Rare Bali Anak Bali Belog Ngiring Ngajegang Bali dengan berbahasa Bali sane becik, senang ring Tembang Bali tur sekancan sastra lan Budaya Bali sane sampun kaloktah ring jagate mangda sumingkin jangkep tur paripurna #Bahasabali #AjegBudayaBali #RareBali
Rabu, 31 Desember 2025
CATATAN PERJALANAN NATARU 2026 TOL TRANS JAWA SEMAKIN PANJANG
Jumat, 05 Desember 2025
TERAS TERING PERSAWAHAN DI JATILUWIH TABANAN MEMANG INDAH
TERAS TERING PERSAWAHAN DI JATILUWIH TABANAN MEMANG INDAH
Rabu, 03 Desember 2025
TIRTA YATRA DARI KITA OLEH KITA UNTUK KITA
TIRTA YATRA DARI KITA OLEH KITA UNTUK KITA
Sebagai sebuah grup komunitas keagamaan tentu memiliki
anggota yang berbagai macam latar belakang, pendidikan, sosial, ekonomi, bahkan
tingkat spiritualitas. Agar tercipta suatu soliditas kebersamaan perlu adanya
sebuah kegiatan yang menarik, kalau dunia kerja sering disebut outbound dan
team building. Tapi kita tidaklah sejauh itu, cukup dengan tirta yatra saja.
Tirta yatra adalah perjalanan suci umat Hindu dengan niat
tulus untuk menyucikan diri, memohon berkah, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Perjalanan ini dilakukan dengan pikiran jernih dan suci, diiringi rasa ikhlas
dan penghormatan, serta disertai ritual persembahyangan di tempat-tempat suci
seperti pura.
Aspek-aspek penting dalam melakukan tirta yatra :
·
Niat yang Tulus (Bhakti): Lakukan
perjalanan dengan niat yang murni karena bakti dan rasa syukur kepada Tuhan,
bukan karena tujuan duniawi lainnya.
·
Pikiran yang Jernih dan Suci: Hindari
pikiran negatif dan jaga hati tetap bersih, karena tirta yatra adalah sebuah
perjalanan spiritual untuk menyucikan diri dari dosa.
·
Perilaku yang Benar (Karma): Berperilaku
baik dan tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agama selama
perjalanan.
·
Pengendalian Diri (Yoga): Kendalikan hawa
nafsu dan fokus pada tujuan spiritual perjalanan.
·
Pengetahuan yang Benar (Jnana): Pahami
makna dari setiap ritual dan tempat yang dikunjungi untuk mendapatkan
pencerahan spiritual yang lebih dalam.
·
Menghormati Tempat Suci: Jaga kesucian dan
kebersihan tempat-tempat suci yang dikunjungi dan hormati orang-orang suci yang
ditemui di sana.
Manfaat melakukan tirta yatra :
·
Pembersihan Diri: Menyucikan diri dari
dosa-dosa dan memperkuat keyakinan (sradha) kepada Tuhan.
·
Peningkatan Spiritualitas: Mendekatkan diri
kepada Tuhan dan memperoleh ketenangan batin serta pencerahan spiritual.
·
Penyegaran Mental dan Fisik: Menyegarkan
kembali pikiran dan fisik yang mungkin jenuh karena rutinitas
sehari-hari.
·
Tirta yatra secara berkelompok ; Dapat
meningkatkan rasa kebersamaan dan persaudaraan, dimana sesuai dengan ajaran
agama, dimana agama secara umum mengajarkan hidup berkelompok karena menekankan
pentingnya persatuan, kerja sama, dan tolong-menolong antar sesama manusia.
Ajaran ini mewujudkan hubungan sosial yang harmonis, di mana setiap individu
memiliki peran dalam masyarakat yang lebih besar.
Selasa, 02 Desember 2025
ORANG BALI TIDAK PERLU INVESTOR
ORANG BALI TIDAK PERLU INVESTOR
Karena mereka sendiri adalah “investor utama” dalam
pariwisata Bali. Disebut pulau Dewata karena banyak tempat ibadah, pura, pelinggih-pelinggih
terebar dimana-mana, di sawah, di pinggir hutan, di sungai, di sumber mata air,
yang semua nya ini adalah di’investasi’kan oleh orang Bali itu sendiri, dan
inilah yang menjadi daya tarik pariwisata Bali.
Kegiatan upacara yang secara turun-temurun adalah investasi
tak berharga dari para leluhur kita yang patut selalu di jaga dan dilestarikan.
Budaya, Seni dan keindahan alam adalah investasi para pendahulu yang begitu
menarik untuk dinikmati. Lalu apa lagi yang perlu diinvestasikan oleh investor
? Mereka hanya menimba keuntungan dari sumur kekayaan yang telah diinvetasikan
oleh orang Bali.
Pariwisata Bali pun mulai bergeser dari menikmati indahnya
alam pemandangan gunung, sawah, liukan sungai, kini para wisata menikmati
indahnya mall, tempat makan yang enak, tidur yang nyaman dan itu semua adalah
hasil karya manusia modern. Banyak tempat-tempat alami yang kini “dipaksa”
alami dengan artificial-artificial buatan manusia.
Tempat-tempat wisata buatan inilah yang memaksa perlu adanya
Investor asing atau yang membiayai pembuatannya. Apakah Orang Bali Perlu
Investor seperti ini ? Sampai kapan Bali akan dibangun tempat-tempat wisata
buatan ?
Tempat wisata buatan manusia memaksa tempat alami menjadi
tidak alami. Merubah tebing-tebing alam menjadi tebing buatan, merubah tepi
lautan yang alami menjadi tepi lautan yang modern. Lama-kelamaan seiring waktu
Alam Bali yang alami PASTI AKAN HABIS.
Semestinya Orang Bali tidak perlu Investor lagi, alam bali
sudah indah dan bagus berkat investornya orang Bali itu sendiri.

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)


