Selamat Datang

STATUS DAN KEDUDUKAN DIKSITA

STATUS DAN KEDUDUKAN DIKSITA Seseorang  yang telah di Diksa diberi status dan kedudukan sebagai seorang Sulinggih di masyarakat....

Jumat, 05 November 2010

Menyadari Datangnya Kematian

Kematian itu Indah

Perspektif Aji Kalepasan

Kematian sesungguhnya dapat diprediksi dan diketahui kapan datangnya melalui teknik Yoga. Dulu ketika aktivitas manusia tidak sesibuk seperti sekarang ini dalam pengejaran materi (harta), leluhur orang Bali telah menemukan suatu teknik Yoga ala Bali sederhana yang dapat dipakai untuk mengetahui kapan datangnya kematian itu (Mrtyu). Bentangan teks dari jenis atma tattwa (sastra kematian) yang luas di Bali, membuktikan bahwa kematian dalam tradisi Bali adalah sesuatu yang sangat menarik untuk diungkap dan dipahami. Misteri kematian telah mengandung para waskita Bali untuk mengadakan studi mendalam atasnya.

 
Aji Kalepasan/Kamoksan dan ilmu-ilmu tentang kematian, selalu ada dipusat kesusastraan Bali zaman dulu, seperti geria,puri,jero, dan rumah-rumah penekun sastra Bali lainnya. Ini membuktikan bahwa kematian bagi orang Bali bukanlah sesuatu yang penuh misteri, menakutkan dan gelap gulita. 


Bagi leluhur orang Bali kematian adalah salah satu dari proses daur ulang dari kehidupan yang sesungguhnya, dimana ia (kematian) dipandang sebagai proses evolusi dari kehidupan yang lebih kasar menuju kehidupan yang lebih halus atau sebaliknya. Sesungguhnya bagi kesusastraan Bali, kehidupan itu tidak akan pernah berakhir, hidup itu abadi.

Pandangan salah terhadap kematian, kita terlalu takut mati; ketakutan itu muncul akibat kekurang mampuan kita dalam memahami esensi yang sesungguhnya dari kematian. Akibat keberkutatan dan kesuntukan kita pada ilmu-ilmu duniawi yang sesungguhnya akan menyeret para penekunnya menuju kemerosotan spiritual belaka. Ilmu-ilmu itu memang membuat kita 'basah' dalam gelimangan materi, namun sayang ia sungguh 'kering' dari pencerahan spiritual.


 

Terkadang banyak orang yang terseret untuk mencari pemahaman-pemahaman tentang kematian pada tradisi-tradisi 'jauh', kemudian lantaran 'kebutaan' mereka pada tradisinya sendiri, si anak malang memandang dengan sebelah mata lontar-lontar leluhurnya
Selanjutnya si anak malang tadi sibuk menjadi provokator guna menghancurkan tradisinya sendiri. Kebenaran sejati itu universal adanya, dimanapun kebenaran itu muncul ia akan tetap dengan rasanya yang sama, walau beda kemasan, dan mereka mendebat kemasannya dan tidak menerima keuniversalan itu lantaran beda bungkusan. "Sungguh malang nasibmu anakku, mungkin ibu tanah Bali bergumam sedih seperti itu"
 
Bentangan teks dari jenis atma tattwa (sastra kematian) meliputi; Yama Purana Tattwa, Yama Purwana Tattwa, Yama Tattwa, Atmaprasangsa, Suarga Rohana Parwa, Tetenger Pati Urip, Tetenger Kapatian, Dharma Usada, Tutur Kalepasan, Aji Kalepasan, Tutur Kamoksan, Aji Kamoksan, Sumanasantaka, Sasangka Sarana dll. Kali ini mari perhatikan secuil petikan teks Aji Kalepasan, dalam usaha kita untuk belajar memprediksi datangnya kematian, adapun pernyataannya sebagai berikut :
 
Iti tatenger kapatyan : Tutupi saptadwaranta, sapta dwara ngaran : karna karwa, rwa songing irung, caksu karwa lawan tunggal cangkem ta. Iki gelarakna: angusta karo anutupi karna, tujuh karwa anutupi panon, linjong karwa anutupi dwaraning irung kalih, lek ta karo anutupi bibir, pucuking tarjininta karwa pada nunggal. Yan katon hana ngalendong kadi pusuhing pisang haneng yoganta, pejah pwa kita. Ginelis walik idepta, ibu mulih maring akasa, bapa mulih ka prettiwi, mgakang siwadwara, poma kita tumut ring deresaning bayunta malecat atmanta ngungsi Siwa Loka. 
 (Aji Kalepasan 32 a)
Artinya:

Cara untuk mengetahui kematian : tutuplah ketujuh lobang itu, tujuh lobang adalah, dua lobang telinga, dua lobang hidung, dua lobang mata dan satu lobang mulut. Caranya; ibujari menutup lobang telinga, telunjuk menutup kedua mata, jari tengah menutup lobang hidung, kedua jari manis menutup mulut, selanjutnya ujung jari kelingking disatukan. Jika terlihat ada seperti pusuh pisang bergelayut saat berkonsentrasi (atau seperti kuncup bunga padma), kamu akan segera mati

Segera balik teknik meditasimu, Ibu Pertiwi (unsur jasmani/alambawah) kembalikan ke Bapa Akasa (unsur rohani/alam atas), Bapa Akasa (unsur rohani/alam atas) bawa ke Ibu Pertiwi (unsur rohani/alam bawah), akan terbuka lobang di ubun-ubun, ikutilah getaran dari tenaga yang terasa, maka terbanglah rohmu menuju alam Siwa.
 
Disini diperlukan adanya keyakinan penuh akan petunjuk-petunjuk dari Aji Kalepasan dan Tutur Kalepasan.
Atma Prasangsa olih IB Putra Manik Aryana, SS, M.Si
di tulis dan diposting kembali olih Rare Angon
Kematian itu Dekat digital arts olih apalahnamanyaitu.deviantart.com

4 komentar:

  1. nggak terlalu ngerti tapi membuat merinding aku sob.

    BalasHapus
  2. Wah agak ngeri juga tus=ch sob kalau mau mencobanya

    BalasHapus
  3. Heloo Sahabat; terima kasih atas perhatiannya, ini jaman kedokteran dulu, salam buat semua

    BalasHapus

Buku Tamu