DIJUAL CEPAT VILLA

DIJUAL CEPAT VILLA

Lokasi : Jln . Raya Uluwatu No. 2B, Kuta Selatan

Denpasar Bali – (Lokasi sebelum GWK)

Luas Tanah : 700 M2

Luas Bangunan : 400 M2

SPECC : 1. 3 Kamar Tidur + Kamar Mandi

2. Ruang Makan

3. Ruang Keluarga

4. Dapur

5. Tempat Jaga

6. Kolam Renang

Listrik : 10.000 Watt

Harga : Rp. 10.000.000.000,- (Sepuluh milyar rupiah)

Bisa nego langsung pemilik

Status : SHM

Regards

Made L. Wijaya

HP. 0812 949 9049

HP. 0813 1102 2449

Informasi Lengkap silakan Klik :

http://olx.co.id/iklan/villa-dijual-cepat-IDoDbbL.html

Sabtu, 09 April 2011

Otonan Nak Bali

LASKAR BEDUDA

Bali memang unik dan menarik bagi semua orang, tidak hanya Bangsa sendiri tetapi juga Bangsa-bangsa di seluruh dunia membicarakan tentang "Bali". Salah satu keunikan yang sudah menjadi tradisi umat Hindu Bali dimanapun berada tidak pernah melupakan prihal; Otonan atau Ngotonin, yang merupakan peringatan hari kelahiran berdasarkan satu tahun wuku, yakni; 6 (enam) bulan kali 35 hari = 210 hari. 

Jatuhnya Otonan akan bertepatan sama persis dengan; Sapta Wara, Panca Wara, dan Wuku yang sama. Misalnya orang yang lahir pada hari Rabu, Keliwon Sinta, selalu otonannya akan diperingati pada hari yang sama persis seperti itu yang datangnya setiap enam bulan sekali (210 hari).




Berbeda dengan peringatan hari Ulang Tahun yang hanya menggunakan perhitungan tanggal dan bulan saja, dengan mengabaikan hari maupun wuku pada tanggal tersebut. Misalnya seseorang yang lahir tanggal 10 Januari, maka hari ulang tahunnya akan diperingati tiap-tiap tanggal 10 Januari pada tahun berikutnya (12 bulan kalender).

Otonan diperingati sebagai hari kelahiran dengan melaksanakan upakara yadnya yang kecil biasanya dipimpin oleh orang yang dituakan dan bila upakaranya lebih besar dipuput aleh pemangku (Pinandita). Sarana pokok sebagai upakara dalam otonan ini ada1ah; biyukawonan, tebasan lima, tumpeng lima, gebogan dan sesayut.

Menurut tradisi umat Hindu di Bali, dalam mengantarkan doa-doa otonan sering mempergunakan doa yang diucapkan yang disebut sehe (see) yakni doa dalam bahasa Bali yang diucapkan oleh penganteb upacara otonan yang memiliki pengaruh psikologis terhadap yang melaksanakan otonan, karena bersamaan dengan doa juga dilakukan pemberian simbol-simbol sebagai telah menerima anugerah dari kekuatan doa tersebut.

Sebagai contoh :

Melingkarkan gelang benang dipergelangan tangan si empunya Otonan, dengan pengantar doa : "Ne cening magelang benang, apang ma uwat kawat ma balung besi" (Ini kamu memakai gelang benang, supaya ber otot kawat dan bertulang besi).


Ada dua makna yang dapat dipetik dari simbolis memakai gelang benang tersebut adalah pertama dilihat dari sifat bendanya dan kedua dari makna ucapannya. Dari sifat bendanya benang dapat dilihat sebagai berikut :


    1. Benang memiliki konotasi beneng dalam bahasa Bali berarti lurus, karena benang sering dipergunakan sebagai sepat membuat lurus sesuatu yang diukur. Agar hati selalu di jalan yang lurus/benar.

    2. Benang memiliki sifat lentur dan tidak mudah putus sebagai simbol kelenturan hati yang otonan dan tidak mudah patah semangat.

Sedangkan dari ucapannya doa tersebut memiliki makna pengharapan agar menjadi kuat seperti memiliki kekuatannya baja atau besi. Disamping kuat dalam arti fisik seperti kuat tulang atau ototnya tetapi juga kuat tekadnya, kuat keyakinannya terhadap Tuhan dan kebenaran, kuat dalam menghadapi segala tantangan hidup sebab hidup ini bagaikan usaha menyeberangi samudra yang luas. Bermacam rintangan ada di dalamnya, tak terkecuali cobaan hebat yang sering dapat membuat orang putus asa karena kurang kuat hatinya.

Dalam rangkaian upacara otonan berikutnya sebelum natab, didahului dengan memegang dulang tempat sesayut dan memutar sesayut tersebut tiga kali ke arah pra sawia (searah jarum jam) dengan doa dalam bahasa Bali sebagai berikut: "Ne cening ngilehang sampan, ngilehang perahu, batu mokocok, tungked bungbungan, teked dipasisi napetang perahu "bencah" (Ini kamu memutar sampan, memutar perahu, batu makocok, tongkat bungbung, sampai di pantai menemui kapal terdampar).

Dari doa tersebut dapat dilihat makna:

    1. "Ngilehang sampan ngilehang perahu" bahwa hidup ini bagaikan diatas perahu yang setiap hari harus kesana-kemari mencari sesuatu untuk memenuhi kebutuhan hidup ini. Badan kasar ini adalah bagaikan perahu yang selalu diarahkan sesuai dengan keinginan sang diri yang menghidupi kita.


    2. "Batu makocok" adalah sebuah alat judi. Kita teringat dengan kisah Pandawa dan Korawa yang bermain dadu, yang dimenangkan oleh Korawa akibat kelicikan Sakuni. Jadi hidup ini bagaikan sebuah perjudian dan dengan tekad dan keyakinan yang kuat harus dimenangkan.

    3. "Tungked bungbungan" (tongkat berlobang) adalah bambu yang dipakai kantihan yakni sebagai penyangga keseimbangan samping perahu agar tidak mudah tenggelam karena bambu bila masih utuh memang selalu terapung. "Perahu hidup ini" jangan mudah tenggelam oleh keadaan, kita harus selalu dapat mengatasinya sehingga dapat berumur panjang sampai mempergunakan tongkat (usia tua).

    4. "Teked dipasisi napetang perahu bencah" (sampai di pantai menemui perahu / kapal terdampar). Terinspirasi dari sistem hukum tawan karang yang ada pada jaman dahulu di Bali, yakni setiap ada kapal atau perahu yang terdampar di pantai di Bali, rakyat Bali dapat dengan bebas menahan dan merampas barang yang ada .pada kapal yang terdampar tersebut. Maksudnya supaya mendapatkan rejeki nomplok, atau dengan usaha yang mudah bisa mendapatkan rejeki yang banyak.


Demikian luhurnya makna doa yang diucapkan dalam sebuah upacara otonan bagi masyarakat Hindu Bali yang dikemas dengan simbolis yang dapat dimaknai secara fisik maupun psikologis, dengan harapan agar putra-putri yang menjadi tumpuan harapan keluarga mendapatkan kekuatan dan kemudahan dalam mengarungi kehidupan.

kaambil saking OTONAN 
"Peringatan Hari Kelahiran Umat Hindu Bali " 
Oleh : I Wayan Ritiaksa, M.Ag, Denpasar.
Warta Hindu Dharma No. 488 Agustus 2007.
Insert Foto Laskar Beduda (Nanoe Biroe) 
 Bagi Pengunjung yang berkeinginan mengetahui Otonan sendiri, keluarga, silakan email ke sobat_lama007@yahoo.com , hanya menyertakan tanggal, bulan dan tahun lahir saja, terima kasih

8 komentar:

  1. Om Swastyastu,
    Nembe tiyang melali meriki jeg becik pisan genah ragane. Yan ten iwang antuk tiyang niki blogne DJ Eben ngih? yan iwang ampurayang tiyang. Malih siki tiyang wenten masi nulis blog asiki, yan ragane kayun dados tukaran link ragane niki link detail titiyange
    Judul: Bali Graphy
    Link: http://www.baligraphy.com
    Melancaran merika, terus genahan komen akedik lan link detail ragane apang dados pasang tiyang ring kubun tiyange.

    Suksma, Van Rangga

    BalasHapus
  2. Om Swastiastu; inggih suksma sampun ngerauhin mriki, kanggeang anggen melajah taler... inggih langsung meluncur...

    BalasHapus
  3. suksma sampun posting niki. ngerti dadosne tiang napi suksman otone nika.

    BalasHapus
  4. Om Swastystu,
    Suksma, wau uning tyg arti OTONAN nike... Rahajeng salam kenal,

    Om Shanti Shanti Shanti Om

    BalasHapus
  5. Om Swastiastu, berikut ini email dan balasan dari admin, buat sahabat yang menanyakan Otonan via email, Suksma buat Bli Wayan Martana.

    Om Swastiastu,

    Titiang Martana dilahirkan tanggal 19 Januari 1969,titiang ingin tahu Sapta Wara, Panca Wara, dan Wuku otonan titiang,mohon bantuannya nggih,matur suksma.

    Om Shanti shanti shanti om
    ---------------------------
    Om swastiastu,

    Salam rahayu, suksma antuk uratiannya , ring tanggal 19 januari 1969 jatuh ring rahina redite pahing wuku pahang, ( minggu pahing pahang ) otonan yang telah lewat 7 agustus 2011 dan yang akan datang. 4 maret 2012

    Suksma
    Rare Angon
    Powered by Telkomsel BlackBerry®
    ------------------------------
    Om Swastiastu,

    Suksmaning manah lan angayubagia pisan,bapak sampun meluang waktu untuk nyawis petaken titiang,Swasti Hari Raya Saraswati,Dumugi Ida Sang Hyang Widi wasa ngicenin kerahayuan sareng bapak lan keluarga,suksma.

    titiang,
    Martana.

    BalasHapus
  6. I Tried to extend my VISA at Bali Mode Ubud office, after paying 2mill more than what other agents ask for. I didn’t get any news at all. I thought with the expensive cost that I had to pay would come speed and exclusivity, thorough work and quality…but naaa. I had to call and chase them daily. I get it…seems like when it involves asking you for money they’re really nice and attentive, but after that, seems like they just don’t care. Its crazy, shouldn’t an agent help you out instead of creating problems for you?

    BalasHapus
    Balasan
    1. thank you for your attention, this is just a blog and not the agent who can help you, please contact the police if you feel cheated. thank you

      Admin

      Hapus

Buku Tamu