Sad Guru berkata ," Jangan mengganti nama Tuhan yang telah kau cintai, kau hormati dan kau pilih untuk diingat serta diulang-ulang. Satu nama Tuhan harus kau pilih dan kau gunakan seterusnya untuk japa dan meditasi."

Artikel Bali Pilihan

Kamis, 16 Februari 2012

Pengetahuan Vs Kebodohan

Buku Karma Keadilan Tertinggi
ISOPANISAD menyatakan, "Orang bijak telah menjelaskan bahwa satu jenis hasil diperoleh dari kultur pengetahuan dan bahwa hasil yang berbeda diperoleh dari kultur kebodohan." Kultur pengetahuan yang sejati adalah kemajuan pengetahuan spiritual. Dan kemajuan pengetahuan dalam hal kenyamanan badan atau untuk melindungi badan adalah kultur kebodohan, sebab bagaimanapun Anda mungkin berusaha untuk melindungi badan ini, ia akan menuruti proses alaminya. Apakah itu ? Kelahiran dan Kematian yang berulang-ulang, dan saat badan masih terwujud terdapat penyakit dan usia tua. Orang sangat sibuk mengembangkan pengetahuan mengenai badan ini, walau mereka melihat bahwa setiap saat badan ini sedang merosot. Kematian badan ini telah ditentukan saat ia lahir. Itu adalah FAKTA. Jadi Anda tidak dapat menghentikan proses alamiah badan ini - yaitu kelahiran, usia tua, penyakit dan kematian.
Srimad-Bhagavatam (10.84.13) menyatakan bahwa badan ini tidak lain adalah sebuah kantung yang berisi tiga unsur utama - Lendir, Empedu dan Udara - dan seseorang yang mengganggap capuran dari Lendir, Empedu dan Udara ini sebagai dirinya adalah seekor keledai. Bahkan para filsuf dan ilmuwan hebat pun menganggap diri mereka sebagai campuran antara lendir, empedu dan udara ini. Inilah kesalahan mereka. Sebenarnya, para filsuf dan ilmuwan adalah roh-roh, dan sesuai karma mereka, mereka memperlihatkan bakat tertentu mereka. Mereka tidak mengerti hukum karma.
Mengapa kita menemukan ada begitu banyak pribadi yang berbeda ? Jika manusia hanya merupakan sebuah campuran dari lendir, empedu dan udara, mengapa mereka tidak identik ( sama persis) ? Satu orang lahir sebagai seorang jutawan; yang lain bahkan tidak mampu untuk makan dua kali sehari, meskipun telah berusaha keras. Mengapa terjadi perbedaan seperti ini ? Karena HUKUM KARMA, aksi dan reaksi. Seseorang yang mengerti misteri ini maka dia berada dalam pengetahuan.

Famous - Sane Pinih Kasub

Friends of Rare Angon

BLOG of SAMETON