Rare Bali Anak Bali Belog Ngiring Ngajegang Bali dengan berbahasa Bali sane becik, senang ring Tembang Bali tur sekancan sastra lan Budaya Bali sane sampun kaloktah ring jagate mangda sumingkin jangkep tur paripurna #Bahasabali #AjegBudayaBali #RareBali

Breaking

Translate

Senin, 05 Januari 2026

PERAYAAN HARI SUCI NYEPI TAHUN ҪAKA UMAT HINDU BANTEN

 PERAYAAN HARI SUCI NYEPI TAHUN ҪAKA UMAT HINDU BANTEN

Memperingati hari-hari besar keagamaan bagi setiap umat beragama di Indonesia memiliki makna yang sangat besar. Dalam setiap agama mempunyai peringatan terhadap sejarah orang-orang atau kejadian-kejadian keagamaan yang mereka percayai, yang pelaksanaannya dilaksanakan setiap satu tahun sekali yang mana dalam perayaan hari besar tersebut mempunyai tujuan dan mitos sejarah yang sangat kental, sehingga dalam pelaksanaannya melibatkan seluruh elemen yang ada dalam agama tersebut.




Bagi umat Hindu, hari Tilem Sasih Kesanga di bulan Maret setiap tahun diperingati dan dirayakan sebagai Hari Tahun Baru yang juga disebut Hari Suci Nyepi. Hari Suci Nyepi adalah hari raya yang setiap tahun membawa kenangan dan  harapan akan berlangsungnya keamanan, keselamatan, kesejahteraan dan perdamaian bagi umat manusia di manapun mereka berada. Hari Suci Nyepi adalah benar-benar awal tahun Pembaruan, yakni tahun kerukunan dan toleransi antar umat beragama. 

Hari penobatan Maharaja Diraja Kaniskha I yang jatuh pada tahun 78 Masehi diresmikan sebagai tanggal satu bulan satu tahun satu Ҫaka. Tanggal tersebut sungguh penting karena merupakan titik awal dibukanya lembaran baru sejarah umat Hindu yang mendambakan perdamaian dan kehidupan yang menghargai toleransi dan kerukunan beragama. Kerena itu pula, tanggal satu bulan satu tahun Ҫaka oleh umat Hindu dirayakan dan diperingati sebagai Tahun Baru dan disebut Hari Suci Nyepi atau hari yang mengawali Tahun Toleransi dan Kerukunan Beragama.

Dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi, tahun Baru Ҫaka umat Hindu Banten melaksanakan serangkaian upacara, yang memiliki tujuan hakiki adalah memarisudha bhumi, menjadikan alam semesta bersih, serasi, selaras dan seimbang; bebas dari kebatilan, malapetaka, kekacauan sehingga seluruh umat manusia sejahtera, terbebas dari kebodohan dan kemiskinan.

Rangkaian upacara dalam Hari Suci Nyepi Tahun Baru Ҫaka ini meliputi; Melasti (mekiis,melis), Tawur Kesanga, Nyepi (sipeng), Ngembak Gni dan Dharma Shanti.

·      Melasti : Merupakan upacara yang mempunyai makna untuk membersihkan alat-alat upacara (pratima) dan diri sendiri secara lahir-bathin serta untuk mengambil air suci dari laut atau samudra.

·      Tawur Kesanga (Upacara Bhuta Yadnya) : Upacara Tawur Kesanga mempunyai makna untuk menyelaraskan atau mengharmoniskan alam semesta beserta seluruh isinya.

·      Nyepi/ Sipeng : Umat Hindu akan melaksanakan Brata Penyepian meliputi:

§ Amati Geni, tidak menyalakan api serta tidak mengobarkan hawa nafsu.

§ Amati karya, yaitu tidak melakukan kegiatan kerja jasmani melainkan meningkatkan kegiatan menyucikan rohani.

§ Amati lelungaan, yaitu tidak bepergian melainkan melakukan mawas diri.

§ Amati lelanguan, yaitu tidak mengobarkan kesenangan melainkan melakukan pemusatan pikiran terhadap Ida Sanghyang Widhi.

·      Ngembak Geni : Upacara ini dilaksanakan sehari setelah Hari Suci Nyepi, yang mempunyai makna Umat Hindu mulai memasuki tahun baru Ҫaka 1942 dengan kehidupan lahir dan bathin yang suci.

·      Dharma Shanti : yaitu pelaksanaan Simakrama (saling maaf memaafkan) antar umat se provinsi Banten

 

Hakekat Hari Suci Nyepi bagi umat Hindu adalah Penyucian bhuwana agung dan bhuwana alit (makro dan mikrokosmos) untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan lahir batin (jagadhita dan moksa), terbinanya kehidupan yang berlandaskan satyam (kebenaran), siwam (kesucian), dan sundaram (keharmonisan/ keindahan).

 

Dasar pelaksanaan Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Ҫaka Hindu Banten berdasarkan kitab-kitab agama Hindu dan Keputusan Lembaga antara lain :

1.    Berdasarkan Lontar Sundarigama, “……Nyepi amatigni, tan wenang sajadma anyambut karya sakalwirnya, agnigni saparanya tan wenang, kalinganya wenang sang weruh ring tattwa angelaraken samadhi. tapa, yoga amatitis kasunyatan”Hari Nyepi, tidak benar semua orang melakukan pekerjaan, berapi – api, karena mereka yang tahu hakekat agama melaksanakan samadhi, tapa, yoga memusatkan pikiran menuju kesunyataan/keheningan sejati”.

2.    Berdasarkan Lontar Sanghyang Aji Swamandaladisebutkan: angayutaken laraning jagat, paklesa letuhing bhuvana, yang terjemahannya: untuk melenyapkan penderitaan masyarakat dan kotoran dunia (alam).

 

Tujuan pelaksanaan Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Ҫaka Hindu Banten antara lain :

1.    Memperluas jaringan persaudaraan hakiki antara manusia dengan jalan menumbuhkan kepribadian utuh dalam diri manusia, solidaritas tulus antara umat, rasa tanggung jawab tinggi kepada masyarakat serta toleransi hangat kepada masyarakat dari berbagai Agama, Kepercayaan, Suku, di provinsi Banten.

2.    Meningkatkan ibadah umat Hindu melalui yadnya (berbakti, kebaktian, upacara persembahyangan), karma (kerja, tindakan kerja, berkarya, melakukan tugas), dana dan dana-punia (memberi sedekah, sumbangan, sumbangsih, pemberian sukarela) dan tapa (renungan suci, semadi,  bertapa, puasa, menyucikan diri) .

3.    Memaknai Hari Suci Nyepi sebagai momentum membangun kesadaran baru untuk membangun persaudaraan di tengah perbedaan menuju perdamaian.

4.    Tetap melestarikan dan melaksanakan petunjuk sastra-sastra suci agama Hindu sebagai tuntunan dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Buku Tamu

Cari Blog Ini

Pengikut

Blog Archive