Rare Bali Anak Bali Belog Ngiring Ngajegang Bali dengan berbahasa Bali sane becik, senang ring Tembang Bali tur sekancan sastra lan Budaya Bali sane sampun kaloktah ring jagate mangda sumingkin jangkep tur paripurna #Bahasabali #AjegBudayaBali #RareBali

Breaking

Translate

Rabu, 28 Januari 2026

PENDAKI LAWAS KENANGAN MENDAKI GUNUNG RINJANI DI LOMBOK

PENDAKI LAWAS KENANGAN MENDAKI GUNUNG RINJANI DI LOMBOK 

Perjalanan ini sangat panjang, setelah menanjak ekstrim dari Danau Segara Anak kita dihadapkan pada perjalanan hutan yang sangat panjang. Peristiwa itu terjadi, kami terpecah menjadi 3 kelompok dan bermalam pada 3 tempat yang berbeda-beda. 



Terbuka lagi kenangan lama saat-saat berada di Puncak Gunung Rinjani 3.736 mdpl Lombok Nusa Tenggara Barat. Waktu itu aku berangkat sendiri ke Mataram dari Gianyar Bali dengan tujuan mendaki gunung tinggi di Indonesia. Berangkat naik angkot Isuzu pagi hari dari terminal pasar Gianyar setelah berjalan kaki dari rumah dengan tujuan pelabuhan Padangbai Karangasem. Alangkah gagahnya diriku dengan tas carier 80 kg di punggung dan baju flanel yang terbuka tanpa di kancingkan, sedangkan kaos dalem terlihat jelas, di leher tergantung kalung karabiner imut, serta celana pendek khas lapangan yang sudah belel serta sandal gunung yang begitu kuat dengan pengalamannya. Sebagai petualang muda begitu 'berani' untuk berangkat sendiri, percaya diri naik angkot berdesakan dengan penumpang pasar dengan berbagai karung belanjaannya. 

gunung rinjani
puncak gunung rinjani


Perjalanan ku tiba di pelabuhan Padangbai, seperti petualang pada umumnya duduk santai, sambil menghisap rokok, waktu itu rokokku ada 2 macam, 'sampoerna' dan 'jie sam soe' kretek. Ini tentu bukan sembarang rokok, jika istirahat lama kita isap yang kretek. Tak lama berselang ada pendaki 3 orang dari jawa turun dari angkot. Mata kita saling berpandangan khas, senyum sedikit lalu kita berkenalan. Jadilah sahabat perjalanan, begitulah akrabnya para pendaki lawas pada jamannya. Teman seperjalanan sangat mudah didapatkan. Kita akhirnya naik kapal ferry penyebrangan bersama-sama. Tak disangka-sangka, di dek kapal ferry terdapat juga pendaki cewek-cewek 3 orang, ternyata mereka dari Solo ( kalo ga salah UNS Solo ). Kita pun tak sungkan untuk berkenalan, jadilah kita bertujuh untuk membuat tim pendakian bersama ke Gunung Rinjani.

pos kehutanan sembalun
pos sembalun

Baca Juga Pengalamanku 

Mendaki 2 Puncak Lompobatang & Bawakaraeng 

Mendaki Gunung Semeru Sendirian 

Mendaki Gunung Argopuro Sabana Cikasur

Wajib Tahu Etika Mendaki Gunung

Pendakian Gunung Rinjani Lombok 


Kita sama-sama mampir terlebih dahulu ke Unram Universitas Mataram untuk melaporkan diri ke Mapala setempat sekaligus mengajak teman-teman lainnya ikut mendaki, sekaligus sebagai guide dalam perjalanan. Inilah salah satu tips bagi pendaki pemula yang ingin mendaki gunung Rinjani, untuk tidak sungkan-sungkan meminta informasi, petunjuk dan guide sebagai teman perjalanan. Sangat beruntung saat itu memang ada rencana pendakian ke gunung Rinjani dari teman-teman Mapala Unram. 


Pendakian tahun 1995 ini mungkin sudah berbeda dengan yang saat ini, pada waktu itu diawali dari pos Sembalun menuju pos Tengengean dengan rute memotong punggungan, trek masih cukup datar walau kadang-kadang ada sedikit tanjakan, padang savana luas membentang, sehingga sangat menyenangkan. Di sebelah kiri kita terlihat gunung rinjani berdiri megah seakan siap menyambut kedatangan kami. Perjalanan di tempuh seharian, hingga di pos yang ada jembatan itu kita bermalam. 

 

danau segara anak
danau segara anak

Keesokan harinya pendakian dilanjutkan menuju 'Bukit Penyesalan' dengan tanjakan yang sangat ekstrim, menuju pos Pelawangan. Memang pendakian jaman itu sepenuhnya menggunakan tenaga fisik, sehingga persiapan matang sebelum mendaki wajib kita lakukan. Persiapan perencanaan perjalanan wajib dibuat, agar dapat menghitung biaya, waktu, perbekalan, dapat dipersiapkan dengan baik sehingga perjalanan kita mendaki gunung menjadi sangat menyenangkan. 

Senja menyapa kedatangan kami di pos Pelawangan, bermalam disini sangat menyenangkan, udara sejuk, pemandangan bintang seakan tanpa batas cakrawala. Tim kami semua sangat bagus persiapannya semua berjalan dengan baik. 

Pendaki Lawas
Temen-temen di Segara Anak


Summit Attack adalah momen yang ditunggu-tunggu para pendaki, mencapai puncak adalah idaman setiap pendaki gunung. Jauh-jauh datang ke gunung harus sampai puncak. Dengan perbekalan 1 hari perjalanan baik minuman dan makanan dibawa dalam tas one day pack. Summit Attack dilakukan mulai jam 01.00 WITA dengan persiapan sarapan indomie dan kopi susu. 

Pendakian ke puncak Gunung Rinjani sangat berat, trek berpasir sepanjang perjalanan membuat fisik kita cepat lelah. Asupan makanan ringan perlu dilakukan agar stamina selalu terjaga. Akhirnya kami tiba di Puncak Gunung Rinjani sekitar pukul 10.00 WITA. 

Turun ke Danau Segara Anak juga tidak kalah seru dan menantang, dengan beban dipunggung yang berat membuat lutut kita harus kuat menahan, lebih-lebih turunan ke Segara Anak sangat terjal. Kami Bermalam di pinggir danau Segara Anak, dan keesokan harinya kita kembali ke Unram dengan jalur pendakian ke Desa Senaru. Perjalanan ini sangat panjang, setelah menanjak ekstrim dari Segara Anak kita dihadapkan pada perjalanan hutan yang sangat panjang. Peristiwa itu terjadi, kami terpecah menjadi 3 kelompok dan bermalam pada 3 tempat yang berbeda-beda. Namun bersyukur kami bisa berkumpul kembali pada keesokan harinya di desa Senaru ..

puncak rinjani
Puncak Gunung Rinjani


Terima kasih sahabat seperjalananku.. walau aku berjalan sendirian, namun selalu ada sahabat yang mendampingi .. begitulah asiknya mendaki jaman dulu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Buku Tamu

Cari Blog Ini

Pengikut

Blog Archive