DIJUAL CEPAT VILLA

DIJUAL CEPAT VILLA

Lokasi : Jln . Raya Uluwatu No. 2B, Kuta Selatan

Denpasar Bali – (Lokasi sebelum GWK)

Luas Tanah : 700 M2

Luas Bangunan : 400 M2

SPECC : 1. 3 Kamar Tidur + Kamar Mandi

2. Ruang Makan

3. Ruang Keluarga

4. Dapur

5. Tempat Jaga

6. Kolam Renang

Listrik : 10.000 Watt

Harga : Rp. 10.000.000.000,- (Sepuluh milyar rupiah)

Bisa nego langsung pemilik

Status : SHM

Regards

Made L. Wijaya

HP. 0812 949 9049

HP. 0813 1102 2449

Informasi Lengkap silakan Klik :

http://olx.co.id/iklan/villa-dijual-cepat-IDoDbbL.html

Senin, 04 Mei 2015

Ekajati Pemangku Bali

ekajati
Pemangku Bali
Mahasabha II Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) pada tahun 1968 menetapkan mengenai Ekajati. Yang tergolong ke dalam rohaniman dalam tingkat Ekajati selain Pemangku adalah Wasi atau Pinandita, Mangku Balian, Mangku Dalang, Pangemban, Dharma Acharya. Beliau-beliau ini tidak memiliki ikatan dengan suatu tempat suci tertentu, oleh karena itu rohaniman ini dalam tugasnya lebih bersifat umum, seperti menyelesaikan upacara perkawinan, upacara manusa yadnya lainnya, upacara kematian dan sebagainya. Baca Manggala Pinandita Pemangku

Menurut isi Lontar Raja Purana Gama, Ekajati yang tergolong Pemangku ini dibedakan menjadi 12 (dua belas) jenis sesuai dengan tempat dan kedudukan beliau-beliau ini dalam melaksanakan tugasnya. 


  1. Pemangku Kahyangan Tiga. Pemangku yang bertugas di Kahyangan Tiga, seperti Pemangku Pura Puseh, Pemangku Pura Desa dan Pemangku Pura Dalem.
  2. Pemangku Pamongmong. Pemangku yang hanya bertugas sebagai pembantu daripada Pemangku yang utama di suatu pura, dengan tugas pokok mengatur tata pelaksanaan dan jalannya upacara.
  3. Pemangku Jan Banggul. Pemangku yang hanya bertugas sebagai pembantu di pura, dalam tugas-tugas mengatur sesajen, menurunkan arca, pratima, memasang busana (wastra) pada pelinggih, membagikan wangsuhpada dan bija kepada umat yang sembahyang. Di beberapa tempat dikenal dengan istilah Sadeg, Juru Sunggi dan lain-lain. Baca Mengapa Memakai Bija Dikening.
  4. Pemangku Cungkub. Pemangku yang bertugas di Mrajan Gede yang memiliki jumlah palinggih sebanyak sepuluh buah atau lebih.
  5. Pemangku Nilarta. Pemangku pada pura keluarga atau kawitan.
  6. Pemangku Pandita. Pemangku yang memiliki tugas muput yajna seperti Pandita, adanya Pemangku seperti ini didasarkan adanya tradisi atau Purana pada daerah tertentuyang tidak diperkenankan menggunakan pemuput Pandita. Sehingga segala tugas, menyangkut pelaksanaan Panca Yajna diselesaikan oleh Pemangku ini.
  7. Pemangku Bhujangga. Pemangku yang memiliki tugas pada Pura Leluhur atau Kawitan yang tergolong.
  8. Pemangku Balian. Pemangku yang melaksanakan Swadharmanya sebagai Balian, mengobati orang sakit.
  9. Pemangku Dalang. Pemangku yang melaksanakan tugas / swadharmanya sebagai Dalang.
  10. Pemangku Lancuban. Pemangku yang bertugas sebagai mediator membantu dalam matuwun, untuk memohon petunjuk dari dunia niskala.
  11. Pemangku Tukang. Pemangku yang paham ajaran Wiswakarma, serta segala yang tergolong pekerjaan tukang Undagi, Sangging, Pande dan sejenisnya.
  12. Pemangku Kortenu. Pemangku yang bertugas di Pura Prajapati atau Pengulun Setra. Baca Penguasa Ilmu Leak Desti di Bali.
Dalam Lontar Suktretaning Pamangku, dinyatakan bahwa Pemangku adalah Perwujudan I Rare Angon (Dewa Gembala/Pengangon) yang merupakan perwujudan dari Dewa Siwa seperti dinyatakan sebagai berikut : "Ikang Sukretaning pamangku ring khayangan, mwang tegesin pamangku kawruhhakena kang mawak pamngku ring sariranta. I Rare Angon mawak pamangku rin sariranta."   Dikutip dari makalah DR. I Wayan Ardana, M.P.D. M.Fil.H. (RANBB)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Buku Tamu