Senin, 06 November 2017

Kalender Bali 2018

Rerainan Hindu Kalender Bali 2018

Tahun segera berganti, Kalender Bali 2018 segera harus dimiliki agar kita dapat mempersiapakan kegiatan Yadnya kita sebagai umat Hindu. Yadnya yang dibutuhkan dalam setiap Rerainan, Piodalan, Purnama-Tilem, Kajeng Kliwon, Saraswati, Siwalatri, Nyepi, Tawur Agung, Melasti, Tumpek, Buda Wage, Rambut Sedana ataupun Anggara Umanis serta kegiatan keagamaan lainnya.

Kalender Bali 2018
Januari 2018
Senin 01 Januari 2018, Soma Umanis Medangkungan Rerainan Purnama Kepitu
Rabu 10 Januari 2018, Buda Kliwon Uwudan / Matal Rerainan Kajeng Kliwon
Senin 15 Januari 2018, Soma Kliwon Uye Hari Raya Siwa Ratri
Selasa 16 Januari 2018, Anggara Umanis Uye Rerainan Tilem Kepitu
Sabtu 20 Januari 2018, Saniscara Kliwon Uye Rerainan Tumpek Kandang
Rabu 24 Januari 2018, Buda Wage Menail
Kamis 25 Januari 2018, Wrespati Kliwon Menail Rerainan Kajeng Kliwon
Rabu 31 Januari 2018, Buda Umanis Prangbakat Rerainan Purnama Kewulu

Februari 2018
Jumat 9 Februari 2018, Sukra Kliwon Bala Rerainan Kajeng Kliwon
Rabu 14 Februari 2018, Buda Kliwon Ugu Piodalan Pura Dharma Sidhi Ciledug
Kamis 15 Februari 2018, Wrespati Umanis Ugu Rerainan Tilem Kewulu
Sabtu 24 Februari 2018, Saniscara Kliwon Wayang Rerainan Tumpek Wayang
Rabu 28 Februari 2018, Buda Kliwon Kulawu Pemujaan Bhatara Rambut Sedhana

Maret 2018
Kamis 1 Maret 2018, Wrespati Kliwon Kulawu Rerainan Purnama Kesanga
Minggu 11 Maret 2018, Redite Kliwon Watugunung Rerainan Kajeng Kliwon
Jumat 16 Maret 2018, Sukra Kliwon Watugunung Rerainan Tilem Kesanga dan Pengrupukan
Sabtu 17 Maret 2018, Saniscara Umanis Watugunung Hari Raya Saraswati dan Nyepi Tahun Baru Caka 1940
Minggu 18 Maret 2018, Redite Paing Sinta Hari Raya Banyu Pinaruh dan Ngembak Geni
Senin 19 Maret 2018, Soma Pon Sinta Rerainan Soma Ribek
Rabu 21 Maret 2018, Buda Kliwon Sinta Rerainan Pagerwesi
Senin 26 Maret 2018, Soma Kliwon Landep Rerainan Kajeng Kliwon
Sabtu 31 Maret 2018, Saniscara Kliwon Landep Rerainan Tumpek Landep dan Purnama Kedasa

April 2018
Selasa 10 April 2018, Anggara Kliwon Kulantir Rerainan Kajeng Kliwon
Senin 15 April 2018, Soma Kliwon Tolu Rerainan Tilem Kedasa
Rabu 25 April 2018, Buda Kliwon Gumbreg Rerainan Kajeng Kliwon
Senin 30 April 2018, Soma Kliwon Wariga Rerainan Purnama Jiyestha

Mei 2018
Sabtu 5 Mei 2018, Saniscara Kliwon Wariga Rerainan Tumpek Uduh
Kamis 10 Mei 2018, Wrespati Kliwon Warigadian Rerainan Kajeng Kliwon
Senin 14 Mei 2018, Soma Wage Julungwangi Rerainan Tilem Jiyestha
Selasa 15 Mei 2018, Anggara Kliwon Julungwangi Rerainan Anggar Kasih
Kamis 24 Mei 2018, Wrespati Wage Sungsang Rerainan Sugihan Jawa
Jumat 25 Mei 2018, Sukra Kliwon Sungsang Rerainan Kajeng Kliwon dan Sugihan Bali
Selasa 29 Mei 2018, Anggara Wage Dunggulan Rerainan Purnama Sadha dan Penampahan Galungan
Rabu 30 Mei 2018, Buda Kliwon Dunggulan Hari Raya Galungan

Juni 2018
Sabtu 9 Juni 2018, Saniscara Kliwon Kuningan Hari Raya Kuningan dan Kajeng Kliwon
Rabu 13 Juni 2018, Buda Wage Langkir Rerainan Tilem Sadha
Selasa 19 Juni 2018, Anggara Kliwon Medangsia Rerainan Anggara Kasih Medangsia
Minggu 24 Juni 2018 Redite Kliwon Pujut Rerainan Kajeng Kliwon
Kamis 28 Juni 2018 Wrespati Wage Pujut Rerainan Purnama Kasa

Juli 2018
Senin 9 Juli 2018, Soma Kliwon Krulut Rerainan Kajeng Kliwon
Kamis 12 Juli 2018, Wrespati Pon Krulur Rerainan Purnama Kasa
Sabtu 14 Juli 2018, Saniscara Kliwon Krulut, Rerainan Tumpek Krulut
Rabu 18 Juli 2018, Buda Wage Merakih Rerainan Buda Wage
Selasa 24 Juli 2018, Anggara Kasih Tambir Rerainan Kajeng Kliwon
Jumat 27 Juli 2018, Sukra Pon Tambir Rerainan Purnama Karo



Agustus 2018
Rabu 8 Agustus 2018, Buda Kliwon Matal Rerainan Kajeng Kliwon
Sabtu 11 Agustus 2018, Saniscara Pon Matal Rerainan Tilem Karo
Sabtu 18 Agustus 2018, Saniscara Kliwon Uye, Rerainan Tumpek Kandang
Rabu 22 Agustus 2018, Buda Wage Menail
Kamis 23 Agustus 2018, Wrespati Kliwon Menail Rerainan Kajeng Kliwon
Minggu 26 Agustus 2018, Redite Pon Prangbakat Rerainan Purnama Ketiga

September 2018

Jumat, 03 November 2017

Subhakti Ring Guru



Kacrita wenten Pandita, mapesengan Bhagawan Domia. Ida madue sisya tigang diri, inggih punika : Sang Uttamaniu, Sang Arunika, tur Sang Weda.

Duaning sampun sue Sang Tiga mapagiga punika jagi katureksain kapagehan tur kasubaktian ring guru.  Sang Arunika kapangandikayang makarya ring carik, Sang Uttamaniu kapangandikayang ngangon banteng tur Sang Weda kapangandikayang ngrateng, sarahina-rahina makarya ring pawaregan Sang Bhagawan.


Selasa, 31 Oktober 2017

Memahami Tattwa Susila Upacara

Tattwa Susila Upacara



Tattwa merupakan salah satu kata dalam bahasa Sanskerta. Secara harfiah kata ini berarti "kebenaran status, kebenaran alam, penting, pikiran dan suatu unsur". Dalam ajaran Hindu kata tattwa dijadikan sebagai ikon utama dalam pemahaman tentang ketuhanan, kemanusaan dan kesemestaan. Oleh karena itu tattwa dimaknai sebagai "sraddha" yang berarti "kepercayaan, keyakinan, rasa hormat, kuat, hasrat".

Sebagai dasar dari sraddha, maka tattwa Hindu harus mampu memberikan kekuatan dan keyakinan yang mantap kepada umat Hindu agar mereka betul-betul mempercayai agama yang dianutnya atas dasar tutur (kesadaran pengetahuan) bukan atas dasar keyakinan yang membabi buta karena kebodohannya (gugon tuwon). Dengan dasar tutur ini maka mereka menjadi gugon tuhon. atau -kalau boleh meminjam istilah Filsuf Yunani Kuno- disebut sebagai "corgito ergo sum (saya berpikir maka saya ada)". Konsep gugon tuhon ini akan menjauhkan mereka pengetahuan yang semu (maya) dan mendekatkan mereka pada pengetahuan yang sejati (sat).


Rabu, 25 Oktober 2017

3D Rumah Tinggal


Blog 3d ini merupakan portofolio Eben 3d sebagai penyedia jasa 3d pembuatan perspektif 3d untuk kalangan arsitek, konsultan arsitek, marketing dan dunia properti lainnya.

Eben 3d Impressions menawarkan jasa pembuatan 3d rumah tinggal, 3d apartement, 3d clubhouse, 3d gerbang, 3d fasilitas umum, 3d cluster, 3d masterplan, 3d Residences, 3d Highrise, 3d Kolam Renang, 3d Marketing Office, 3d Konsept Design, 3d Area Service, 3d Interior dan 3d eksterior.

Dengan motto " Jasa 3d Cepat Murah dan Berkualitas "

Terima Kasih Atas Kunjungannya

silakan hubungi via
Call/SMS/WA - 0812 9489 4000
email - sobat_lama007@yahoo.com,

Senin, 11 September 2017

Gowes Nangkil ke PAJK Gunung Salak

Nangkil ke PAJK Gunung Salak Dengan Bersepeda

Perjalanan 10 September 2017, dimulai dari rumah dibilangan bintaro menuju Taman Tekno 2 BSD dilanjutkan ke Muncul, lewat dikit ketemu temen Om Ochied di Pasar Prumpung, kira kira dari rumah ke pasar prumpung sejauh 12 km. Tempat yang memang kita buat janji untuk ketemu pagi itu sekitar 06.30 WIB. Setelah menyantap bubur ayam, kita berdua berangkat gowes sesuai tujuannya ke Pura Gunung Salak.

Niat sudah bulat untuk kedua kalinya (baca Bersepeda keGunung Salak) Nangkil ke Luhur PAJK dengan bersepeda. Bagi sebagian orang mungkin gowes ke sini hanya sebagai kegiatan olahraga biasa, namun bagi saya sebagai Umat Hindu, gowes Ke PAJK memiliki misi tersendiri, selain nangkil juga untuk meningkatkan spiritual pribadi saya. Memiliki ikatan bathin dengan pura sebagai wujud bhakti kita sebagai umat Hindu.

Jalur sepeda Pasar Prumpung, Gunung Sindur, Ciseeng, Putat Nutug, Ranca Bungur, tepatnya di Indomaret Jl. Raya Cagak, sekitar 200 meter sebelum pasar Ciampea, merupakan pos yang selalu dikunjungi oleh goweser yang akan nanjak ke arah Gunung Salak seperti ke Gunung Halimun , Gunder, Papangbon, Kampung Urug, Cirangsad dan ke Pura Gunung Salak itu sendiri. Jarak tempuh dari Pasar Prumpung ke Indomaret sekitar 22 km.


Selasa, 22 Agustus 2017

Membuat Banten Saraswati

Banten Bali

Membuat Banten Saraswati

Untuk membuat Banten Saraswati diperlukan beberapa perlengkapan sebagai berikut :

Jajan Saraswati adalah Jajan yang berbentuk dua ekor cecak bermata hitam lengkap dengan sarangnya, dibuat dari tepung beras berwarna putih. Alas jajan ini dibuat dari bahan yang sama berbentuk bundar dengan lekuk-lekuk dipinggirnya. Akan lebih sempurna bila dilengkapi dengan jajan berbentuk OM-kara, dibuat dari bahan yang sama tetapi berwarna hitam.

Bubur Precet adalah bubur yang berbentuk gilingan melingkar-lingkar, dibuat dari tepung beras dicampur dengan santan dan air cendana.


Bubuh Nganten adalah bubuh berwarna putih dan kuning dibuat dari tepung beras.

Bubuh Roko adalah sejenis rokok dibuat dari daun endong diisi bubur seperti diatas diikat dengan benang putih. Untuk Banten Saraswati diperlukan dua buah bubuh roko.

Sekar Saraswati adalah setangkai cabang beringin berisi 5 lembar daun; tiga diantara diisi bubur seperti diatas tetapi bungkusannya berbentuk segitiga, rokok dan lekukan yang menyerupai "base tempel"
Tadahan Saraswati terdiri dari beras yang dicuci sampai bersih dialasi sebuah tangkih. Ada pula yang membuat dari ketan dicuci sampai bersih dicampur dengan parutan kelapa.

Nasi Pradnyan adalah nasi yang dicampur dengan kacang "komak" atau sejenisnya yang telah direbus dan bumbu yang telah di goreng serta daun kemangi, daun "pradnyan" atau daun-daunan lain yang berfungsi sebagai penyedap.

Jajan Kuskus Putih Kuning, dibuat dari ketan yang dikukus diberi warna putih dan kuning. Bila memungkinkan dapat dilengkapi dengan beberapa jenis "Jaja sesamuhan suci " berwarna putih dan kuning.


Perlengkapan tersebut masing-masing dialasi sebuah tangkih kemudian diatur letaknya pada sebuah tamas atau taledan dilengkapi dengan jajan, buah-buahan, sampian kepet-kepetan, penyenang beserta isinya dan canang buratwangi / canang sari. 

Senin, 24 Juli 2017

PHDI Provinsi Banten

Ida Bagus Alit Wiratmaja terpilih menjadi ketua PHDI Provinsi Banten




Lokasabha IV  provinsi Banten telah terlaksana kemarin, 22 Juli 2017 di Hotel Alium Tangerang, yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Tingkat I Provinsi Banten, Bapak Drs. Wahidin Alim. Dihadiri pula tokoh-tokoh umat Hindu, dan yang teristimewa adalah Bapak Dr. K.H. Romli yang merupakan Sesepuh Umat Hindu Provinsi Banten.

Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutakn tari Penyambutan yang begitu indah membuat suasana dalam ruangan yang penuh dengan peserta Lokasabha yang berjumlah 200-an peserta dan peninjau menjadi tenang dan damai.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat, Bapak Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya mengharapkan umat Hindu di Provinsi Banten agar senantiasa mengingat dan mengamalkan Pancasila dan Panca Srada  yang merupakan lima keyakinan kita sebagai umat Hindu.

Setelah dibuka dengan resmi, persidangan-persidangan yang telah diagendakan dimulai, diawali dengan pembentukan pimpinan sidang. Pimpinan sidang yang akan memimpin sidang-sidang selanjutnya adalah Nyoman Trisna, I Ketut Artha, Komang Priambada, Ida Bagus Alit Ariadi dan Ngurah Purnamajaya.

Terpilihnya Bapak Ida Bagus Alit Wiratmaja SH.MH setelah Peserta melalui PHDI Kota/Kabupaten dan Banjar-banjar se Provinsi Banten mengajukan nama calon Ketua PHDI dan Ketua Walaka. Nama yang muncul sebagai calon ketua PHDI Bapak Ida Bagus Alit Wiratmaja dan Bapak Putu Santika Mahayana. Dan ketua paruman Walaka muncul nama Bapak Anak Agung Anom Suarta dan Bapak Putu Santika Mahayana. Dengan musyawarah dan mufakat diantara calon-calon dan pimpinan sidang, dengan kebesaran hati serta semangat bersama-sama memajukan umat Hindu di provinsi Banten, terpilih sebagai Ketua PHDI Bapak Ida Bagus Alit Wiratmaja SH, MH dan Bapak Anak Agung Anom Suarta sebagai ketua Paruman Walaka periode 2017-2022.

Secara umum kegiatan persidangan berjalan lancar yang dimulai pukul 12.45 yaitu tentang Peraturan Tata Tertib Lokasabha IV PHDI Provinsi Banten. Pembahasan cukup alot pada Bab III mengenai Peserta dan Peninjau, serta pada Bab XI tentang Susunan Pengurus dan Tata Cara Pemilihan Pengurus PHDI Provinsi Banten, pasal 26. Didasari dengan kebersamaan dan keguyuban umat Hindu, pasal-pasal dapat dimusyawarahkan dengan baik.

Persidangan selanjutnya adalah Pandangan Umum atas Laporan Pertanggungjawaban Pengurus PHDI Provinsi Banten Periode 2011-2017, yang secara bergantian PHDI kota/Kabupaten menyatakan menerima dengan beberapa koreksi-koreksi redaksional.

Persidangan di tingkat komisi berjalan dengan baik dan lancar. Dilanjutkan dengan Sidang Pleno yang merekomendasikan agar hasil-hasil sidang komisi dapat segera dibahas lebih mendalam dalam rapat kerja PHDI terpilih.

Persidangan yang dinantikan oleh peserta sidang terlihat mulai berkurang mengingat beberpa Peninjau yang memang tidak memiliki hak suara telah meninggalkan sidang. Sangat disayangkan mengingat para Peninjau inilah yang akan menjadi peserta-peserta Lokasabha yang akan datang, dimana mereka diharapkan dapat merasakan suasana persidangan dan tata cara pemilihan, pengambilan keputusan yang baik dan benar.


Pelantikan pengurus PHDI Provinsi Banten dilaksanakan pada pukul 18.30 oleh Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat, Bapak Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya dengan Surat Keputusan Nomor : 09 / SK/ Parisada Pusat / VII/ 2017  tentang Pengesahan Susunan dan Personalia PHDI Provinsi Banten 2017-2022. (Sek-BPH)

Selasa, 04 Juli 2017

Gowes Menyan Gunung Bunder Halimun

GOWES GUNDER MENYAN SAH




BERSEPEDA kini menjadi kebutuhan manusia, kesadaran akan kesehatan semakin diperhatikan, mengingat pola kerja yang sangat berat dilakoni saban hari, rutinitas dijalan yang selalu membuat penat dan setress dengan kemacetan. Tak pelak  lagi di hari-hari libur dapat kita lihat begitu banyak dan antusiasnya masyarakat untuk bersepeda. Berseliweran di jalan-jalan dengan aneka merk sepeda, warna sepeda, warna jersey yang mereka pergunakan. Tiap sudut kota dipenuhi "gerombolan" para goweser  bahkan hingga ke gunung-gunung dan bukit-bukit.

Bagi yang tinggal di seputar Jakarta, Tangerang, ataupun di Bekasi, Depok, Kerawang, kegiatan bersepeda ke Gunung Halimun atau istilahnya Gunder Gunung Bunder merupakan tantangan tersendiri. Gunung Bunder merupakan tempat yang sejuk dan nyaman untuk kegiatan berkemah, dengan fasilitas camping ground dan sarana pendukungnya. Di Gunung Bunder juga ada objek wisata curug air terjun. Curug Cigamea, Curug Kondang ( Curug Ngumpet ) serta fasilitas villa yang disediakan oleh masyarakat setempat. Mirip2 puncaklah ... atau Kintamani, Bedugul,  kalau di Bali.


Gunung Bunder melewati Gunung Menyan dapat ditempuh dari Bintaro, BSD, Muncul, Pasar Prumpung, Ciseeng, Ranca Bungur, Ciampea, kemudian ke Terminal Segog. Cukup sederhana dan track aspal.  Jarak tempuh dari Bintaro sekitar 125 km pulang pergi. Berikut strava perjalanan gowes dari Bintaro Gunung Menyan Gunung Bunder Bintaro.


Foto-foto Narsis selama gowes ... sah , sah punya stempel Gunung Bunder ala Binbic




Catatan : Ikut dua Komunitas Binbic dan Yooss ,,, jadi jerseynya ganti2 biar ga ada kecemburuan sosial hehehe .... just kidding

Kamis, 01 Juni 2017

Blog Pribadi Blog Yang Bermanfaat

Ayoo Nge-Blog



Hello Blogger, Apa khabarnya guys ? So pasti tetap semangat yaa... , kita ga boleh lemes apalagi malas dalam update Blog. Nge-Blog itu memang asik. Nge-Blog itu bermanfaat buat orang lain, selain buat kita sendiri. Nge-Blog membuat hati kita senang. Nge-Blog membuat orang lain juga senang ... disini senang disana senang ... dimana-mana kita senang ... Koq mirip lagu ya ..

Nge-blog banyak manfaatnya guys ... Blog bisa buat mencurahkan isi hatimu, Blog bisa membuat bisnis, Blog bisa buat sharing artikel agamamu, Blog bisa buat mencari uang, Blog bisa buat jualan, Blog bisa buat bisnis Online, Blog bisa buat buat adsense, Blog bisa buat apa saja ... Blog itu sudah gratis mendapatkan uang pula ...

DON'T MISS IT


Sudahkah Blog Anda Menghasilkan Uang ? 

Saya sudah guys ... Blog saya sudah menghasilkan adsense dari google loh, lumayan lah klik disini . Selain Adsense , saya juga bermain affliliasi . Belum tahu affliliasi ? Affiliasi itu semacam kerja sama guys ... setelah kerjasama terjalin dengan mengikuti syarat-syarat perusahaan kita dapat link, link yang harus kita sebarkan, bila terjadi transaksi kita akan mendapatkan komisi ... enak yaa.. tanpa harus susah payah, hanya dengan Nge-Blog kita dibayar...

Kalo adsense sudah pasti syaratnya punya website atau blog dengan syarat tertentu. Nah bagaimana dengan affiliasi yang lain ? Kalau mau dapat duit lebih dari Nge-Blog kita juga harus punya link affiliasi yang lain dan tidak hanya satu kawan ... lebih dari satu link affiliasi itu tidak masalah .. yang penting kita tahu cara posting yang benar di Blog kita. 
Pebisnis Produk  Kayu 

Ada satu link affiliasi yang memproduksi produk-produk dari kayu yang keren dan unik, seperti kursi kayu, jam tangan kayu, meja kayu, dinding kayu, lantai kayu, interior kayu lainya. Waw ... keren guys , cocok buat Blog Arsitek, Blog Bisnis Online, Blog Rumah, Blog kayu ... dan Blog apa saja lo... kan kita hanya memasang link produk-produknya . Silakan daftar  ... Klik disini link nya guys 



Green Warrior Bisnis

Ada link affiliasi yang lain guys , produknya juga kayu, bibit kayu yang ditanam oleh perusahaan pada lahan perusahaan, ini sebuah bisnis yang luar biasa guys tapi dengan modal paling kecil hanya 350 ribu guys, murah yaa... dengan modal hanya 350 ribu kita sudah dapat  memasarkan aneka produk-produk ramah linkungan, termasuk juga produk diatas ... loh koq bisa ? 
Ya.. hanya dengan menjadi green warrior kita mendapatkan banyak link affiliasi, keren dah guys karena semakin banyak link semakin bagus dan kesempatan mendapatkan uang juga semakin besar ... REGISTER DISINI

Setelah daftar guys WA 081294894000 kita ngobrol agar menjadi team yang solid ... ok 

salam guys , sukses menjadi Blogger yang Sukses ... kamu pasti bisa ..


Jumat, 19 Mei 2017

STATUS DAN KEDUDUKAN DIKSITA

STATUS DAN KEDUDUKAN DIKSITA



Seseorang  yang telah di Diksa diberi status dan kedudukan sebagai seorang Sulinggih di masyarakat. Sulinggih berarti mendapat kedudukan dan status yang mulia di masyarakat. Umat Hindu sangat menghormati seorang Sulinggih karena dia telah mencapai kesucian diri lahir bathin ( Dwi Jati ) dan tidak lagi berstatur Walaka melainkan sudah berstatus Sadhaka.
Upacara Mediksa selain bertujuan meningkatkan kesucian diri pada tingkatan Dwi Jati juga mempunyai nilai sosiologis karena yang Mediksa itu berubah status sosialnya di masyarakat yaitu dari Walaka menjadi Sadhaka.
Pada Upacara Mediksa ini seseorang akan berubah nama yang disebut Amarih Aran, berubah wujud dan penampilan serta atribut yang disebut Amarih Wesa dan juga berubah aktivitas kehidupan sehari-hari yang disebut Amarih Wisaya. Perubahan Jati Diri itu menyebabkan terjadi perubahan sikap, pandangan dan perilaku masyarakat Hindu terhadapnya sebagai suatu konsekwensi logis dari pengakuan dan penghormatan masyarakat Hindu terhadap status dan kedudukan Sulinggih.
Kedudukan, status Diksita atau Sulinggih telah melembaga pada masyarakat Hindu sejak jaman dahulu dan terus berlanjut sampai sekarang. Karena itu ada tata krama yang berlaku bagi seorang Diksita atau Sulinggih. Tata krama itu haruslah ditegakkan di dalam masyarakat. Jika tidak maka tata titi atau tata kemasyarakatan Hindu dan tata keagamaan Hindu akan memudar. Pudarnya tata kemasyarakatan Hindu akan menyebabkan tidak tertibnya kehidupan masyarakat. Juga pudarnya tata keagamaan akan mendorong munculnya sekularisme dan profanisasi dalam agama. Ini jelas merupakan titik awal dari pudarnya kehidupan agama itu sendiri.
Sebaliknya bukan masyarakat Hindu saja yang dituntut menegakkan kemasyarakatan dan tata keagamaan dalam kontek hubungan Umat dengan seorang Diksita atau Sulinggih. Tetapi juga terhadap para Diksita atau Sulinggih itu sendiri dituntut juga keteguhan dalam melaksanakan Dharmaning Kepanditan dan taat terhadap Sasana Kawikon. Sasana Kawikon harus ditaati dan jangan s ekali-sekali  Wiku  melanggar  sesananya. Ini akan berakibat fatal.  ( Asing angelung sasana ngawetuaken sanghara bumi ).
Menurut Pustaka Tutur Kamoksan bahwa Diksita atau Sulinggih itu adalah paragayan Sanghyang Dharma. Beliau adalah lambang kebenaran dan beliau pula penegak Dharma di bumi ini. Karena itulah beliau membawa tongkat (Teteken) sebagai simbul dari pada Dandha Astra dari Bhatara Brahma. Selain ini juga beliau telah meninggalkan kehidupan Grahasta yang penuh dengan dinamika kehidupan duniawi. Karena beliau merupakan paragayan Sanghyang Dharma maka beliau menjadi panutan Umat Hindu.
Mengenai tugas dan fungsi setelah menjadi Wiku ada persepsi yang keliru. Karena Ngeloka Pala Sraya itu dianggap muput karya saja, sehingga tujuan Mediksa itu adalah untuk muput karya saja. Tugas dan fungsi Wiku sebenarnya adalah :
1.    Wiku bertugas dan berfungsi memimpin Umat Hindu dalam upaya mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan baik jasmani maupun rohani.
2.    Wiku melaksanakan tugas dan fungsinya untuk Ngeloka Pala Sraya.
Loka artinya masyarakat. Pala artinya tempat bersandar masyarakat dan Sraya artinya tempat berlindung. Ini artinya Wiku menjadikan dirinya tempat bertanya bagi masyarakat mengenai hal-hal keagamaan maupun kerohanian juga Sastra. Memberi tuntunan bidang rohani dan memberi petunjuk dan bimbingan dalam hal keagamaan, muput upacara Yadnya atas permintaan masyarakat. Wiku tidak diperbolehkan meminta agar dirinya sendiri disuruh Muput Karya.

Pengertian tentang Diksita, Wiku atau Sadhaka

            Menurut Pustaka Bhuwana Kosa bahwa kata sepadan dengan Diksita atau Sadhaka itu adalah Wiku. Wiku guna menunjukkan kewajiban dalam memelihara kesucian hati. Rsi mencerminkan kewajiban dalam memelihara sinar suci dalam dirinya. Yogiswara menunjukkan bahwa dia mampu menghubungkan diri yaitu Atma dengan Paramatma dalam hidupnya untuk mencapai Moksa. Pandita lebih menyatakan bahwa kewajibannya untuk meningkatkan pengetahuan suci dalam hidupnya. Sedangkan Sadhaka sendiri mencerminkan bahwa dia mempunyai kewajiban untuk melaksanakan sadana dalam menempuh kehidupannya.

Dalam Pustaka Widhi Sastra Roga Sanghara muncul istilah Bujangga sama dengan pengertian Sadhaka. Bujangga mencerminkan sebagai kewajibannya sebagai pemuja Ananta Bhoga pada wilayah Sapta Patala soring Hari Bhawana.

Dalam Pustaka Raja Purana timbul istilah Siwa, Bhoda, Sengguhu, Dukuh. Siwa mengisyaratkan bahwa Sadhaka itu sebagai pemuja Siwa dan Bhoda sebagai pemuja Bhuda. Sengguhu sebagai Sadhaka yang menjalankan kewajiban sebagai pembina masyarakat. Sedangkan Dukuh  menekankan pada kehidupan yang cendrung kepada kesunyatan. Sementara Siwa, Sogata, dan Rsi menunjuk kepada kelompok Sadhaka dalam kesatuan tiga yang populer dengan sebutan Tri Sadhaka.

Menurut Babad Dalem muncul istilah Pandhya, Mpu dan Danghyang. Selain istilah-istilah yang sudah dikenal. Dengan Pandhya dimaksudkan sebagai Sadhaka yang menguasai pengetahuan kerohanian. Mpu menekankan pada kedudukannya sebagai pengemban masyarakat. Sedangkan Danghyang dimaksudkan sebagai Sadhaka yang punya kedudukan terhormat berkat penguasaan tentang kerohanian yang tinggi.

Dalam Pustaka Dwijendra Tatwa timbul istilah Padanda dan Bhagawan disamping yang lainnya. Dengan Padanda dimaksudkan Sadhaka yang bertongkatkan Sastra. Sedangkan Bhagawan dimaksudkan sebagai Sadhaka yang mampu mencapai kebahagiaan berkat penguasaan kerohanian yang tinggi.


sumber :Makalah Ida Padanda Nabe Gede Putra Sidemen Dharma Upapati Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Banten.

Selasa, 25 April 2017

Lirik Lagu Pop Bali Anak - Bapa

Bapa Arinka

Lagu Pop Bali Anak // Bapa - Arinka // Officcial video clip 2017


Cipt. Ary Kencana
Musik. Dek Artha
Vocal. Arinka

Kone…Mara tugas tiang petang bulan
Meme ..Megedi ngalahin tiyang
Meme ne sepantesne ngempu tiyang
Nguda las hati meme megedi
Mulih ke umahe bajang
Ninggalin tiyang ajak I bapa

Mangkin umur tiyang sampun roras tiban
Tusing taen ngrasayang sayang meme
Bapa ne sanget sayang kin tiyang
Kija I bapa luas tiyang milu
Yening bapa sedeng megae
Ditu tiyang gaenange pesirepan

Reff:
Bapa bapa tuah bapa sane ngerunguang tiyang
Dikenkene bapa ngeling nepukin tiyang pas gelem
Pedidi bapa ngencanin
Bapa bapa tuah bapa sane stata sayangan tiyang
Ulian sayange I bapa ngemasin kanti ke jani
Bapa sing ngalih kurenan

Nanging tiyang dot ngrasayang
Cara timpale elenan mekumpul ajak kluarga

Ngelah meme bapa


Sabtu, 22 April 2017

Sambutan Presiden RI pada Acara Dharma Santi Nasional

Sambutan Presiden RI pada Acara Dharma Santi Nasional

Jakarta, 22 April 2017

Om Swastyastu
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Sejahtera Bagi Kita Semua,

Pada pagi yang cerah ini, saya ingin menyampaikan rasa angayubagya karena bisa ber-simakrama dengan umat Hindu dalam acara Dharma Santi untuk merayakan hari raya Nyepi dan meyambut tahun baru Saka 1939.

Joko Widodo
Presiden Kita 
Teriring salam saya kepada seluruh umat Hindu, di seluruh pelosok tanah air, disertai dengan ucapan selamat hari raya Nyepi, dan juga selamat hari raya Galungan dan Kuningan.

Kamis, 20 April 2017

Sejarah Siwa Budha di Bali.

Sejarah Siwa Budha di Bali.

Oleh: Ida Bagus Partawijaya.

Di Bali Siwa, Budha dan Waisnawa dilebur menjadi agama Hindu Dharma yang ada sekarang di Bali oleh Mpu Kuturan.




Sementara sejarah keagamaan orang Bali sama dengan orang Tibet. Sebelum masuk agama Budha orang Tibet memiliki agama Bon. Agama Budha dan Bon, akhirnya menyatu seperti Siwa Budha di Bali.

Penyatuan itu terjadi pada masa pemerintahan raja suami istri Gunaprya Dharmapatni/ Udayana Warmadewa yang bertahta di Bali. Pada masa itu penduduk pulau Bali adalah mayoritas orang Bali Aga/ orang Bali asli, selanjutnya pendatang dari Jawa disebut orang Bali. Jadi ada orang Bali Aga dan orang Bali. Banyak sekali sekte-sekte yang ada pada saat itu yang dalam pelaksanaan pemujaan terdapat perbedaan-perbedaan satu dengan yang lainnya. Perbedaan-perbedaan  itu akhirnya menimbulkan pertentangan antara satu sekte dengan sekte yang lainnya sehingga menyebabkan timbulnya ketegangan dan sengketa di dalam tubuh masyarakat Bali aga.


Selasa, 04 April 2017

Bhakta Prahlada

Hiranyakasipu Raja Raksasa




Hiranyakasipu adalah raja raksasa. Dia melakukan praktek spiritual dengan sangat keras, dan Deva Brahma memberinya anugrah bahwa ia tidak dapat dibunuh oleh manusia atau binatang. Anugrah ini membuatnya sombong, dan dia menteror ke tiga dunia, mengatakan bahwa tidak ada Tuhan lain selain dirinya dan semua orang harus menyembah-Nya.
           
narasinga
Ogoh-Ogoh Narasinga
Dia puya seorang putra bernama Prahlada, seorang anak religius yang selalu menyembah Vishnu ini membuat ayahnya sangat marah, ia ingin menghilangkan pemikiran. Vishnu dari pikiran anaknya, sehingga ia menyerahkan anaknya kepada seorang guru yang sangat keras untuk melatih dia agar hanya menyembah Hiranyakasipu sebagai Tuhan dan bukan menyembah Vishnu.
           
Prahlada tidak hanya menolak untuk mendengarkan sang guru, tetapi mulai mengajar siswa lain untuk menyembah Vishnu. Gurunya sangat marah dan melaporkan kepada Raja.
           

Jumat, 31 Maret 2017

Pujawali XI Parahyangan Agung Jagatkartta

Acara Pujawali XI Parahyangan Agung Jagatkartta yang Digelar Di Taman Sari Gunung Salak Bogor, Jawa Barat, 16 September 2016





Rabu, 01 Maret 2017

Manfaat Dana Punia

Manfaat Dana Punia

Manfaat ber dana punia sesungguhnya telah dijelaskan dalam berbagai kitab suci dalam agama Hindu, yaitu sebagai berikut :



Atharwa Weda III.15.6
Berdermalah untuk tujuan yang baik, dan jadikanlah kekayanmu bermanfaat. Kekayaan yang didermakan untuk tujuan luhur tidak pernah hilang. Tuhan Yang Maha Esa memberikan rejeki yang jauh lebih banyak kepada mereka yang mendermakan kekayaannya untuk kebaikan bersama.



Manawa Dharmasastra IV.26
Hendaknya tanpa jemu-jemunya berdana punia dengan penuh sradha dan bhakti yang diperoleh dengan cara dharma, ia akan memperoleh pahala yang setinggi-tinginya.

Jumat, 17 Februari 2017

Bumi Memberikan Tanah, Langit Menurunkan Hujan

Bagawad Gita III.14



Sloka Bhagawad Gita ini mengingatkan kita bahwa tanpa tumbuh-tumbuhan semua mahluk bernyawa tidak dapat melangsungkan hidupnya di bumi ini. Mengapa ? Karena bahan pokok makanan hewan dan manusia adalah tumbuh-tumbuhan. Adanya tumbuh-tumbuhan adalah Yadnya dari bumi dan langit kepada semua mahluk hidup ini.

Sloka Bhagawad Gita itu adalah Bagawad Gita III.14 yaitu :

Annaad bhvanti bhuutaani
prajnyaad annasambhavad
yadnyad bhavati parjanyo
yadnyah karma samudbhavad

artinya :


Senin, 13 Februari 2017

Seekor Harimau Vegetarian

Seekor Harimau Vegetarian



Suatu kali seekor Harimau betina menyerang kawanan Domba. Dia sedang hamil tua dan sangat lemah. Ketika ia melompat menyerang mangsanya, ia melahirkan seekor bayi Harimau dan mati beberapa jam kemudian.
           
Bayi Harimau dibesarkan oleh Domba. Domba makan rumput, sehingga bayi Harimau mengikuti cara mereka. Ketika Domba mengembik, bayi Harimau juga ikut mengembik seperti domba. Bayi Harimau itu berangsur-angsur tumbuh menjadi Harimau besar.


            Suatu hari, Harimau lain menyerang kawanan Domba yang sama. Harimau ini terkejut melihat ada Harimau pemakan rumput dikawanan Domba tersebut. Harimau liar itu menyerang si Harimau pemakan rumput yang kemudian mulai mengembik seperti Domba.
           

Senin, 30 Januari 2017

Kesederhanaan Dalam Upacara Adalah Mutlak

Sejarah harus dijadikan soko guru umat Hindu kedepan



Dr.Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III. SE (MTRU). MSi dalam Dharma Wacananya menyampaikan pentingnya Membangun kemandrian ekonomi umat Hindu berlandaskan tri hita karana.
Diawali dengan memaparkan sejarah Bangsa Indonesia terutama sejarah yang berkaitan dengan kerajaan-kerajaan Hindu kuno, peninggalan-peninggalan sejarahnya, situs-situs yang telah hilang sejarahnya, yang telah terlupakan oleh generasi umat Hindu. “Sejarah harus dijadikan soko guru umat Hindu kedepan “ tegas Senator Bali ini.

Terhapus dan terdegradasinya sejarah Hindu di Indonesia cukup mengkhawatirkan beliau yang sebagai anggota DPD RI di komite III bidang budaya ini. Untuk itu beliau mengajak anak-anak generasi muda, kita umat Hindu agar senantiasa membuatkan purana-purana untuk setiap Pura yang ada saat ini. “Purana Pura sangat penting untuk kepentingan sejarah, kita harus belajar dari sejarah yang terjadi saat Kerajaan Majapahit Runtuh. Banyak Prasasti dan purana kita dihilangkan.”


Jumat, 20 Januari 2017

Selamat Merayakan Hari Suci Saraswati

Sisi Lain Makna Hari Saraswati



Oleh: Jero Mangku Danu (I Wayan Sudarma)
Om Swastyastu

“Om Sarasvati Namastubyam Varade kama rupini Vidyarambham karasyami Siddhir bhavantu me sadha Om Shri Sarasvatyai Namo Namah”

Pendahuluan

Selamat Merayakan Hari Suci Saraswati

Sebelumnya mohon maaf atas keberanian menginterpretasi hari suci Sarasvati dengan sesuatu yang lebih logika dan jika ada yang tidak berkenan untuk meluruskannya.
Setiap manusia pada kelahirannya ke dunia selalu ditakdirkan dalam keadaan bodoh/tidak tahu (Avidya). Namun dengan kebesaran Sang Hyang Widhi, Beliau menganugerahkan ilmu pengetahuan kepada umat manusia untuk merubah, melenyapkan ke-Avidya-an/ kebodohan manusia karena kelahirannya itu menjadi Vidya (Tahu).

Dengan ilmu pengetahuan itu manusia menjadi cerdas. Dan kecerdasan itulah yang membuat manusia menjadi bisa mengetahui dan membedakan mana/apa yang baik dan mana/apa yang buruk atau yang di dalam ajaran Hindu dikenal dengan istilah Wiweka.

Dengan kemampuan Wiweka yang dimilikinya itu, hendaknya manusia dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuannya dalam tingkah laku dan perbuatan/sikap yang bersusila tinggi untuk menghindarkannya dari penderitaan dan kesengsaraan dalam kehidupannya.

Kamis, 05 Januari 2017

Penginapan Murah Dan Nyaman Selama Liburan

Catatan Perjalanan



Liburan telah tiba. Bagaimana liburan akhir tahunmu ? tentu sangat menyenangkan ya.. libur bersama keluarga tercinta, bisa jalan-jalan menikmati indahnya negeri Nusantara ini. Berkendara dengan si Ava Hip Hip menjelajah kota-kota, memberikan pengalaman pada si buah hati akan arti petualangan. Pengalaman harus dicari dan pengalaman adalah guru. Ya, kami berpetualang sambil mencintai Indonesia, belum semua pulau yang kami bisa jelajahi dan nikmati keindahannya, kenapa harus ke luar negeri ? Inilah catatan kecilku selama liburan akhir tahun 2016-2017 dengan Penginapan murah dan nyaman selama kami menjelajahi kota-kota di Jawa dan Bali.

Liburan kami menempuh perjalanan sepanjang 2.864 km, melewati 30 an kota-kota besar dan kecil di pulau Jawa dan Bali. Berangkat dari Bintaro jakarta, masuk tol terpanjang saat ini, tol Cipali, keluar Brexit Brebes Exit. Kota pertama adalah Kota Tegal, selanjutnya Kota Pemalang, Kota Pekalongan, Kota Kendal tempat makan siang kami setiap perjalanan yaitu Monggo Moro, kemudian Semarang Jawa Tengah. Kota Malang adalah tujuan kami, karena di kota ini anak kami yang pertama sedang menuntut ilmu di Universitas Brawijaya. Jadi liburan kami nikmati bersama keluarga kecil secara lengkap. Perjalanan dengan si Ava Hip Hip belum bisa tembus sampai Malang, akhirnya kami bermalam di Kota Rembang, Penginapan murah dan nyaman di Rembang itu Hotel Tiara (cukup)

Lepas dari Semarang, perjalanan selanjutnya ke Kota Demak, Kota Kudus, Kota Pati, Kota Rembang, Kota Tuban, Kota Babad, Kota Lamongan, Kota Gresik dan Surabaya Jawa timur. Melalui jalan tol Sidoarjo Gempol kami menuju kota Malang melewati kota Lawang. Perjalanan sungguh menyenangkan dapat menikmati keindahan pantai dan gunung, suasana perkotaan dan pedesaan, masyarakat Indonesia dengan aktivitasnya, seperti becak, pedati, traktor, ibu-ibu kepasar, sungguh unik dan beranega ragam aktivitas.


Artikel Umat Hindu