MENDAKI GUNUNG ARGOPURO SEBUAH KENANGAN DI SABANA CIKASUR
......Kami turun via jalur Bermi, disini terjadi peristiwa berpisah dengan teman di trek turun, trek yang bercabang menyebabkan kita terpisah berbeda punggungan.....
Sebuah kenangan mendaki Gunung Argopuro, memang sudah lama sekali saya lakukan bersama teman-teman Mapala Wanaprastha Dharma Universitas Udayana, namun kenangan itu tidak mudah dilupakan, karena Gunung Argopuro memiliki alam yang sangat indah, Sabana Cikasur, sebuah lapangan yang sangat luas ditumbuhi rumput hijau sebatas lutut, luasnya sangat luas sejauh mata memandang. Begitu terkesannya saya pada keindahan Sabana Cikasur ini, lebih-lebih saya bisa bermalam di sini, di sisi sebuah sungai yang sangat jernih, alami dengan daun selada air yang siap kita gunakan untuk dinikmati. Alam menyediakan keindahan ini untuk kita nikmati. Simak juga Etika Mendaki Gunung.
![]() |
| Jaman itu blum ada HP Android |
Selain Sabana-sabana selama pendakian juga hutan-hutan punggungan yang indah, bunga edelwis yang besar-besar dan selain itu waktu yang diperlukan dari start hingga puncak Rengganis cukup lama, demikian saat turun ke Bermi juga treknya panjang. Kegiatan ini sangat berkesan, seolah-olah kita tidak mendaki gunung, tetapi berjalan-jalan di alam bebas. Tempat camp atau berkemah selain di sabana, aliran sungai yang jernih juga di pinggir danau yang indah, danau Taman Hidup sungguh nikmat mendaki gunung Argopuro ini.
Bermula dari sebuah kegiatan LAPAN atau Latihan Pemantapan sebuah tingkatan keanggotaan yang bisa diikuti oleh anggota Baru, dimana LAPAN ini sebagai sarana untuk meningkatkan ilmu tentang Alam dan ke-Mapala-an dengan minat yang berbeda-beda, ada bidang minat Menyelam ( Diving ), Hutan Gunung dan Panjat Tebing ( Mountaineering ), Mengarungi Jeram ( Rafting ) dan Menenusuri Goa ( Caving ). Namun kini LAPAN semakin berkembang dan berganti namanya PTL Pelatihan Tingkat Lanjut. Saya mengikuti Devisi Hutan Gunung dan Panjat Tebing, yang mengadakan try out pemanjatan tebing di Jember dan Pendakian Gunung di Gunung Argopuro.
![]() |
| Devisi LAPAN |
Persiapan yang matang sangat diperlukan apabila kita ingin mendaki gunung. Kegiatan alam bebas tidak bisa kita anggap sepele apalagi cuma buat update status biar terlihat keren dan gagah saat kita berfoto di puncak gunung, atau rafting berada di atas perahu karet dengan aliran sungai yang deras. Pengetahuan tentang cuaca sangat penting diketahui bagi yang ingin mendaki gunung, seperti bulan Nopember - Februari yang biasanya menjadi musim hujan, sehingga membutuhkan persiapan perlengkapan yang memadai. Persiapan logistik dan perhitungan lama pendakian juga perlu diperhatikan. Mencari info-info tentang gunung yang akan kita daki kepada para senior atau dari klub pecinta alam lain yang memilikinya.
Kembali ke kegiatan mendaki Gunung Argopuro yang kami mulai dari Pos Baderan. Kami bermalam di pos ini untuk melaporkan kegiatan, lama pendakian, rencana tempat turun, perbekalan, dan tentunya mohon ijin dapat melaksanakan pendakian. Pendakian berjalan lancar dari Pos Baderan ke punggungan pegunungan yang indah, melewati sabana-sabana kecil, kembali naik ke punggungan, melewati sungai-sungai dengan air yang sangat jernih, hingga tiba di Sabana Cikasur yang sangat luas, yang katanya dulu ini lapangan terbang. Perjalanan menaiki punggungan, menelusuri sabana-sabana hingga ke rawa embik. Sedangkan pendakian ke puncaknya ' Summit attack ' hanya membawa one day pack atau tas kecil untuk perbekalan makan dan minum. Perjalan singkat ke Puncak Rengganis, setelah mengucapkan syukur atas pencapaian ini, kita berfoto dan turun kembali ke basecamp.
Perjalanan turun treknya berbeda dengan saat mendaki gunung, ini juga sangat penting dilaporkan jika anda mendaki gunung, agar tidak menjadi tanda tanya di pos Baderan. Kami turun via jalur Bermi, disini terjadi peristiwa berpisah dengan teman di trek turun, trek yang bercabang menyebabkan kita terpisah berbeda punggungan. Semakin turun mendekati pedesaan dengan kebun-kebun tanaman milik warga, jarak berpisah semakin jauh, hingga ketemu jalan desa dan bersyukur ada warga yang membatu mempertemukan kami dengan tim lain ..
Terimakasih temen-temen mapala Universitas Jember Jurusan (saya lupa :) )


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Buku Tamu