Rare Bali Anak Bali Belog Ngiring Ngajegang Bali dengan berbahasa Bali sane becik, senang ring Tembang Bali tur sekancan sastra lan Budaya Bali sane sampun kaloktah ring jagate mangda sumingkin jangkep tur paripurna #Bahasabali #AjegBudayaBali #RareBali

Breaking

SELAMAT DATANG DI BLOG RARE ANGON NAK BALI BELOG
MONGGO SILAKAN DIBACA2



MONGGO SILAKAN DIBACA2 ARTIKEL-TENTANG AGAMA HINDU

Kamis, 03 April 2014

Swadharmaning Dadi Manusa Ring Mercapada

3d ruko
Jasa 3D Profesional
SWADHARMANING DADI MANUSA
Para ahli menyatakan bahwa di masa datang diperlukan orang-orang yang profesional dalam bidangnya. Seiring dengan kemajuan pembangunan orang-orang yang benar-benar ahli dan profesional akan tampil ke depan, memimpin sektor-sektor pembangunan itu sendiri.

Di masa silam memang telah ada profesi-profesi tertentu : Istilah-istilah seperti Undagi (Arsitek dan ahli bangunan), Sangging (ahli ukir atau pahat), Meranggi (ahli gambar), Balian (dokter tradisional) dan yang lain, serta istilah tukang dalam berbagai konteksnya memberi petunjuk adanya aneka profesi itu.

Ada filsafat kerja yang menata tingkah laku mereka, yaitu apa yang disebut dengan SWADHARMA, Dharma sendiri. Kitab Bhagawadgita menyuratkan hal itu sebagai berikut :

Sreyan swadharma wigunah
paradharmat swanusthitat
swadharme nidham sreyah
paradharmo bhayawahah

Artinya :

Adalah lebih baik Dharma sendiri meskipun kurang caranya melaksanakannya, daripada Dharma orang lain walaupun baik cara melaksanakan. Kalaupun sampai mati dalam melakukan Dharma sendiri adalah lebih baik sebab menuruti bukan Dharma sendiri adalah berbahaya.

Prof. Ida Bagus Mantra (Alm) memberi komentar tentang bait tersebut : Keinginan kita untuk mencapai kesempurnaan hidup. Kita tidak boleh setengah-setengah dalam kewajiban kita.
Haruslah benar-benar di dalam pekerjaan sendiri kewajiban adalah Swadharma. Pada penemuan Swadharma sendiri akan terletak kebahagiaan hidup. Pengabdian yang terbesar yang dapat kita lakukan pada masyarakat, atas penemuan dari Swadharma, kelahiran bakat sendiri. Tiap-tiap orang harus mengerti bakat kelahirannya. Tidak semua orang mempunyai bakat yang sama. Yang penting adalah bahwa tiap-tiap orang harus sungguh-sungguh dapat mengerjakan tugas yang dipercayakan padanya dengan memuaskan. Tiap-tiap orang harus menjadi patriot di dalam bidangnya masing-masing baik kecil maupun besar.
Kebaikan menunjukkan kesempurnaan dari kualitas. Untuk perkembangan jiwa, kerja adalah penting. Dan  kerja sendiri ada selalu di dalam kekuatan kita sendiri. Kerja adalah "puja" yang dapat dipersembahkan oleh manusia pada Kekuatan Besar yang mengambil bentuk sebagai alam ini.

Memang begitu penting kita menghayati Swadharma kita masing-masing. Dengan demikian kita dapat berbuat secara maksimal bagi kwalitas hidup kita. Tanpa menghayati Swadharma mungkin kita akan bertindak, berbuat dan atau bekerja yang pada gilirannya tidak meningkatkan kualitas hidup kita, kita mengambil pekerjaan yang tidak "berporos".

Karena ajaran Hindu membangun kualitas manusia dan kualitas peradaban, maka Swadharma ditekankan secara khusus. Dengan ini kita juga dapat memahami konsep Catur Warna, suatu konsep yang terkait erat dengan Swadharma itu sendiri.


Maka marilah kita lakukan Swadharma kita masing-masing. Kitab Sarasamuccaya sendiri menyuratkan : Kunang ikang wwang pisaningun damelak nang dharma sadhana, apa-apaning pari, wukaning antiga padanika, rupaning hana tan papakena. Adapun orang yang sama sekali tidak melakukan laksana Dharma adalah seperti padi yang hampa atau telur busuk, kenyataannya ada, tetapi tiada gunanya. Sumber bacaan buku Wija Kasawur, Ki Nirdon. (RANBB)
insert picture http://eben3d.blogspot.com jasa 3d profesional

Cari Blog Ini

Pengikut

Blog Archive