Rare Bali Anak Bali Belog Ngiring Ngajegang Bali dengan berbahasa Bali sane becik, senang ring Tembang Bali tur sekancan sastra lan Budaya Bali sane sampun kaloktah ring jagate mangda sumingkin jangkep tur paripurna #Bahasabali #AjegBudayaBali #RareBali

Breaking

Translate

Selasa, 13 Januari 2026

MENDAKI GUNUNG WAJIB TAHU ETIKA DAN ADAT-ISTIADAT SETEMPAT

MENDAKI GUNUNG WAJIB TAHU ETIKA DAN ADAT-ISTIADAT SETEMPAT

Saya, punya pengalaman mendaki gunung sejak SMP waktu ikut Pramuka. Waktu itu memang sekedar mendaki tanpa pengetahuan tentang Hutan Gunung, karena selama pendakian selalu diawasi oleh pembina dan kakak-kakak gugus. Seiring waktu kegiatan mendaki gunung semakin dilengkapi dengan pengetahuan tentang Alam dan Kehidupannya. Tentang perlengkapan, navigasi, survival, perencanaan perjalanan, dan banyak lagi hal teknis lainnya, yang tidak kalah utama adalah ilmu tentang Etika mendaki gunung dan pemahaman mengenai adat-istiadat setempat

Gunung Semeru


Bagaimana mendaki yang aman dari segi sekala dan niskala ( aman dari gangguan dunia nyata dan tidak nyata ), lebih-lebih kita berada di Bali atau gunung-gunung di Indonesia yang tetap memiliki nilai-nilai magis dan penuh misteri. Dunia nyata ( sekala ) di gunung yang kita hadapi sudah pasti jalan yang menanjak dan menurun, berbatu, berpasir, ceruk-ceruk yang licin, tajam, dan lain sebagainya. Ada juga tumbuhan yang beracun dan menyebabkan kematian bila kita memakannya. Sedangkan dunia tidak nyata ( niskala ) sesuatu yang ada diluar kemampuan panca indera kita dalam menangkapnya. Bisa jadi karena memang misteri alam yang terkubur ratusan tahun, seperti kekuatan energi-energi kosmik. Bisa pula terjadi karena tempat suatu peristiwa yang menakutkan yang pernah terjadi sehingga tempat tersebut menjadi angker, bulu kuduk akan otomatis berdiri bila melewati tempat tersebut. 

Sebelum lanjut ke Etika Mendaki Gunung dan Pengetahuan Adat-istiadat setempat yang wajib diketahui oleh pendaki saat ini, saya memiliki pengalaman mendaki gunung di Bali, seperti Gunung Batur, Gunung Agung, Gunung Batukaru, Gunung Abang, dan beberapa gunung lainnya yang selalu kita dapati adanya Pura dipuncak gunung tersebut. Sedangkan menulusuri hutan Bali Barat hingga sampai Danau Beratan Bedugul juga beberapa kali saya jelajahi. 

Gunung di luar Bali yang pernah saya daki, seperti Gunung Semeru, Gunung Rinjani, Gunung Bawakaraeng, Gunung Latimojong, Gunung Lampo Batang, Gunung Raung. Dimana setiap gunung-gunung tersebut selalu ada Etika dan Adat-istiadat nya. Karena sudah dibekali pengetahuan tentang Etika mendaki, astungkara dalam setiap pendakian yang saya lakukan bersama teman-teman Mapala Wanaprastha Dharma Universitas Udayana selalu selamat dan sehat kembali ke rumah. 

Etika dalam mendaki gunung sering kali kita lupa karena dalam perjalanan akan menikmati keindahan alam, atau sebaliknya kesusahan. Nah, dalam kesusahan terkadang kita mengeluarkan umpatan-umpatan yang tidak baik, atau sumpah serapah dalam perjalanan tersebut. Etikanya dalam perjalanan itu apapun yang kita temui, wajib dinikmati dan disyukuri. Jadi hindari berkata-kata yang kotor selama perjalanan. Pelajari Adat-istiadat dari warga setempat hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama pendakian, seperti buang air kecil, buang air besar, buang sampah sembarang, ataupun penggunaan atribut-atribut tertentu, seperti tidak menggunakan baju hijau dan lain sebagainya.

Salah satu pengalaman waktu mendaki di Sulawesi Selatan, saya dan tim selalu suun ke kunci gunung atau kuncen gunung yang berada di kaki gunung tersebut. Mohon doa restu dan ijin agar kita selalu diberkati kesehatan dan keselamatan dalam pendakian. 

Gunung Rinjani



Jadi jangan abaikan pengetahuan tentang Alam, ilmu survival di alam, perlengkapan, navigasi darat, ilmu tentang cuaca, gunung, sumber air, dan masih banyak lagi pengetahuan yang perlu dipersiapkan jika ingin mendaki gunung. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi saat kita mulai menapakkan kaki di gunung, untuk itu belajar lah terlebih dahulu perihal kegiatan mendaki gunung, siapkan fisik dan mental sebelum beraktivitas di alam bebas. 

Bagi orangtua yang mendengar putranya akan mendaki gunung, sebaiknya tanyakan kesiapannya sebelum memberikan ijin. Gunung itu indah dari kejauhan, indah saat berada puncaknya, namun butuh persiapan matang untuk menikmatinya. Dengan persiapan kita menikmati perjalanan, jangan siksa diri kita hanya karena ingin update status .. sekian dan terima kasih

NB : nanti sambung lagi cerita mendaki gunungnya yang penuh misteri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Buku Tamu

Cari Blog Ini

Pengikut

Blog Archive