersebut sering kali terlalu sempit, bukan karena memang kita memiliki pagar yang sempit, namun karena kita sendiri yang memenjarakan diri dalam padang sempit tersebut dengan pola pikir dan cara-cara hidup yang membatasi diri, kita sendiri yang mempersempit "pintu akal" kita sehingga apa-apa menjadi "tidak masuk akal".

Kedua hal ini, sangat menyenangkan tiang, buku-buku koleksi tiang pun bertambah :) jumlahnya (103 dengan berbagai judul tentang Bali), klik disini

Minggu, 30 Agustus 2015

Pujawali Parahyangan Agung Jagatkartta

Di saat Pulau Bali dihebohkan dengan iklan lowongan kerja yang menyinggung umat Hindu, di pulau lain tepatnya di Jawa, Umat Hindu sedang mempersiapkan Pujawali Pura Parahyangan Agung Jagatkartta Gunung Salak, yang jatuh pada Purnamaning Sasih Ketiga, 29 Agustus 2015.

Selain Parahyangan Agung Jagatkartta Taman Sari Gunung Salak yang melaksanakan pujawali pada Purnamaning Sasih Ketiga dihari saniscara kliwon krulut tersebut, ada banyak Pura yang juga memiliki hari pujawali yang sama. Di Jakarta dan Banten ada Pura Kertajaya Tangerang, Pura Radhitya Dharma Cibinong dan Pura Widya Dharma Cibubur. Dan dapat diyakini masih banyak Pura di Indonesia yang melaksanakan pujawali pada hari itu, karena bertepatan dengan Saniscara Kliwon Krulut atau Tumpek Krulut dan Purnamaning Sasih Ketiga.



Berikut foto dokumentasi I Rare Angon saat Ngiring Pekuluh ring Pujawali Parahyangan Agung Jagatkartta Gunung Salak, Lihat
Topeng Bondres
Foto-foto Tari Wali saat Pujawali Parahyangan Agung Jagatkartta, klik disini


Pujawali Parahyangan Agung Jagatkartta
Selaku umat Hindu yang ada di luar Bali, kegiatan-kegiatan dalam persiapan dan pelaksanaan pujawali disuatu pura tidak berbeda dengan di Bali. Namun ada satu hal yang unik atau berbeda yaitu Ida Bhetara sesuhunan dari pura yang tidak melaksanakan pujawali lunga ke Pura yang sedang melaksanakan pujawali. Sering kita sebut dengan Ngiring Pekuluh. Hal yang sangat baik untuk tetap dilaksanakan karena akan mempererat persatuan umat Hindu secara sekala, serta meningkatkan sradha Bhakti kita kehadapan Ida Hyang Widhi Wasa. Ini merupakan suatu kebahagiaan titiang sebagai umat karena dapat ngaturang bakti disaat Ida Bhetara tedun memberikan penugrahan ring umatnya.

Kebahagiaan titiang yang ke dua adalah terpampangnya gambar 3d Bale Banjar Parahyangan Agung Jagatkartta yang akan dibangun. Sebagai umat dapat ngaturangayah melarapan antuk gambar 3Dimensi, dumogi segera dapat terealisasi, Om Swaha. (RANBB)

Selasa, 18 Agustus 2015

Yadnya Yang Bersifat Abstrak

banten bali
Persembahanku Bhaktiku
Yadnya yang bersifat abstrak, yaitu dapat berupa sikap Tapa, Brata, Yoga dan Semadhi serta berupa Doa dan rasa syukur pada Tuhan dan kepada sesama. Yadnya ini dilaksanakan oleh beliau yang tingkat Jnananya telah tinggi sebagaimana halnya Yogi yang disebut dalam tingkatan Para Bhakti. Dilihat dari bentuk Yadnya dibagi menjadi dua bagian yaitu Yadnya yang bersifat riil (nyata) dan Yadnya yang bersifat abstrak. Yadnya yang bersifat riil (nyata) dapat berupa persembahan atau kurban scui berupa upakara / banten kehadapan Tuhan, atau dapat berupa sumbangan / punia kepada sesama umat dan atau punia saat persembahyangan serta dalam hal pembangunan tempat suci. Yadnya inilah yang dimaksudkan kedalam tingkat Apara Bhakti.

Segala aktivitas yang diupayakan oleh umat manusia sudah tentu memiliki tujuan. Tanpa tujuan semua perbuatan itu tidak ubahnya seperti kendaraan tanpa pengemudi, yakni akan tidak menentu arah yang akan dituju. Demikian halnya umat manusia dalam melaksanakan Yadnya, adalah bertujuan bhakti kehadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa untuk menuju dan pencapaian hidup sejahtera dan bahagia atau kelepasan serta menyatu dengan Sang Pencipta.

Untuk pencapaian itu, ada disebutkan dalam kitab Manawa Dharmasastra VI.35 sebagai berikut :


"Mani triyapakrtya manomokse nivesayet, anapakrtya moksam tu sevamano vrajatyadhah"


Artinya :
Kalau ia telah membayar tiga macam hutangnya (kepada Tuhan, Leluhur dan Orangtua), hendaklah ia menunjukkan pikirannya untuk mencapai kebebasan terakhir. Ia yang mengejar kebebasan terakhir ini tanpa menyelesaikan akan tenggelam ke bawah (neraka).


Selasa, 04 Agustus 2015

Upacara Entas-Entas Hindu Sumatera

Ratusan Umat Hindu Sumsel Menggelar Upacara Entas-Entas Di TPKS Gandus

Ratusan Umat Hindu di Sumsel menggelar Upacara Entas-Entas di anak Sungai Musi di depan Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya Gandus dan dilanjutkan sembahyang di Pura Agung Sriwijaya Palembang Seduduk Putih Sabtu 1 Agustus 2015.


Menurut Ketua Brahwidya PHDI Pusat Ide Pandite Empu Jaya Acharya Nanda mengatakan, Upacara Entas-Entas ialah perayaan untuk menyempurnakan atau menyucikan keabdian arwah hidup atau leluhur umat Hindu sisa dari Kerajaan Sriwijaya, arwah leluhur tersebut penganut Siwa Bayrawatantrek dan Budha Bayrawatantrek yang merupakan korban dari peperangan runtuhnya dari Kerajaan Sriwijaya di Sumatera Selatan.

Sementara itu menurut penasehat panitia acara Entas-Entas IGB Surya Negara mengatakan, Entas-Entas adalah menyucikan arwah leluhur yang belum sempat disucikan, diantara leluhur yang belum menyatu dengan Tuhan, ia berharap dengan adanya upacara acara ini semua menjadi selamat hidup, kerukunanan dan damai dengan antar umat beragama. Baca tentang Doa Pangentas Membebaskan Roh

Sementara itu menurut Philip warga negara Belgia yang mengikuti Upacara Entas-Entas mengaku, sangat menyukai kebudayaan upacara religi umat Hindu.

Setelah upacara acara ini dilanjutkan besok acara di Candi Bumi Ayu Kabupaten PALI.

Selasa, 14 Juli 2015

Dharman Purushalakshanam

dharma
Hari Kemenangan Dharma
 Dharman Purushalaksanam " Menjalankan Dharma merupakan tanda bahwa engkau adalah manusia ".  Prinsip-prinsip Dharma tidak akan berubah menurut kesenangan manusia. Dharma itu abadi. Dharma tetap Dharma, dahulu, sekarang dan selamanya. 

"Chaathurvarnyam mayaa srishtam guna karmavibhaagash" demikian dinyatakan dalam Bhagawad Gita; artinya jelas sekali, yaitu 'Aku telah menciptakan keempat kasta dan mengelompokkan mereka berdasarkan sifat serta kegiatan mereka'. Tetapi, dengan berpegang pada segala argumen dangkal dan penalaran kosong, banyak orang mengikuti Dharma yang berkenan di hati mereka, dan tanpa rasa takut kepada Tuhan atau dosa, mereka menyeret orang-orang yang tidak berdosa dan orang-orang yang bodoh (belog)ke jalan yang salah pula. 

Itulah sebabnya mengapa kadang-kadang Tuhan turun ke bumi untuk menolong mereka yang tertindas dan untuk menegakkan kembali Dharma. Itulah yang menyebabkan Tuhan menjelma. Hal ini telah dinyatakan dengan lantang dalam Gita sebagai berikut :

"Dharma samsthaapanaarthaaya sambhavaami yuge yuge"
'Untuk menegakkan dharma Aku lahit ke dunia dari masa ke masa' (BhagawadGita 4.8)


Kamis, 25 Juni 2015

Ngambar 3D Telung Dimensi

I Rare Angon sebilang dina wantah ngambar telung dimensi (dimensi sing tawang basa Baline). Telung dimensi (3d) puniki kagambar ngangge software (buin sing tawang), software autocad. Uli nedas lemah nganti kepeteng geginane wantah ngambar, ngambar tur ngambar. Boya ja dueg ngambar, sakewala komputere ane ngambar. Jaman sekadi mangkin, ketrampilan iraga sane mautama, ketrampilan kaperluang ring sekancan genah mekarya.

Seluwir kekaryan ring jagate, medasar antuk ketrampilan. Sira sane terampil pastika ngamolihang genah mekarya sane becik. Terampil ngambar bisa maan gae tur kapecarya olih anak siosan. Terampil mengatur bisa dados boss, terampil mengelola uang bisa dadi bendahara utawi bagian keuangan.

Niki silih situnggil hasil ngambar I Rare Angon, sane siosan dados rauh ring blog http://eben3d.blogspot.com

jasa 3d
Wantilan Pura
Gambar Wantilan puniki I Rare Angon ngaturangayah ring Panitia Pembangunan. Dados nak Bali, ngaturangayah pinih mautama. Angayu bagia pisan I Rare Angon prasida ngaturangayah melarapan antuk ngambar puniki. Dumogi rigelis prasida kawangun wantilan puniki.

Ring semeton-semeton I Rare Angon, minab wanten sane kewangun ring genah druwene, sekadi sekolah pasraman, wantilan, titiang saking tulus iklas jagi ngaturangayah ngambar telung dimensi rancangan semeton. (RANBB)

Senin, 08 Juni 2015

Penyebab dari Penderitaan

Uang Koin Indonesia
 "Kebanyakan orang menderita karena mereka memiliki semua bentuk keinginan yang tidak masuk akal dan mereka sangat berhasrat untuk memenuhi semuanya dan merekapun gagal. Mereka sangat terikat pada semua bentuk dan nilai dari dunia ini. Hanya ketika keterikatan meningkat maka kalian akan menderita penderitaan dan sengsara." Sabda Sathya Sai 1, halaman 42-43

Penderitaan juga merupakan hasil dari perbuatan buruk kita di masa lalu. Setelah melalui berbagai kehidupan dan hidup dalam kebodohan dalam prinsip-prinsip spiritual, kita telah membangun sebuah gudang karma. Akibat dari perbuatan kita di masa lalu selalu mengejar kita seperti sebuah utang yang belum terbayarkan. Melalui kecerobohan dan maksud jahat, kita mungkin telah membuat yang lainnya menderita dan akibat dari perbuatan ini bahkan terus mengejar kita.



Senin, 04 Mei 2015

Ekajati Pemangku Bali

ekajati
Pemangku Bali
Mahasabha II Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) pada tahun 1968 menetapkan mengenai Ekajati. Yang tergolong ke dalam rohaniman dalam tingkat Ekajati selain Pemangku adalah Wasi atau Pinandita, Mangku Balian, Mangku Dalang, Pangemban, Dharma Acharya. Beliau-beliau ini tidak memiliki ikatan dengan suatu tempat suci tertentu, oleh karena itu rohaniman ini dalam tugasnya lebih bersifat umum, seperti menyelesaikan upacara perkawinan, upacara manusa yadnya lainnya, upacara kematian dan sebagainya. Baca Manggala Pinandita Pemangku

Menurut isi Lontar Raja Purana Gama, Ekajati yang tergolong Pemangku ini dibedakan menjadi 12 (dua belas) jenis sesuai dengan tempat dan kedudukan beliau-beliau ini dalam melaksanakan tugasnya. 


Senin, 13 April 2015

Nama dan Alamat Hotel di Bali

reog surabaya
Reog Ponorogo
Hello Gan n Sis, sebentar lagi liburan panjang anak sekolahan, yang lagi UN tetap semangat UN, dan para orangtua segeralah mencari tempat penginapan untuk berlibur nanti, jangan sampai kehabisan. Info Hotel, Bungalow, Resort, Pantai, Discount, Event, dapat dicari disini Hotel Murah di Bali

Berikut nama dan alamat Hotel, Bungalow, Resort :

Alila Jakarta Hotel Jl. Pecenongan Kav 7-17 Jakarta

Alila Manggis Hotel Desa Buitan, Manggis Bali


Jumat, 10 April 2015

Peralatan dan Sesajen Untuk Memandikan Jenazah

tikar pandan
Tikeh Plasa Pengulungan
 Peralatan dan Sesajen Untuk Memandikan Jenazah. Upacara Pitra-yajna adalah penyucian dan "meralina" serta penghormatan terhadap orang yang telah meninggal menurut ajaran agama Hindu. Upacara ini berlandaskan pada ajaran Tri-Rna, khususnya Pitra-Rna yaitu hutang karma kepada orang tua atau Leluhur. Oleh karena itu patut diselenggarakan oleh anak, cucu, para sentana dan keluarga terdekat. Baca Menghitung Jasa Leluhur





Peralatan dan Sesajen untuk memandikan jenazah.
  1. Pepaga. Sebagai tempat memandikan jenazah dibuatkan sebuah dipan darurat dari bambu; tingginya kira-kira 1 meter, panjang 2 meter dan lebar 75 cm. Dipan ini disebut "Pepaga". Sebagai alas digunakan dua lembar daun pisang yang masih utuh, lengkap dengan ujungnya. Yang dianggap baik untuk maksud ini adalah daun pisang kepok (pisang dangsaba)

Kamis, 02 April 2015

Bhagawan Abhyasa dan Cacing

hindu damai
Bunga Kehidupan
    Pandangan Hindu tentang hidup dan mati dengan jelas dinyatakan oleh Bhagavad Gita :"Bagi yang lahir,  kematian adalah pasti tentu. Bagi yang mati,  kelahiran adalah pasti ". (BG:II.27). Sebelumnya Bhagavad Gita menyatakan : "Setelah memakai badan ini, dari masa kecil hingga dewasa dan tua, demikian jiwa berpindah ke badan lain ". (BG.II.13)

Mati hanyalah satu babak, satu jarak, satu waktu istirahat dalam perjalanan manusia menuju kesempurnaan. Mahabarata menyampaikan cerita sebagai berikut :

Senin, 02 Maret 2015

Doa Pang-Entas Membebaskan Roh

naga banda
Naga Bali
Doa Pang-entas merupakan doa untuk orang yang meninggal, berfungsi sebagai pang-entas atau membebaskan roh yang terbelenggu oleh badannya. Doa pang-entas terdapat dalam Yayurveda XL.15. Doa pang-entas diucapkan sebagai doa bela sungkawa. 

Doa pang-entas (pengentas) ini sangat umum diucapkan pada saat pembakaran jenasah baik oleh putra-putri yang ditinggalkannya maupun masyarakat yang menghadiri upacara ini. 

Berikut adalah Doa pang-entas sebagai rasa bakti kita kepada leluhur:

Om Vayur anilam amrtam athedam
bhasmantam sariram
Om krato smara, klibe smara,
krrtam smara

Senin, 23 Februari 2015

Blog Photopocket "Pokoke Ketok"

Punya Blog itu tidak gampang. Blog seperti "peliharaan" yang musti dikasi "makan" dan "minum" agar bisa hidup dan berkembang. Banyak Blogger yang pada awalnya semangat untuk "melahirkan" Blog, memberi nama Blog, tetapi akhirnya menelantarkan Blog itu sendiri. Blog yang terlantar tanpa "pengasuh" hidup menyendiri dalam dunia maya. Hidup segan mati tak mau, begitu kata pepatah. Blog Photo juga banyak dan cendrung lebih mudah diupdate. Blog Photopocket "pokoke ketok" (yang penting kelihatan) tentunya lebih mudah, karena asal jepret, tidak perlu teknik yang bagus. Dan untuk update pun tidak perlu menulis, cukup dengan tagline nya saja. Baca Menjaga Kesehatan Blog Anda

Berikut hasil jepret Blog Photopocket "pokoke ketok" yang penting kelihatan. Teknik Panning yang ala kadarnya. Panning memotret objek bergerak dengan pergerakan lensa mengikuti objek, kecepatan objek sebanding dengan speed pada kamera, hanya itu yang ku tahu. :) Sisanya Klik dan Klik saja. Baca Menjaga Blog Tetap Eksis

Rabu, 04 Februari 2015

Upakara Dan Upacara Melasti, Tawur Kesanga Propinsi Banten

tahun caka 1937
Selamat Hari Raya Nyepi 1937
Kami umat Hindu Propinsi Banten, dalam rangka menyambut Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1937, yang jatuh pada 21 Maret 2015 Masehi, telah merencanakan kegiatan baik inti keagamaan yaitu Upacara Melasti dan Tawur Kesanga, juga kegiatan sosial budaya dan kemasyakrakan, dengan bakti sosial dan donor darah. Pembentukan kepanitiaan Hari Raya Nyepi untuk mempersiapkan secara teknis maupun non teknis, merencanakan kegiatan inti keagamaan upakara dan upacara Melasti serta Tawur Kesanga. Lihat susunan Kepanitiaan Nyepi Tahun Caka 1937 Propinsi Banten. 

Pelaksanaan Upacara Melasti/ Mekyis pada hari Minggu tanggal 15 Maret 2015 jam.10.00 Wib bertempat di Pantai Salira, Serang Banten. Manggala Upacara : Ida Pedanda Nabe Gede Putra Sidemen. 

Upakara Utama adalah : Sanggar Surya Upakara yang munggah : Suci Laksana 2 Soroh, Ayaban Tumpeng Solas, Tigasan, Gebogan Alit dan di Sor Surya Gelar Sanga. Pengeruak Karang dengan Upakara yang munggah Caru Ayam Brumbun satu soroh, dipuput oleh Pinandita. Di Lapan Upakara yang munggah : Tataban Palagembal, Sekar Setaman, Dansil, Ayaban tumpeng Solas dan sesayut lembaran

Di Sor : Upakara yang munggah Caru Panca Sata (ayam putih polos, putih siungan, ayam merah, ayam hitam, ayam brumbun) beserta kelengkapannya. Pewedan Pedanda Mepuja : Suci Alit asoroh, Daksina, Kelanan, Pras, Ajuman, Ayaban tumpeng Pitu, prayascita, Durmangala, Lis Gede 1 pasang, Sibuh pepek dan segehan cacahan, tempat tirtha pelukatan. 

Pelaksanaan Upacara Tawur Kesanga pada hari Jumat tanggal 20 Maret 2015, jam 10.00 Wib bertempat di Jaba sisi Pura Kahyangan Eka Wira Anantha Serang Banten (Lapangan Kopassus Grup 1 Serang). Manggala Upacara Ida Pedanda Nabe Gede Putra Sidemen. Upakara Utama adalah Caru Panca Sanak tataban bebangkit, tumpengan solas, dan sesayut lembaran . 

Teknis pelaksanaan dudonan upakara yang munggah di Pelinggih suang-suang sebagai berikut : 


Di Sanggar Surya : Dewa Dewi suci laksana 2 soroh , ayaban tumpeng solas , Tigasan , geboganalit dan di sor surya gelar sanga. Upakara pengeruak karangan dengan caru ayam brumbun dipuput oleh Pinandita . Di Lapan, tataban bebangkit , pulgembal sekar setaman, gayah lungguh, ayaban tumpeng solas dan sesayut lembaran

Di Sor Caru Panca Sanak (ayam putih polos, ayam putih siungan, ayam hitam, ayam merah, ayam brumbun, bebek bulu sikep, asu bang bungkem) beserta kelengkapannya; Prayascita, durmengala. Pewedan Arepan Pedanda Mepuja : Suci Alit asoroh, Daksina, Kelanan, Pras, Ajuman, Ayaban tumpeng Pitu, prayascita, Durmangala, Lis Gede 1 pasang, Sibuh pepek dan segehan cacahan, tempat tirtha pelukatan. 

Kamis, 15 Januari 2015

Petuah Orang Tua; Dharmaning Yayah Rama Rena

Dalam upacara metatah, potong gigi, disebut juga dengan Mesangih, Manusa Yadnya, ataupun Mepandes. Pada penghujung Upacara, anak yang telah melaksanakan Mesangih ini memperoleh petuah, Piteket dari orang tua. Piteket atau petuah orang tua kepada anak selaku Dharmaning Yayah Rama Rena ring Putra dan Suksmaning idep anak terhadap orang tuanya selaku Dharmaning Putra ring Yayah Rama Rena pada saat Sungkeman kepada orang tua.

Piteket orang tua kepada anak diutarakan dalam bahasa kawi (jawa -kuno) adalah sebagai berikut :
Duhai Tanayan mami anakku makabehan, duhai Nanda anakku semuanya
Hana panugrahanku riko, ada pemberian Ayah dan Ibu dalam wujud ritual kepada Nanda anakku
Atatah manuting sastra Agama, yang namanya Upacara Potong Gigi sesuai ketentuan dalam Sastra Agama
Moga-moga anakku tan wus manggihang Dirgayusa, mudah-mudahan Nanda anakku senantiasa dikarunia umur panjang
Amanggih wirya gunamanta, menemukan kemuliaan karena berlaku bijaksana
Jana nuraga asihing Widhi, disegani orang banyak dan dikasihi oleh Sanghyang Widhi
Susila wruhing naya, berprilaku mulia dan berbudi pekerti yang luhur
Kita anakku kabeh, hana pawekas Yayah Ibun nira mangke, Nanda anakku semua, ada pesan Ayah dan Ibumu sekarang
Pahenak akena talinganing pangrenge, perhatikan Nanda anakku dan dengar baik-baik
Aywa lupa amanggehaken Sastra Agama, jangan lupa didalam memegang teguh Ajaran Agama
Wilasitaning amanggehaken Sastra Agama, sebagai bukti Nanda anakku benar-benar tidak lupa pada Ajaran Agama
Tan wenang Nanda anakku rumaketing Panca Indrya mwah Irsya, tidak boleh Nanda anakku diliput oleh hawa nafsu Panca Indria dan sirik dengki
Ginawe ya ambek drowaka ika pada tan wenang, apalagi berani untuk melawan dan menentang orang tua itu semuanya tidak boleh dilakukan
Apan dudu ulahing kadharma, karena itu bukan perbuatan orang yang memegang Dharma
Mangkana kengetakena aywa lupa, mangke sembahen juga manira, Demikian Nanda anakku, ingat-ingat, jangan sampai lupa dan sekarang Nanda anakku sujud baktilah kepada Ayah dan Ibu


Piteket atau petuah ini kaarsa dreda bakti atau disambut baik oleh Anak kepada Ayah dan Ibunya dalam Bahasa Kawi (Jawa-Kuno), sebagai berikut :
Suksma manah Anakira dreda bakti, angolih panugrahan ta, dengan rasa bakti yang tulus Nanda Anakmu sampaikan terima kasih atas pemberian dari Ayah dan Ibu ini
Anakira makabehan umiring sadyan ta, Nanda Anakmu semua akan mengikuti keinginan orang tua
Moga-moga tan amurugaken pawekas ta, mudah-mudahan Nanda Anakmu tidak akan melanggar pesan Ayah dan Ibu

Jumat, 09 Januari 2015

Bukan Sekedar Rangkaian Kata

Bukan Sekedar Rangkaian Kata. Sering kita mendengar kata-kata indah, sering kita membaca kalimat-kalimat yang menyejukkan hati.Tidak jarang kita menemui potongan kalimat yang sangat memberi kita motivasi, memberi kita semangat, mengajak kita untuk mengikuti kata-demi kata itu. Biasanya sering disebut kata-kata mutiara, kata-kata penyemangat dan lain sebagainya.

Namum, bila kita mau saja membaca Kitab Suci Weda, betapa banyak kata dan kalimat yang penuh daya spiritual, melebihi kata-kata mutiara yang ada. Kalimat dari Kitab Suci Weda adalah segala-galanya. Kalimat yang memuat ajaran-ajaran suci, tentang hidup dan kehidupan. Kitab Suci Weda adalah tuntunan hidup manusia di atas bumi ini. Kitab Suci Weda memberikan kita jalan yang sangat sesuai dengan kemampuan umat manusia. Berikut Rare Angon kutipkan kalimat-kalimat Kitab Suci Weda. Sloka-sloka dari Atharvaveda, Yayurveda, Samaveda dan Rgveda, maupun dari Bhagavadgita dan lain-lain, yang begitu indah, dan menyejukkan hati kita.


Artikel Umat Hindu