Selamat Datang

PHDI Provinsi Banten

Ida Bagus Alit Wiratmaja terpilih menjadi ketua PHDI Provinsi Banten Lokasabha IV  provinsi Banten telah terlaksana kemarin, 2...

Senin, 13 April 2015

Nama dan Alamat Hotel di Bali

reog surabaya
Reog Ponorogo
Hello Gan n Sis, sebentar lagi liburan panjang anak sekolahan, yang lagi UN tetap semangat UN, dan para orangtua segeralah mencari tempat penginapan untuk berlibur nanti, jangan sampai kehabisan. Info Hotel, Bungalow, Resort, Pantai, Discount, Event, dapat dicari disini Hotel Murah di Bali

Berikut nama dan alamat Hotel, Bungalow, Resort :

Alila Jakarta Hotel Jl. Pecenongan Kav 7-17 Jakarta

Alila Manggis Hotel Desa Buitan, Manggis Bali


Jumat, 10 April 2015

Peralatan dan Sesajen Untuk Memandikan Jenazah

tikar pandan
Tikeh Plasa Pengulungan
 Peralatan dan Sesajen Untuk Memandikan Jenazah. Upacara Pitra-yajna adalah penyucian dan "meralina" serta penghormatan terhadap orang yang telah meninggal menurut ajaran agama Hindu. Upacara ini berlandaskan pada ajaran Tri-Rna, khususnya Pitra-Rna yaitu hutang karma kepada orang tua atau Leluhur. Oleh karena itu patut diselenggarakan oleh anak, cucu, para sentana dan keluarga terdekat. Baca Menghitung Jasa Leluhur





Peralatan dan Sesajen untuk memandikan jenazah.
  1. Pepaga. Sebagai tempat memandikan jenazah dibuatkan sebuah dipan darurat dari bambu; tingginya kira-kira 1 meter, panjang 2 meter dan lebar 75 cm. Dipan ini disebut "Pepaga". Sebagai alas digunakan dua lembar daun pisang yang masih utuh, lengkap dengan ujungnya. Yang dianggap baik untuk maksud ini adalah daun pisang kepok (pisang dangsaba)

Kamis, 02 April 2015

Bhagawan Abhyasa dan Cacing

hindu damai
Bunga Kehidupan
    Pandangan Hindu tentang hidup dan mati dengan jelas dinyatakan oleh Bhagavad Gita :"Bagi yang lahir,  kematian adalah pasti tentu. Bagi yang mati,  kelahiran adalah pasti ". (BG:II.27). Sebelumnya Bhagavad Gita menyatakan : "Setelah memakai badan ini, dari masa kecil hingga dewasa dan tua, demikian jiwa berpindah ke badan lain ". (BG.II.13)

Mati hanyalah satu babak, satu jarak, satu waktu istirahat dalam perjalanan manusia menuju kesempurnaan. Mahabarata menyampaikan cerita sebagai berikut :