Sad Guru berkata ," Jangan mengganti nama Tuhan yang telah kau cintai, kau hormati dan kau pilih untuk diingat serta diulang-ulang. Satu nama Tuhan harus kau pilih dan kau gunakan seterusnya untuk japa dan meditasi."

Baca Dulu Kawan

OM. SA, BA, TA, A, I, NA, MA, SI, WA, YA, AM, UM, OM -
OM. SA, BA, TA, A, I, NA, MA, SI, WA, YA, AM, UM, OM -
OM. SA, BA, TA, A, I, NA, MA, SI, WA, YA, AM, UM, OM

Jumat, 20 Januari 2017

Selamat Merayakan Hari Suci Saraswati

Sisi Lain Makna Hari Saraswati


Oleh: Jero Mangku Danu (I Wayan Sudarma)
Om Swastyastu

“Om Sarasvati Namastubyam Varade kama rupini Vidyarambham karasyami Siddhir bhavantu me sadha Om Shri Sarasvatyai Namo Namah”

Pendahuluan

Sebelumnya mohon maaf atas keberanian menginterpretasi hari suci Sarasvati dengan sesuatu yang lebih logika dan jika ada yang tidak berkenan untuk meluruskannya.
Setiap manusia pada kelahirannya ke dunia selalu ditakdirkan dalam keadaan bodoh/tidak tahu (Avidya). Namun dengan kebesaran Sang Hyang Widhi, Beliau menganugerahkan ilmu pengetahuan kepada umat manusia untuk merubah, melenyapkan ke-Avidya-an/ kebodohan manusia karena kelahirannya itu menjadi Vidya (Tahu).

Dengan ilmu pengetahuan itu manusia menjadi cerdas. Dan kecerdasan itulah yang membuat manusia menjadi bisa mengetahui dan membedakan mana/apa yang baik dan mana/apa yang buruk atau yang di dalam ajaran Hindu dikenal dengan istilah Wiweka.

Dengan kemampuan Wiweka yang dimilikinya itu, hendaknya manusia dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuannya dalam tingkah laku dan perbuatan/sikap yang bersusila tinggi untuk menghindarkannya dari penderitaan dan kesengsaraan dalam kehidupannya.
Namun kenyataan yang terjadi tidaklah sepenuhnya demikian. Berbagai kasus dapat kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari bahwa tidak semua orang mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya sesuai fungsi dan porsinya.

Penggunaan pestisida yang berlebihan, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, kriminalitas, sampai korupsi merupakan segelintir contoh nyata bagaimana ilmu pengetahuan itu tidak digunakan dan diaplikasikan dalam tindakan nyata yang tepat, sesuai fungsinya. Padahal sesungguhnya ilmu pengetahuan itu murni, suci dan tidak tercela.

Penyelewengan dan penyalahgunaan seperti itulah yang dapat menimbulkan kesengsaraan dan penderitaan dalam kehidupan manusia. Untuk menghindari hal seperti itu, diperlukan pemahaman mendalam terhadap makna dari adanya pengetahuan itu sendiri. Dimana pengetahuan dalam agama Hindu disimbolkan sebagai Saraswati. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini saya mencoba mengangkat tema “Sisi Lain Makna Saraswati”. Dengan harapan kita memiliki makna yang lebih dalam dan lebih logis dalam memaknai setiap rangkaian hari suci agama Hindu.
Memaknai Rangkaian Saraswati

1. Watugunung Runtuh (Redite Kliwon Watugunug); Hari Impian/Cita-Cita

Kamis, 05 Januari 2017

Penginapan Murah Dan Nyaman Selama Liburan

Catatan Perjalanan



Liburan telah tiba. Bagaimana liburan akhir tahunmu ? tentu sangat menyenangkan ya.. libur bersama keluarga tercinta, bisa jalan-jalan menikmati indahnya negeri Nusantara ini. Berkendara dengan si Ava Hip Hip menjelajah kota-kota, memberikan pengalaman pada si buah hati akan arti petualangan. Pengalaman harus dicari dan pengalaman adalah guru. Ya, kami berpetualang sambil mencintai Indonesia, belum semua pulau yang kami bisa jelajahi dan nikmati keindahannya, kenapa harus ke luar negeri ? Inilah catatan kecilku selama liburan akhir tahun 2016-2017 dengan Penginapan murah dan nyaman selama kami menjelajahi kota-kota di Jawa dan Bali.

Liburan kami menempuh perjalanan sepanjang 2.864 km, melewati 30 an kota-kota besar dan kecil di pulau Jawa dan Bali. Berangkat dari Bintaro jakarta, masuk tol terpanjang saat ini, tol Cipali, keluar Brexit Brebes Exit. Kota pertama adalah Kota Tegal, selanjutnya Kota Pemalang, Kota Pekalongan, Kota Kendal tempat makan siang kami setiap perjalanan yaitu Monggo Moro, kemudian Semarang Jawa Tengah. Kota Malang adalah tujuan kami, karena di kota ini anak kami yang pertama sedang menuntut ilmu di Universitas Brawijaya. Jadi liburan kami nikmati bersama keluarga kecil secara lengkap. Perjalanan dengan si Ava Hip Hip belum bisa tembus sampai Malang, akhirnya kami bermalam di Kota Rembang, Penginapan murah dan nyaman di Rembang itu Hotel Tiara (cukup)

Lepas dari Semarang, perjalanan selanjutnya ke Kota Demak, Kota Kudus, Kota Pati, Kota Rembang, Kota Tuban, Kota Babad, Kota Lamongan, Kota Gresik dan Surabaya Jawa timur. Melalui jalan tol Sidoarjo Gempol kami menuju kota Malang melewati kota Lawang. Perjalanan sungguh menyenangkan dapat menikmati keindahan pantai dan gunung, suasana perkotaan dan pedesaan, masyarakat Indonesia dengan aktivitasnya, seperti becak, pedati, traktor, ibu-ibu kepasar, sungguh unik dan beranega ragam aktivitas.

Menikmati indahnya kota Malang bersama keluarga merupakan kebahagiaan kami. Berkumpul bersama bercanda ria dan melepas kangen, kebahagiaan kalian adalah kebahagiaan kami selaku orangtua. Bahagia kami adalah bisa memberi kebahagiaan pada anak-anak tercinta. Selama di Kota Malang, Penginapan murah dan nyaman di Hotel Serayu (Baik).

Liburan belum usai, karena dari Kota Malang kami menuju Bali. Melewati kota Pasuruan, Kota Probolinggo, Pasir Putih Besuki, Kota Situbondo, dan Ketapang Banyuwangi. Pengalaman si kecil bertambah saat menikmati penyebrangan kapal Ferry di selat Bali. Pada awalnya dia merasa takut, namun akhirnya bisa menikmati indahnya penyebrangan dengan kapal Ferry di selat Bali. Ya, pengalaman memang musti dicari, pengalaman tidak datang dengan sendirinya. Mendarat di Bali, kami menuju Kota Singaraja, sebuah kota tempat menuntut ilmu istriku tercinta. Penginapan murah dan nyaman Kota Singaraja di hotel Sentral (cukup).
Menikmati indahnya kota Singaraja, kota I Gusti Anglurah Panji Sakti dengan lambang Singa Raja Bersayap, berlanjut ke Kota Bangli melewati Gunung Batur dengan Danau Batur yang sangat indah nan elok. Kini wisatawan dapat memperoleh pengetahuan penting mengenai Kaldera Gunung Batur melalui Museum Geopark Batur yang terletak bersebrangan dengan Penelokan Kintamani. Akhirnya kami sampai di rumah, rumah kami tercinta sebagai tempat kami dilahirkan, Abianbase Gianyar Bali.

Bagaimana Perjalanan Ke Jakarta ?

Kamis, 01 Desember 2016

Kalender Rerahinan Pujawali Piodalan Tahun 2017

Setiap Tahun Kerama Suka Duka Hindu Dharma Banjar Ciledug www.banjarciledug.org selalu mengeluarkan dan mencetak Dudonan Upakara / Upacara Rerahinan untuk kalangan sendiri. Dudonan ini merupakan gambaran satu tahun kedepan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan berkaitan dengan rerahinan, piodalan, pujawali Pura se Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi dan Kerawang Jabodetabek. Dudonan Upakara / Upacara Tahun 2017 yang disusun oleh Ketua Bidang Adat SDHD Banjar Ciledug berlaku sebagai informasi pembagian tugas untuk kerama suka duka di lingkungan Banjar Ciledug. Pujawali atau piodalan pada masing-masing Pura sepenuhnya merupakan hak dari Banjar pengempon Pura.

Lebih Lengkap Dudonan Upakara / Upacara Rerahinan Tahun 2017. Klik www.banjarciledug.org


Bulan Januari 2017


  • 12 Januari  2017  Kamis Paing  Dukut Tilem Sasih Kepitu
  • 21 Januari  2017 Sabtu  Umanis Watugunung HarSaraswati. Pujawali ring Pura Aditya Jaya Rawamangun Jakarta Timur. Pujawali  ring Pura Loka Arcana,  Ciangsana, Cilengsi, Bogor
  • 25 Januari  2017 Rabu  Kliwon Sinta Hari Raya Pagerwesi.
  • 26  Januari 2017 Kamis  Umanis Sinta Hari Raya  Siwaratri. (melaksanakan mona brata, upawasa dan jagra serta
  • 27  Januari  2017  Jumat Paing Sinta  Tilem Sasih Kepitu

Bulan Februari 2017

Kamis, 29 September 2016

Pura Parahyangan Kuil Dan Guru Dwara

Pura / Parahyangan / Kuil Dan Guru Dwara Dilingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten
  1. Pura Kertajaya  Kota Tangerang
  2. Pura Merta Sari Kota Tangerang Selatan
  3. Pura Dharma Sidhi Kota Tangerang
  4. Pura Dharma Praja Kota Tangerang Selatan
  5. Pura Eka Wira Anantha Kota Serang
  6. Pura Giri Kerti Kota Tangerang
  7. Parahyangan Jagat Guru Kota Tangerang Selatan
  8. Kuil Dewi Durgha Maa Kota Tangerang
  9. Kuil Shri Battra Kaliamman Kota Tangerang
  10. Guru Dwara Guru Nanak Kota Tangerang Selatan
  11. Parahyangan Bhuwana Raksati Kabupaten Tangerang


Rabu, 24 Agustus 2016

Bhatara Kala Ngaruruh Tetadahan

Bhatara Kala Ngaruruh Tetadahan. Kaceritayang wenten pandita maparab Bhagawan Bhrgu, malinggih ring Pesaraman Bhrgu Asrama. Ida medue putra kalih diri lanang istri. Sane lanang maparab Sang Bharata, sane istri maparab Diah Adnyawati.


Ida Sang Bhatara Kala sedek Ida sungsut kebekang ring kayun, eling ring raga lacur, wireh medal ring kalaning rahina Saniscara Kliwon Wuku Wayang,minab nenten wangde Ida pacang katadah olih Bhatara Kala, reh wenten panugrahan Bhatara Ciwa pecak, "Yan ada anak embas utawi lekad di Ukun Wayange, wenang Bhatara Kala nadah. "Irika raris Sang Bharata kaparisudha olih ajin Ida, Bhagawan Bhrgu. Sangkaning kaparisuda punika Ida mapesengan Sang Sudha. Yadiastun sampun kaparisuda, taler nenten nyidayang Ida Bhatara Nilakantha, tan urungan Ida katadah olih Ida Bhatara Kala.


Translate

Famous - Sane Pinih Kasub