PERBEDAAN KLAKAT SUDAMALA LANANG DENGAN SUDAMALA WADON
Klakat atau Pancak sangat sering digunakan masyarakat Hindu dalam kegiatan upacara agama. Klakat dapat digunakan sebagai tempat atau wadah upakara seperti Caru. Namun ada juga Klakat khusus yang digunakan yang dinamakan Klakat Sudamala atau Pancak Sudamala.
Setelah saya telusuri dari berbagai sumber di internet dan pengalaman membuat Klakat Sudamala ini ada beberapa bentuk yang berbeda-beda diantara daerah di Bali. Ini sering disebut sebagai bagian dari Desa, Kala dan Patra dimana upacara tersebut dilangsungkan. Namun secara spesifik ada perbedaan dasar dari Klakat Sudamala Lanang (laki) dengan Klakat Sudamala Wadon (perempuan).
![]() |
| Klakat Sudamala Wadon |
Berdasarkan sumber dikatakan bahwa Klakat sudamala lanang wadon adalah bagian dari upacara caru dalam tradisi Bali. Fungsi klakat sudamala lanang wadon adalah sebagai:
1. Simbol Kesuburan dan Kemakmuran
Klakat sudamala lanang wadon melambangkan kesuburan dan
kemakmuran, serta keseimbangan antara energi laki-laki dan perempuan.
2. Penyeimbang Energi
Klakat sudamala lanang wadon digunakan untuk menyeimbangkan
energi positif dan negatif dalam upacara caru, sehingga dapat menciptakan
keseimbangan dan harmoni.
![]() |
| Klakat Sudamala Lanang |
3. Sarana Komunikasi dengan Dewa
Klakat sudamala lanang wadon juga digunakan sebagai sarana
komunikasi dengan dewa-dewa dalam agama Hindu Dharma, untuk memohon berkah dan
perlindungan.
Dalam upacara caru, klakat sudamala lanang wadon memiliki peran penting dalam menciptakan keseimbangan dan harmoni, serta memohon berkah dan perlindungan dari dewa-dewa.
Klakat ini digunakan pada : Banten dewa-dewi,
Klakat sudamala Wadon lubang bersudut delapan “asta
aiswarya” dan Lanang pada lubang tengah yang mamakai tanda silang “cadhu sakti”
Sumber lain juga menyebutkan
Pancak ini juga
terbuat dari bambu, berbentuk segi empat bujur sangkar tetapi ukurannya lebih
kecil dengan ukuran sisinya 10 - 15 cm . Namun anyamannya agak berbeda memakai
tangkai , dan bentuk ini di buat bentuk feminim dan maskulin ( laki - laki atau
perempuan ).
Pancak / Klakat
Sudamala yang laki - laki / lanang , pada lubang tengahnya berisi tanda silang
( X ,
,
,
) , sedangkan untuk yang
perempuan / istri / wadon berisi lobang bersudut delapan ( 8 ,
).
![]() |
| Klakat Sudamala Luh |
Di buat lubang
bersudut delapan mengandung maksud delapan KEMAHAMULIAN Sang Hyang Widhi ( Asta
Aiswarya ), yaitu :
1. ANIMA : Sang Hyang
Widhi bersifat kecil , sekecil - kecilnya.
2. LAGHIMA : Sang
Hyang Widhi bersifat ringan , seringan - ringannya.
3. MAHIMA : Sang Hyang
Widhi Maha besar.
4. PRAPTI : Sang Hyang
Widhi dapat mencapai segala - galanya.
5. PRAKAMNYA : Sang
Hyang Widhi dapat mencapai segala yang di kehendaki.
6. ISITWA : Sang Hyang
Widhi merajai segalanya.
7. WASITWA : Sang
Hyang Widhi memiliki sifat Maha Kuasa.
8. YATRAKAMAWASAYITWA
: Sang Hyang Widhi memiliki sifat Wyapi - Wyapaka.
![]() |
| Klakat Sudamala Muani |
Pancak / Klakat
Sudamala Lanang / laki - Laki / Muani pada lubang tengah memakai Tanda Silang (
) , mengandung simbul
SWASTIKA yang memiliki maksud empat ( 4 ) Kemahakuasaan Sang Hyang Widhi yang
di sebut CADHU SAKTI , yaitu :
1. WIBHU SAKTI : Sang
Hyang Widhi Maha Besar.
2. SADU SAKTI : Sang
Hyang Widhi Maha Ada.
3. JNANA SAKTI : Sang
Hyang Widhi Maha Tahu.
4. KRYA SAKTI : Sang
Hyang Widhi Maha Kerja.
dalam lontar TATTWA DARSANA
, 27 , 48.
Dengan demikian Klakat
/ Pancak Sudamala merupakan simbul dua ( 2 ) Kamahakuasaan Sang Hyang Widhi
yang bersifat Purusa Prakerti dengan Kemahakuasaan sebagai CADHU SAKTI dan
KEMAHAMULIAANNYA.
![]() |
| Klakat Sudamala Wadon & Lanang |
Biasanya Klakat /
Pancak Sudamala ini di pakai sebagai pelengkap Upakara Dewa - Dewi ( Siwagotra
- Siwagotri ) yang di letakkan pada Sanggah Surya.
Disamping itu juga
dipakai merangkai Sekah apabila ada Upacara NYEKAH NGANGSENG.
buku : UPAFENGGA Drs
Ida Bagus Sudarsama, MBA, MM.

.jpeg)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Buku Tamu