Selasa, 12 Agustus 2014

Jadilah Penguasa Kerajaanmu Sendiri

Bunga Bali
Kamboja Merah
Suatu saat engkau berada dalam Ambariisha tattwa (prinsip bhakti) dan pada saat lain berada dalam Durvaasa tattwa 'prinsip kemarahan'. Ini tidak benar. Engkau harus kukuh, berpegang teguh keputusan dan sikapmu. Itulah sebabnya di luar Prashaanti Nilayam Aku memberikan khotbah yang kausebut windu atau 'pesta' tetapi di sini. bagimu, Aku selalu memberi mandu 'obat'. Tempat ini merupakan pusatnya, markas besar menegakkan lokakal-yaanam ' kesejahteraan dunia' .

Tentu saja di mana-mana Aku menekankan kesalehan dan kehidupan moral yang tinggi, tetapi di sini. Aku menetapkan peraturan yang lebih ketat dan keras. Nah, akan Kusampaikan kepadamu beberapa kata-kata keras. Baca Hindu Menjawab Semua Pertanyaan



Seringkali engkau mencela pikiran sebagai kera, tetapi menurut pendapat-Ku, pikiran jauh lebih buruk dari itu. Kera melompat dari suatu dahan ke dahan lain, tetapi pikiran meloncat dari ketinggian Himaalaya ke kedalaman lautan, dari hari ini menuju puluhan tahun yang lampau. Jinakkan pikiranmu dengan proses naamasmarana. Buatlah pikiranmu menjadi gunung Bhadraachala yang kukuh dan mantap seperti yang dilakukan Raamadaasa. Itulah tugas yang Kuberikan kepadamu. Jadikan hatimu Ayodhyaa dengan sarana nama Raama. Ayodhyaa berarti kota yang tidak dapat diduduki dengan kekerasan. Inilah sifatmu yang sebenarnya; Ayodhyaa dan Bhadraachala. Jika ini kaulupakan engkau akan tersesat. Semayamkan Raama di hatimu maka tidak akan ada kekuatan luar yang dapat membahayakan engkau.

Sadarilah bahwa suka duka itu pasang surut bagaikan gelombang lautan; hal itu bagaikan menghirup dan menghembuskan nafas. Jika engkau mencapai tingkat ketenangan itu, tanah tempatmu berpijak menjadi (tanah suci) Kaashi, semua yang kaulakukan berubah menjadi bentuk pemujaan terttinggi kepada Shiva. Bertualanglah di kawasan pikiranmu sendiri dan pahamilah suasana hati serta misterinya. Jangan mimpi berkelana di negara asing sebelum engkau menguasai kerajaanmu sendiri. (Sadari) diri (sejati) lebih dahulu, kemudian menolong (orang lain). Ketahuilah dirimu sendiri; jika sudah diketahui, engkau dapat mengetahui yang lain jauh lebih cepat dan lebih tepat.

Abdikan hidup ini untuk melayani orang lain karena orang-orang itu, yang dapat kaulihat, merupakan wakil Tuhan yang bersemayam di dalam hatimu. Aku datang untuk memperbaiki jalan raya kuno yang membawa manusia menuju Tuhan. Jadilah pengawas, montir, dan pekerja yang tulus serta terampil dan bergabunglah dengan Aku, Weda, Upanisad,  dan Shaastra adalah jalan yang Kutunjukkan. Aku datang untuk memperlihatkan dan menghidupkannya kembali. Sumber bacaan buku Sabda Sathya Sai Jilid IIB Wacana Bhagawan Sri Sathya Sai Baba. (RANBB)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Buku Tamu

Artikel Umat Hindu