Selamat Datang

Gowes Menyan Gunung Bunder Halimun

GOWES GUNDER MENYAN SAH BERSEPEDA kini menjadi kebutuhan manusia, kesadaran akan kesehatan semakin diperhatikan, mengingat pola ke...

Rabu, 07 September 2011

Vahana Devata | Binatang Suci Hindu

Visnu - Garuda
Dalam kitab suci Veda kita jumpai informasi tentang binatang suci seperti garuda, angsa, naga dan lain-lain. Binatang-binatang tersebut ada yang merupakan gambaran perwujudan-Nya, ada juga yang berfungsi sebagai Vahana para devata. 

Vahana Devata dapat berupa binatang dan burung, dimana para Dewa dan Dewi duduk mengendarainya, seperti Visnu diatas garuda, Brahma diatas angsa, Devi Durga di atas seekor singa, Kartikeya atau Kumara menggunakan burung merak sebagai kendaraannya, Ganapati kendaraannya seekor tikus, Indra atau Sasta di atas gajah (Airavata), Sani berupa burung merak, Yama berupa seekor kerbau, Dewi Ganga kendaraannya seekor buaya, Yamuna seekor kura-kura, Vayu kendaraannya seekor kijang, Surya keretanya ditarik oleh 7 ekor kuda, Dewi Candi kendaraannya seekor harimau, Nirrti kendaraannya seekor anjing, Varaha seekor ular, Rati, burung kakak tua, Gauri seekor biawak, Kubera kendaraannya manusia dan Revanta seekor kuda.

Beberapa Devata menggunakan benda-benda mati sebagai kendaraannya, antara lain seperti Sankhanidhi terompet kerang, Kurukulla perahu, Yoganidra pelbet, Kubera mahkota, Usnisavijaya petir dan lain-lain ( Ramachandra, II,1992:115)

Binatang-binatang dan burung-burung yang digunakan sebagai kendaraan para dewa, mengandung  makna filosofis tertentu dalam bingkai konseptual dan identifikasi, seperti burung garuda dengan energi matahari, lembu jantan dengan dharma, angsa dan Gunasattvam, merak dengan api dan lain-lain. Menurut Kalika Purana (57) Vahana-vahana tersebut hanya transformasi dari para devata tersebut " murtyantaram krtva vahanatvam gatah " yang merespon sesuatu yang menjadi penyebab.
Kitab Vamana Purana (9) memuat sebuah daftar tentang vahana-devata sebagai berikut; gajah besar bernama Airavata, putih warna kulitnya, lahir dari telapak tangan dewa Rudra adalah vahana untuk dewa Indra, kerbau yang ganas bernama Paundraka, warna tubuhnya hitam lahir dari keberanian dewa Siva untuk dewa Yama, Simsumara, binatang air berwarna biru yang muncul dari pikiran dewa Indra dan sebagai simbol lautan untuk dewa Varuna.

Manusia yang tinggi besar dan wajahnya menyeramkan, yang lahir dari kaki dewi Durga dan yang matanya seperti roda kereta untuk dewa Kubera; ular naga besar dan sangat galak, anjing berbulu putih dan lembu jantan yang larinya sangat cepat untuk Ekadasa Rudra; kereta dengan 500 angsa yang menariknya untuk dewi Candra, kereta yang ditarik oleh 12 ekor kuda yang digabungkan sedemikian rupa untuk dewa-dewa Aditya, gajah untuk Astavasu, manusia untuk yaksa, ular naga untuk para Kinnara, kuda untuk dewa-dewa Asvina, kijang bertanduk tanpa cabang untuk para Maruta.


Selama upacara tahunan pada pura-pura yang besar, yang disebut Rathotsava, yang berlangsung sampai 9 hari atau lebih, banyak dihiasi vahana-vahana devata dengan aneka bentuk seperti gaja (gajah), vrsabha (lembu jantan), asva (kuda), sesa (ular naga), sbika (joli emas), hamsa (angsa), ravi-mandala (bola matahari), candra-prabha (gambar bulan), simha (singa), puspa-pitha (sthana dari bunga), Meru (gunung mahameru), kalpavrksa (pohon kahyangan yang memenuhi keinginan umat-Nya), Hanuman, Garuda, dan ratha (kereta).
Banyak devata yang bersifat Tanrik, khususnya pantheon Vajrayana, digambarkan mengendarai mayat manusia (preta-vahana) dan dalam praktek magic seperti Khatvanga (Ramachandra, 1992: 115).

5 komentar:

  1. Menarik artikelnya sob, saya baru tahu binatang suci kendaraan para dewa. Thanks ya..

    BalasHapus
  2. @ Cacao, Terima kasih atas atensinya pada artikel rare ini... sukses juga buat anda

    BalasHapus
  3. Suksema titiang wawu melajah niki.....

    BalasHapus
  4. makaish gan jadi anmbah pengetahuan tentang budaya , dan bianatang suci,keep sharing thank

    Gokil-Belajar Motivasi dari Dunia Hantu

    BalasHapus
  5. @ Sutengsu, Suksma mewali sampun nyurat ring blog rare angon nak bali belog

    @ Opera duniamaya, Makasi banyak atas komentarnya di blog ini, terutama masalah korupsi hehehe... moga-moga bung karno tidak kecewa dengan kita2 generasi penerus bangsa ini...

    admin

    BalasHapus

Buku Tamu