Sad Guru berkata ," Jangan mengganti nama Tuhan yang telah kau cintai, kau hormati dan kau pilih untuk diingat serta diulang-ulang. Satu nama Tuhan harus kau pilih dan kau gunakan seterusnya untuk japa dan meditasi."

Baca Dulu Kawan

OM. SA, BA, TA, A, I, NA, MA, SI, WA, YA, AM, UM, OM -
OM. SA, BA, TA, A, I, NA, MA, SI, WA, YA, AM, UM, OM -
OM. SA, BA, TA, A, I, NA, MA, SI, WA, YA, AM, UM, OM

Liburan di Bali

Rabu, 21 Juli 2010

Alam Setelah Kematian ( Agastya Parwa )

Alam Setelah Kematian

Misteri kematian selalu menjadi topik menarik untuk dibicarakan oleh manusia yang hidup, oleh mereka yang memiliki rasa ingin tahu tentang apa yang akan dialami setelah kematian datang menjemput. Sebagian orang beranggapan bahwa mati adalah akhir dari segalanya, bagaikan keadaan ketika tidur lelap yang tanpa mimpi, sang diri lenyap tanpa sisa. Sebagian lainnya percaya bahwa akan ada kehidupan baru dalam bentuk berbeda yang akan dialami oleh roh setelah datangnya kematian.


Agastya Parwa adalah teks tua yang awalnya ditulis di India, teks ini kemudian dialih aksarakan dan ditransliterasi (alih bahasa) kedalam bahasa Jawa Kuna pada masa-masa kepemerintahan raja-raja besar di Jawa. Agastya Parwa ini pada zamannya adalah salah satu teks yang dipakai pegangan dan petunjuk untuk memahami alam lain setelah kematian.


Menurut teks Agastya Parwa, hidup ini sesungguhnya tidak pernah akan berakhir, kematian bukanlah akhir dari segalanya, seperti pendapat dari sebagian orang di atas. Hidup ini terus berlanjut dan roh tidak pernah akan mati. Kematian hanya terjadi pada badan fisik, dimana perolehan kualitas badan rohani setelah melewati kematian sangat tergantung pada perbuatan sang roh itu sendiri.



Misteri kematian disajikan dengan gamblang dalam teks ini, dimana sesaat setelah kematiannya, roh dinyatakan akan keluar dari badan kasarnya, pada keadaan ini roh masih memiliki badan halus yang bentuknya menyerupai badan kasarnya dulu, sang roh masih berwajah dan memiliki bentuk tubuh yang sama persis saat hidupnya di bumi, namun badan ini sangatlah halus, hingga tidak mampu ditangkap oleh mata fisik kasar yang normal.



Selanjutnya roh akan tergiring utnuk memasuki alam yang bernama Mahasiraya, di alam Mahasiraya inilah kemudian badan halus masing-masing roh akan menyesuaikan bentuknya dengan perbuatannya di bumi. "Sarupa nikang pinaranya, yata pinaka sarira ning atma"


Artinya : "Badan tersebut masih menyerupai wujud fisik roh semasa hidupnya (dibumi)". Badan halus hasil penyesuaian ini dinamakan dengan badan atiwahika. Atiwahika orang jahat akan menjadi mengerikan, sedangkan yang bijak akan menjadi rupawan dan bercahaya.

Dari bentuk Atiwahika inilah orang-orang yang memiliki kepekaan intuisi, dapat membedakan mana roh yang semasa hidupnya gemar melakukan kejahatan. Mereka yang gemar melakukan kejahatan, walau masih bisa dikenali dengan cara melihat fisik terutama wajahnya, namun fisik mereka sangatlah mengerikan, keadaannya bagaikan hantu-hantu yang gentayangan. Sedangkan mereka yang semasa hidupnya gemar melakukan kebajikan dapat dikenali dengan badan halusnya yang sangat rupawan, bersinar-sinar bagaikan penampakan para Dewa.

Yan pareng swarga, diwaya sarira sulaksana, 

kadi Dewata sarirannya. Yan pareng neraka ya, 

tucita masalina sarira ikang pinawaknya.

Artinya:
Jika memperoleh surga, mereka akan memperoleh badan yang sangat baik, seperti Dewa wujud fisiknya. Jika ia (roh) memperoleh neraka, tubuh yang sangat hina dan mengerikan akan didapatkannya.

Badan halus Atiwahika ini berguna untuk mengantarkan roh menuju alam surga ataukah neraka. Mahasiraya adalah alam tengah, alam diantara surga dan neraka. Alam ini juga dianggap sebagai alam pengadilan bagi para roh. Dari alam inilah roh-roh yang telah berbadankan Atiwahika bergerak menuju surga ataukah neraka, lalu menikmati pahala dan karma dari perbuatannya di bumi semasa hidup.
Atma Prasangsa olih IB Putra Manik Aryana, SS, M.Si

4 komentar:

  1. paling tidak menjadi tambahan pengetahuan sj. krn sy beragama muslim sobat :)

    sukses sll y sobat dan semangat

    BalasHapus
  2. Hello Putra Elang terima kasih atas kunjungan dan kommentnya... tetap semangat dan sukses selalu...

    BalasHapus
  3. pertama> salam kenal Belih hhh (bener ndak nulisnya), ane datang membawa tali persahabatan

    kedua> masuk rumah ini terasa berada di Bali, ane bener-bener menikmati keindahannya

    teruslah berkarya sob, ane tunggu lainnya

    BalasHapus
  4. Bli Pakies, selamat datang di Bali hehehe.... semoga bisa bener2 berlibur di Bali ya mas
    makasi kawan

    BalasHapus

Buku Tamu

Translate

Famous - Sane Pinih Kasub



Tentang Bali

108 Mutiara Veda Agama Hindu Ajaran I Balian Putus Ajeg Hindu Aji Kalepasan Alam Setelah Kematian Ampas Kehidupan Anak Hindu dan Gadget Angon Arjuna asubha karma Aswatama Atharwa Weda AtmaTatwa Audio Satua Bali Badan Astral Badan Etheric Badan Mental Bahasa Indonesia Bahasa Sansekerta Balinese Folklore Banjar Ciledug Banjar Rempoa Banjar Serang banjar sidha karya Banjar Tangerang Banjar Tangerang Selatan banjar tigaraksa sodong Banten Banyu Pinaruh ke Segara Basa Basi Bali Beras merah putih Bermeditasi dengan Mantram Gayatri Bhagavad-gita Bhagawan Byasa Bhagawan Carabhangga Bhagawan Drona dan Dewi Wilutama Bhutakala Bija Bimbinglah dari Kematian blog provokator Blog tetap Eksis Brahma Brahman Brahmana Budaya Bali Budha Kliwon Bukan SORGA bukan NERAKA Buku Hindu Bumi Manusia Catur Wangsa Catur Warna Catur Yadnya Cerita Rakyat Bali Cupak teken Grantang Da Nakonang Adan Tiange Dewa Kematian Dewa Yadnya Dewi Saraswati Dresta Sima Agama Filsafat Potong Gigi Galungan Gde Aryantha Soethama Hari Raya Nyepi Hindu Banten Hindu Jalan Dharma Hinduism Hukum Alam Inilah Hindu Indonesia Jalan Setapak Menuju Tuhan Jiwa itu adalah Brahman Kematian Kesamenisme kode etik leak Manusa Yadnya Mengapa Bali disebut Bali Menjaga Kesehatan Blog Merajut Ulang Budaya Luhur Bangsa Ngaben Pan bagia Teken Pan Bonggan panak Hindu Pariwisata Bali Sejak 1839 Pathways to God Perang Bali Perempuan dalam dunia kakawin Pidarta Basa Bali Rare Angon Rare Angon Nak Bali Belog Renungan Sabda Sathya Sai Sanatana Dharma Satua Bali Satua Mabasa Bali Sorga Sri Krishna Suku Baduy Dalam Susila dan Upakara Tat Twam Asi the Greatest Religion in the World Tirtha Amerta Tri Hita Karana Upanisad Himalaya Jiwa Veda Sabda Suci Weda Wija Kasawur Yayasan Sri Sathya Sai Baba