Seekor Burung Gagak yang Kehausan
Saat itu musim panas.
Seekor gagak sangat haus. Ia terbaring dari satu tempat ke tempat lain mencari
air. Dia tidak bisa menemukan air di mana pun. Kolam, sungai, dan danau semua
kering. Air di sumur terlalu dalam. Gagak itu sangat haus, tetapi ia tidak
menghentikan pencariannya.
Akhirnya dia pikir ajalnya sudah
dekat. Dia ingat Tuhan dan mulai berdoa untuk memperoleh air. Dan melihat satu
kendi air di dekat satu rumah. Hal ini membuatnya sangat bahagia karena dia pikir
pasti ada air di dalam kendi. Dia duduk di atas kendi dan memandang ke
dalamnya.
Dengan kecewa ia melihat air di dalam
kendi tidak dapat dijangkaunya. Dia bisa melihat air, tetapi paruhnya tidak
bisa mencapai air. Dia sangat sedih dan tidak tahu bagaimana caranya mencapai
air. Tiba-tiba nalurinya mendorongnya untuk melakukan sesuatu. Ada banyak batu
didekat kendi. Ia mengambil batu-batu itu, satuper satu, dan mulai
memasukkannya ke dalam kendi. Air mulai naik. Tak lama kemudian burung gagak
bisa mencapai air dengan mudah. Ia minum air, mengucapkan terima kasih kepada
Tuhan dengan senang hati dan terbang menjauh.
Oleh karena itu dikatakan, “Di mana
kemauan, pasti ada jalan.” Burung gagak melakukan apa yang kita semua harus
lakukan. Dia tidak menyerah. Dia memiliki keyakinan bahwa doanya akan dijawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Buku Tamu