Senin, 08 Juni 2015

Penyebab dari Penderitaan

Uang Koin Indonesia
 "Kebanyakan orang menderita karena mereka memiliki semua bentuk keinginan yang tidak masuk akal dan mereka sangat berhasrat untuk memenuhi semuanya dan merekapun gagal. Mereka sangat terikat pada semua bentuk dan nilai dari dunia ini. Hanya ketika keterikatan meningkat maka kalian akan menderita penderitaan dan sengsara." Sabda Sathya Sai 1, halaman 42-43

Penderitaan juga merupakan hasil dari perbuatan buruk kita di masa lalu. Setelah melalui berbagai kehidupan dan hidup dalam kebodohan dalam prinsip-prinsip spiritual, kita telah membangun sebuah gudang karma. Akibat dari perbuatan kita di masa lalu selalu mengejar kita seperti sebuah utang yang belum terbayarkan. Melalui kecerobohan dan maksud jahat, kita mungkin telah membuat yang lainnya menderita dan akibat dari perbuatan ini bahkan terus mengejar kita.



Setelah kayu terakhir yang dilemparkan kedalam nyala api maka api itu akan tetap menyala selama beberapa waktu. Namun ketika kita memperoleh kualitas tanpa keterikatan maka kita bisa menjadi tidak merasakan panas dari nyala api itu. Biasanya penderitaan tidak muncul dari kejadian dari luar; penderitaan muncul dari keterikatan kita pada hasil dari tindakan kita. Dua orang yang sama-sama menderita karena kehilangan sesuatu mungkin diberikan dampak yang berbeda diantara satu dengan yang lainnya.

"Dengan melempar batu pada buah asam jawa yang masih hijau akan dapat merusak daging buah yang ada di dalamnya, namun dengan melempar batu pada buah yang sudah masak dan lihatlah apa yang terjadi. Maka kulit buah yang sudah kering akan jatuh dan tidak ada yang terjadi dengan daging buah atau biji di dalamnya. Seorang Sadhaka yang sudah matang tidak mengalami hantaman dari keadaan nasib dan keberuntungan; adalah Sadhaka yang belum matang yang mengalami luka dalam setiap hantaman yang terjadi." Sabda Sathya Sai 4, halaman 273

Kesenangan dan penderitaan adalah dua pasangan yang tidak terpisahkan. Keduanya adalah akibat yang alami muncul karena keterikatan kita pada berbagai objek benda yang kita inginkan. Ketika kita mendapatkan benda yang kita inginkan  maka kita merasa senang. Jika kita tidak mendapatkannya maka kita merasa sedih. Ketika kita mendapatkan kedamaian di dalam diri maka kita tidak akan dapat diguncang oleh naik turunnya kehidupan di dunia. Kemudian kita akan mendapatkan kedamaian spiritual yang tidak dipengaruhi oleh keinginan untuk mendapatkan kesejahteraan duniawi. Seiring berjalannya waktu kita harus belajar untuk menerima kesenangan dan penderitaan dengan pikiran yang tenang. Kemudian kita bisa menghindari penderitaan yang tidak perlu untuk dialami.

"Kesenangan dan penderitaan adalah seperti bagian depan dan belakang dari dua sisi pengalaman yang sama. Kesenangan adalah ketika penderitaan berakhir; penderitaan adalah ketika kesenangan berakhir. Ketika engkau mengundang seorang buta untuk makan malam maka engkau harus mempersiapkan dua piring di atas meja karena dia akan datang dengan seorang teman yang selalu menuntunnya. Penderitaan dan kesenangan adalah dua pasangan yang tidak bisa dipisahkan." Sabda Sathya Sai 4, halaman 85

Dikutip dari buku Jalan Setapak Menuju Tuhan (Pathways to God) bagian pertama, Jonathan Roof, Yayasan Sri Sathya Sai Baba Indonesia, 2013 (RANBB)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Buku Tamu

Artikel Umat Hindu