Rabu, 29 Juni 2016

Manusa Yadnya Potong Gigi

Yadnya merupakan korban suci yang tulus ikhlas, suci bersih (tanpa leteh). Panca Yadnya merupakan aplikasi dari peruntukan secara umum kepada siapa yadnya akan dipersembahkan. 


Penyelenggaraan Panca Yadnya meliputi : 1). Dewa Yadnya, Yadnya kehadapan Tuhan dengan seluruh manifestasi-Nya, 2). Pitra Yadnya, Yadnya kehadapan para Leluhur, 3). Rsi Yadnya, Yadnya kehadapan Para Guru, 4). Manusa Yadnya, Yadnya kepada sesama Manusia dan,  5). Butha Yadnya, Yadnya yang dipersembahkan kepada Jagat atau Alam Semesta.

            Manusa Yadnya merupakan yadnya yang diberikan kepada manusia sejak dalam kandungan sang ibu hingga menjalani kehidupan berumah tangga, Grehasta. Salah satu Upacara Manusa Yadnya adalah Upacara Potong Gigi. Menurut Sastra Agama seperti Lontar Dharma Kahuripan, Lontar Siwa Samapta dan Lontar Puja Kala Pati, upacara Potong Gigi disebut Atatah. 

Dalam Lontar Tutur Kamoksan ditekankan pada teknis pelaksanaan Upacara Potong Gigi yaitu dengan memotong dan meratakan ujung-ujung enam (6) buah gigi, yaitu empat (4) gigi Seri dan dua (2) gigi Taring. Ke-enam gigi ini merupakan simbul dari enam sifat negatif yang disebut dengan Sad Ripu. Upacara Potong Gigi akan menekan dan meminimalisir bergeloranya Sad Ripu dalam diri manusia. Upacara Potong Gigi juga merupakan aplikasi dari Tri Rnam yaitu hutang manusia kepada para leluhur dengan mengupacarai keturunan atau perti sentananya.

            Suka Duka Hindu Dharma (SDHD) Banjar Ciledug www.banjarciledug.org merupakan wadah umat Hindu yang berdomisili di Ciledug kota Tangerang dan Sekitarnya. Banjar Ciledug memiliki kegiatan-kegiatan rutinitas seperti melaksanakan Pujawali Pura Dharma Sidhi, kegiatan suka-duka, dan pelayanan umat lainnya yang semuanya ini memiliki tujuan untuk meningkatkan Srada dan Bhaktinya kehadapan Ida SangHyang Widhi Wasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Buku Tamu

Artikel Umat Hindu