Rare Bali Anak Bali Belog Ngiring Ngajegang Bali dengan berbahasa Bali sane becik, senang ring Tembang Bali tur sekancan sastra lan Budaya Bali sane sampun kaloktah ring jagate mangda sumingkin jangkep tur paripurna #Bahasabali #AjegBudayaBali #RareBali

Breaking

Translate

Rabu, 18 Februari 2026

PERBEDAAN KLAKAT SUDAMALA LANANG DENGAN SUDAMALA WADON

PERBEDAAN KLAKAT SUDAMALA LANANG DENGAN SUDAMALA WADON

Klakat atau Pancak sangat sering digunakan masyarakat Hindu dalam kegiatan upacara agama. Klakat dapat digunakan sebagai tempat atau wadah upakara seperti Caru. Namun ada juga Klakat khusus yang digunakan yang dinamakan Klakat Sudamala atau Pancak Sudamala.

Setelah saya telusuri dari berbagai sumber di internet dan pengalaman membuat Klakat Sudamala ini ada beberapa bentuk yang berbeda-beda diantara daerah di Bali. Ini sering disebut sebagai bagian dari Desa, Kala dan Patra dimana upacara tersebut dilangsungkan. Namun secara spesifik ada perbedaan dasar dari Klakat Sudamala Lanang (laki) dengan Klakat Sudamala Wadon (perempuan). 

klakat sudamala wadon
Klakat Sudamala Wadon


Berdasarkan sumber dikatakan bahwa Klakat sudamala lanang wadon adalah bagian dari upacara caru dalam tradisi Bali. Fungsi klakat sudamala lanang wadon adalah sebagai:

 

1. Simbol Kesuburan dan Kemakmuran

Klakat sudamala lanang wadon melambangkan kesuburan dan kemakmuran, serta keseimbangan antara energi laki-laki dan perempuan.

 

2. Penyeimbang Energi

Klakat sudamala lanang wadon digunakan untuk menyeimbangkan energi positif dan negatif dalam upacara caru, sehingga dapat menciptakan keseimbangan dan harmoni.

 

pancak sudamala lanang
Klakat Sudamala Lanang

3. Sarana Komunikasi dengan Dewa

Klakat sudamala lanang wadon juga digunakan sebagai sarana komunikasi dengan dewa-dewa dalam agama Hindu Dharma, untuk memohon berkah dan perlindungan.

Dalam upacara caru, klakat sudamala lanang wadon memiliki peran penting dalam menciptakan keseimbangan dan harmoni, serta memohon berkah dan perlindungan dari dewa-dewa.

Klakat ini digunakan pada : Banten dewa-dewi,

Klakat sudamala Wadon lubang bersudut delapan “asta aiswarya” dan Lanang pada lubang tengah yang mamakai tanda silang “cadhu sakti



Sumber lain juga menyebutkan 

Pancak ini juga terbuat dari bambu, berbentuk segi empat bujur sangkar tetapi ukurannya lebih kecil dengan ukuran sisinya 10 - 15 cm . Namun anyamannya agak berbeda memakai tangkai , dan bentuk ini di buat bentuk feminim dan maskulin ( laki - laki atau perempuan ).

Pancak / Klakat Sudamala yang laki - laki / lanang , pada lubang tengahnya berisi tanda silang ( X ,❌, ❎, ✖️) , sedangkan untuk yang perempuan / istri / wadon berisi lobang bersudut delapan ( 8 , 🔲).

klakat sudamala luh
Klakat Sudamala Luh


Di buat lubang bersudut delapan mengandung maksud delapan KEMAHAMULIAN Sang Hyang Widhi ( Asta Aiswarya ), yaitu :

1. ANIMA : Sang Hyang Widhi bersifat kecil , sekecil - kecilnya.

2. LAGHIMA : Sang Hyang Widhi bersifat ringan , seringan - ringannya.

3. MAHIMA : Sang Hyang Widhi Maha besar.

4. PRAPTI : Sang Hyang Widhi dapat mencapai segala - galanya.

5. PRAKAMNYA : Sang Hyang Widhi dapat mencapai segala yang di kehendaki.

6. ISITWA : Sang Hyang Widhi merajai segalanya.

7. WASITWA : Sang Hyang Widhi memiliki sifat Maha Kuasa.

8. YATRAKAMAWASAYITWA : Sang Hyang Widhi memiliki sifat Wyapi - Wyapaka.

pancak sudamala muani
Klakat Sudamala Muani


Pancak / Klakat Sudamala Lanang / laki - Laki / Muani pada lubang tengah memakai Tanda Silang ( ✖️) , mengandung simbul SWASTIKA yang memiliki maksud empat ( 4 ) Kemahakuasaan Sang Hyang Widhi yang di sebut CADHU SAKTI , yaitu :

1. WIBHU SAKTI : Sang Hyang Widhi Maha Besar.

2. SADU SAKTI : Sang Hyang Widhi Maha Ada.

3. JNANA SAKTI : Sang Hyang Widhi Maha Tahu.

4. KRYA SAKTI : Sang Hyang Widhi Maha Kerja.

dalam lontar TATTWA DARSANA , 27 , 48.

Dengan demikian Klakat / Pancak Sudamala merupakan simbul dua ( 2 ) Kamahakuasaan Sang Hyang Widhi yang bersifat Purusa Prakerti dengan Kemahakuasaan sebagai CADHU SAKTI dan KEMAHAMULIAANNYA.

pancak sudamala lanang wadon
Klakat Sudamala Wadon & Lanang


Biasanya Klakat / Pancak Sudamala ini di pakai sebagai pelengkap Upakara Dewa - Dewi ( Siwagotra - Siwagotri ) yang di letakkan pada Sanggah Surya.

Disamping itu juga dipakai merangkai Sekah apabila ada Upacara NYEKAH NGANGSENG.

buku : UPAFENGGA Drs Ida Bagus Sudarsama, MBA, MM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Buku Tamu

Cari Blog Ini

Pengikut

Blog Archive