Rare Bali Anak Bali Belog Ngiring Ngajegang Bali dengan berbahasa Bali sane becik, senang ring Tembang Bali tur sekancan sastra lan Budaya Bali sane sampun kaloktah ring jagate mangda sumingkin jangkep tur paripurna #Bahasabali #AjegBudayaBali #RareBali

Breaking

SELAMAT DATANG DI BLOG RARE ANGON NAK BALI BELOG
MONGGO SILAKAN DIBACA2



MONGGO SILAKAN DIBACA2 ARTIKEL-TENTANG AGAMA HINDU

Rabu, 23 Oktober 2013

Alam Adalah Universitas Abadi

Batang kayu ajaib
Cintailah Alam
HUKUM ALAM. Alam adalah Universitas Abadi. Untuk sehat dinasehatkan agar kembali ke alam. Dengan kemajuan teknologi banyak cara hidup dan makanan yang sudah tidak alami lagi. Penggunaan pestisida yang berlebihan, menyebabkan zat-zat alami pada makanan berubah. Apa yang sudah dicapai oleh peradaban modern sungguh luar biasa. Bersamaan dengan itu, kehidupan manusia menjadi tidak seimbang lagi.

Artikel Terkait Alam Universitas Abadi :


Polusi, kehidupan yang berlangsung cepat, pekerjaan yang sangat padat, persaingan hidup yang sangat ketat, kekurangan olah fisik, makanan tak bergizi, terlalu banyak makan, pengaruh negatif dari infomedia, mengitari manusia dan semuanya merusak kesehatan dan keseimbangan pikiran. Dengan mencoba kembali ke alam, manusia dapat belajar untuk menyeimbangkan kembali kehidupan agar menjadi lebih wajar, memiliki kesehatan fisik, pikiran, dan jiwa yang tentram.

Apa pun yang terjadi pada alam ini adalah disebabkan oleh hukum sebab akibat. Setiap akibat tentu ada penyebabnya. Setiap penyebab akan membawa akibat. Hukum sebab akibat ini biasanya desebut sebagai hukum karma.



Pengertian umum tentang hukum karma adalah hukum sebab akibat, "apa yang disebar, itu pula yang dipungut ". Nampaknya mudah difahami dan mudah dimengerti orang, tetapi penerapannya pada kehidupan sehari-hari secara terperinci, metode tentang pola kerjanya dan akibat-akibat yang dicapai, sangat sulit. Mudah dalam teorinya, sulit dalam praktiknya.

Pada dasarnya karma ini adalah hukum, hukum yang kekal, tidak berubah, tidak dapat dirusak, hukum yang tak akan pernah lekang. Seringkali orang yang tidak begitu mengerti mengatakan."Engkau tidak boleh mencampuri karmanya !". Padalah ketika hukum alam bekerja, manusia dapat mencampurinya. Anda tentu tidak pernah mendengar, "Jangan campuri hukum gravitasi !". Manusia bisa mencampuri hukum gravitasi, dengan kekuatan dan pengetahuannya. 

Bila suatu hukum alam tidak menyenangkan, manusia dapat memakai kemauan dan kecerdasannya untuk mengatasinya. Manusia bisa mencampuri hukum alam hanya bila mempunyai pengetahuan, karena ia tidak dapat melenyapkan kekuatan alam mana pun, juga tidak dapat mencegah suatu keadaan apa pun. Manusia dapat menetralkan, dapat membelokkan perilakunya bila ia mempunyai kekuatan. Karma tidak lebih suci daripada hukum-hukum alam lainnya. Semua hukum alam bersifat wajar dan alami, dan manusia bergerak di dalamnya. Manusia dapat memanfaatkan hukum apabila ia dapat memahaminya. Kecerdasan manusia berkembang sehingga ia akan menjadi majikan dari hukum itu sendiri.

Hukum buatan manusia selalu beribah, mereka yang membuat dapat mengganti atau membuangnya. Hukum alam tidak dapat berubah dan tidak dapat diganti atau dibuang. Hukum buatan bersifat lokal sedangkan hukum alam bersifat universal.

Hukum alam adalah kelanjutan suatu kondisi. Bila suatu kondisi ada, maka kondisi lainnya akan muncul. Bila suatu kondisi berubah maka kondisi lainnya pun berubah. Hukum alam bukanlah suatu perintah. Ini perlu ditekankan kuat-kuat, alam tidak memerintahkan ini atau itu. Alam berkata, "Inilah keadaannya, bila ini terjadi pasti akan diikuti oleh suatu kondisi yang lainya ". Hukum alam adalah perubahan yang tidak pernah berubah. Bila manusia tidak ingin hasilnya, ubahlah kondisi yang mendahuluinya. Bila manusia tidak mengetahuinya, ia hidup tanpa daya, menjadi korban dan dibanting-banting oleh daya-daya alam. Bila ia bijaksana, ia menjadi majikan, dan daya-daya lama akan mematuhinya dengan patuh. Setiap hukum alam itu daya yang memudahkan, tidak memaksa, tetapi perlu pengetahuan untuk memanfaatkannya.

Bila setiap orang mengerti hukum alam ini dengan baik, dan mengikutinya, tentu dia akan terhindar dari penyakit yang disebabkan oelh hukum alam. Orang bijak dapat menghindar dari penyakit dan dapat menjaga kesehatannya dengan mengikuti hukumnya.

Artikel Terkait Alam Universitas Abadi :


Buku Kesehatan & Meditasi Matahari Terbit oleh Gede Arsa Dana. (RANBB)

5 komentar:

  1. Mungkin semuanya kembali lagi kepada nafsu dan keserakahan yang ada pada diri manusia itu sendiri ya Om ?

    BalasHapus
  2. Semoga saja kita bisa menjaga apa yang Allah SWT titipkan pada kita amien..

    BalasHapus
  3. Belajar dari alam..dan mereka pun akan bersahabat dg kita :)

    BalasHapus
  4. Jadi kita harus bijak terhadap alam, karena hukum sebab akibat...jika kita berbuat baik ataupun buruk terhadap alam maka kita akan mendapat balasan dari apa yang kita lakukan

    BalasHapus

Buku Tamu

Cari Blog Ini

Pengikut

Blog Archive